(Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan April 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan April 2020 adalah sebagai berikut:

Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan April 2020 berkisar 0 – 785 mm..


ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

  1. Curah Hujan (mm)
    Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
    Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
  2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
    Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
    Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
  3. Zona Musim (ZOM)
    Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
    Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
    Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
    Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
  4. Awal Musim Hujan
    Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
    Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
  5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
    1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
    2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
    3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
  6. Sifat Hujan
    Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
    Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
    1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
    2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
    3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

Normal Curah Hujan

  1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
    Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
  2. Provisional Normal Curah Hujan
    Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
  3. Normal Curah Hujan Bulanan
    Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
  4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
    Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.
21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, dan Situbondo.
51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tulungagung.
51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Situbondo.
101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Trenggalek.
101 - 150 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Pacitan, Ponorogo, Situbondo, dan Tulungagung.
151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Batu, Gresik, Jember, Jombang, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
151 - 200 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, dan Tulungagung.
151 - 200 mm Terjadi di sebagian besar Trenggalek.
201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Ponorogo, Situbondo, Surabaya, dan Trenggalek.
201 -300 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Nganjuk, Probolinggo, dan Tulungagung.
201 -300 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Batu, Gresik, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Tuban.
201 -300 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tulungagung.
301 - 400 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Batu, Gresik, Jember, Nganjuk, Probolinggo, dan Tuban.
301 - 400 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Jombang, Lamongan, dan Mojokerto.
401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Trenggalek.
401 - 500 mm Terjadi di sebagian Jombang dan Surabaya.
> 500 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Jember, Jombang, Lamongan, Malang, dan Mojokerto.
> 500 mm Terjadi di sebagian Surabaya.