(Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

Analisis ketersediaan air tanah bulan Mei 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

Sangat Kurang 11,2 %

Kurang 46,0 %

Sedang 22,6 %

Cukup 19,1 %

Sangat Cukup 1,1 %


Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Sangat Kurang < 10 %
Kurang 10 - 40 %
Sedang 40 - 60 %
Cukup 60 - 90 %
Sangat Cukup > 90 %


Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021






KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Cari pada kolom di atas ini ⇧
Lalu tekan Enter → di Keyboard
Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
Sangat Kurang Terjadi di sebagian Blitar, Sumenep, dan Tuban.
Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Surabaya.
Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
Kurang Terjadi di sebagian kecil Kediri, Lumajang, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo.
Kurang Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Surabaya.
Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
Kurang Terjadi di seluruh Pulau Kangean dan Pamekasan.
Sedang Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Gresik, Magetan, Mojokerto, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
Sedang Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.
Sedang Terjadi di sebagian besar Madiun.
Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung.
Cukup Terjadi di sebagian Bondowoso, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, dan Probolinggo.
Cukup Terjadi di sebagian besar Batu, Kediri, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.