(Analisis - Bulanan) Distribusi Sifat Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Sifat Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diinformasikan Sifat Hujan Bulan September 2020 adalah sebagai berikut:

Analisis Distribusi Sifat Hujan Bulan September 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan sifat Bawah Normal sebesar sebesar 60,5%, Normal sebesar 10,6%, dan Atas Normal 28,9%.

Sifat Hujan

Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

  1. Atas Normal (AN)
    Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
  2. Normal (N)
    Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
  3. Bawah Normal (BN)
    Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %





SIFAT HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Bawah Normal
(0 - 30 %)
Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Malang, Ngawi, Pacitan, dan Tuban.
Bawah Normal
(0 - 30 %)
Terjadi di sebagian Lamongan, Ponorogo, dan Probolinggo.
Bawah Normal
(0 - 30 %)
Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Gresik, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Situbondo, dan Sumenep.
Bawah Normal
(0 - 30 %)
Terjadi di seluruh Pulau Bawean, Sampang, Sidoarjo, dan Surabaya.
Bawah Normal
(31 - 50 %)
Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
Bawah Normal
(31 - 50 %)
Terjadi di sebagian Batu, Bondowoso, Gresik, Lamongan, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, dan Probolinggo.
Bawah Normal
(31 - 50 %)
Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean dan Ponorogo.
Bawah Normal
(51 - 84 %)
Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Gresik, Jombang, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
Bawah Normal
(51 - 84 %)
Terjadi di sebagian Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Ngawi, Pacitan, Probolinggo, dan Trenggalek.
Normal
(85 - 115 %)
Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Kediri, Lamongan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
Normal
(85 - 115 %)
Terjadi di sebagian Jember, Lumajang, Pacitan, dan Trenggalek.
Atas Normal
(116 - 150 %)
Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Malang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
Atas Normal
(116 - 150 %)
Terjadi di sebagian Banyuwangi, Jember, Kediri, Lumajang, dan Trenggalek.
Atas Normal
(151 - 200 %)
Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lumajang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, dan Trenggalek.
Atas Normal
(151 - 200 %)
Terjadi di sebagian Banyuwangi, Kediri, Malang, Tuban, dan Tulungagung.
Atas Normal
(> 200 %)
Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Situbondo.
Atas Normal
(> 200 %)
Terjadi di sebagian Tuban dan Tulungagung.
Atas Normal
(> 200 %)
Terjadi di sebagian besar Blitar.