Analisis Dinamika Atmosfer - Laut, Analisis dan Prediksi Curah Hujan Dasarian I Februari 2018

Analisis Dasarian I Februari 2018
Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi Angin Baratan. Terdapat belokan angin di Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi Bagian utara. Terdapat pola siklonik di timur Philipina yang menghasilkan pola arah angin ke utara untuk Indonesia bagian timur.

Prediksi Dasarian II Februari 2018
Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi Angin Baratan. Pertemuan angin terjadi di sekitar Sumatera bag. selatan, Jawa dan Laut Jawa. Belokan angin di Kalimantan, Sulawesi bag. utara, Maluku Utara sampai Papua Barat, serta pola siklonik di utara Australia yang mendukung pembentukan awan hujan diwilayah tersebut.

Monsun Asia melemah di awal dasarian II Februari 2018 dan diprediksi menguat di akhir Februari 2018 ➔ Peluang pembentukan awan yang berpotensi hujan berkurang diawal dasarian II Februari dan meningkat diakhir Februari 2018 di sekitar Kalimantan bag. barat, Sumatera bag. tengah dan Jawa bag. barat.
Monsun Australia, di Dasarian II Februari 2018 berada di kisaran klimatologisnya dan diprediksi melemah pada akhir Februari 2018 ➔ penambahan pembentukan awan hujan disekitar Jawa bag. timur, Bali dan Nusa Tenggara selama Dasarian II Februari 2018.

Pola angin zonal (timur-barat) di dominasi oleh angin baratan. Berdasarkan anomali angin zonal (dibandingkan klimatologisnya), angin baratan lebih kuat terutama di Kalimantan bag. Utara, Laut Maluku dan Laut Halmahera.

Pola angin meridional (utara-selatan). Angin dari utara mendominasi wilayah Indonesia bagian barat dan utara Sulawesi, sedangkan di wilayah Indonesia bag. Tengah dan timur didominasi angin dari selatan.
Dibanding klimatologisnya angin dari utara lebih kuat dibagian barat sedangkan di bag. tengah angin dari selatan masih kuat.

Daerah pembentukan awan terjadi merata di sebagian besar wilayah Indonesia selatan khatulistiwa.
Dibanding klimatologisnya, wilayah pembentukan awan juga dominan di wilayah Indonesia belahan bumi selatan kecuali di Jawa bagian barat dan timur, Sulawesi bagian Selatan serta Papua.

Indek Nino3.4: -0.71 oC (La Nina); DM: 0.16 oC (Netral); dan Anomali SST Indonesia: 0.04oC (Netral). Secara umum wilayah perairan Indonesia dalam kondisi normal dibagian barat dan timur, anomali negatif di Indonesia bag. tengah dan anomali positif di perairan Maluku dan Halmahera.

Feb – Jul 2018 : Anomali SST Indonesia diprediksi menghangat terutama dibagian timur; Wilayah Nino3.4 masih dengan anomali negatif dan sampai ke perairan barat Pasifik; dan wilayah Samudera Hindia menghangat terutama sampai Maret 2018, dan akan normal mulai Mei 2018

Monitoring Suhu bawah Laut Pasifik, periode Juli - Desember 2017 terjadi peluruhan suhu (bertambah dingin/anomali negatif) pada lapisan 0-200 m dibawah permukaan dan meluas di lapisan bawah, mulai melemah pada Januari 2018 seiring dengan terbentuknya anomali hangat sub surface di barat Pasifik mulai Februari 2018. Kondisi sub surface bulan Januari 2018 memberikan indikasi bahwa kondisi La Nina tidak akan bertahan lama.

Analisis ENSO :
Januari 2018→ La Nina Lemah

Prediksi ENSO:
1. BMKG (Indonesia)
Feb – Mei ‘18 → La Nina Lemah
Jun – Jul ‘18 → Normal
2. JAMSTEC (Jepang)
Feb– Jul ‘18 → Normal
3. BoM/POAMA (Australia)
Feb – Jul ‘18 → La Nina Lemah
4. NCEP/NOAA (USA)
Feb – Jul ‘18 → La Nina Lemah

La Nina di musim hujan penambahan curah hujan dari normalnya kurang signifikan kecuali di sekitar Kaltara, Sulawesi bag.utara, kepulauan Maluku, sebagian NTT dan Papua Barat bag.barat.

Kesimpulan:
ANALISIS
Januari 2018 : Normal

PREDIKSI
BMKG
Feb – Jul ’18 : Normal
NASA
Feb ’18 : DM (+) kuat
Mar - Jul ’18 : Normal
BoM
Feb – Jul ’18 : Normal

Perpindahan aliran massa uap air dari Samudera Hindia dari /ke Indonesia bagian barat tidak signifikan. Pada Februari 2018, berpotensi terjadi aliran massa uap air dari bag. barat Indonesia ke Samudera Hindia.

Analisis tanggal 12 Februari 2018 MJO aktif di Samudera Pasifik bag barat/ Phase7, dan diprediksi tetap aktif sampai awal Das III Februari 2018 di Samudera Pasifik bag barat. Berdasarkan peta prediksi spasial anomali OLR, wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi kering/subsiden hingga Dasarian III Februari 2018 yang berdampak menghambat pembentukan awan hujan.

ANALISIS CURAH HUJAN DASARIAN JAN III Tahun 2018 dan PRAKIRAAN CURAH HUJAN

ANALISIS CURAH DAN SIFAT HUJAN DASARIAN I FEBRUARI 2018
Umumnya curah hujan pada Das I Feb 2018, berada pada intensitas menengah (20-150mm/das) dengan rincian di Sumatera pada kisaran 10-75 mm/das); Kalimantan pada kisaran 20-150mm/das, Sulawesi pada kisaran 20-300mm/das, serta Nusa Tenggara, Maluku dan Papua pada kisaran 20-150mm/das. Sedangkan Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok pada kisaran 50-300mm/das. Berdasarkan sifatnya sebagian besar Bawah Normal, kecuali Jabar, Jateng, Jatim, Kalimantan Tegah dan Selatan, Sulawesi Tengah bagian timur dan Sulut bagian utara memiliki sifat hujan di-atas normal.

RANGKUMAN
PREDIKSI DASARIAN II FEBRUARI 2018
Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi Angin Baratan. Pertemuan angin terjadi di sekitar Sumatera bag. selatan, Jawa dan Laut Jawa. Belokan angin di Kalimantan, Sulawesi bag. utara, Maluku Utara sampai Papua Barat, serta pola siklonik di utara Australia yang mendukung pembentukan awan hujan diwilayah tersebut. Berdasarkan indeks Monsun Asia dan Australia, mengindikasikan peluang penambahan curah hujan di sekitar Kalimantan bag.barat, Sumatera bag.tengah, Bali dan Nusa Tenggara; namun terdapat factor penghambat pembentukan awan hujan dengan wilayah Indonesia yang didominasi wilayah subsiden.

Anomali SST Indonesia diprediksi menghangat terutama dibagian timur; Wilayah Nino3.4 masih dengan anomali negatif dan sampai ke perairan barat Pasifik; dan wilayah Samudera Hindia menghangat terutama sampai Maret 2018, dan akan normal mulai Mei 2018;

Prediksi curah hujan dasarian II Februari : Secara umum pada kisaran menengah (50-150mm/das), kecuali Sumatera bagian tengah sampai utara dan Kalimantan bag. barat diprediksi curah hujannya dibawah 50 mm/das. Sedangkan disebagian kecil Papua bagian tengah diprediksi terjadi curah hujan tinggi (diatas 150 mm/das); Sebaran spasial hujan yang mirip juga diprediksi terjadi pada dasarian III Februari dan I Maret 2018;

PREDIKSI BULAN MARET 2018
Prediksi Curah Hujan pada kisaran menengah hingga tinggi (200 - 500mm/bulan). Curah Hujan tinggi berpeluang terjadi di pesisir Barat Aceh, Bengkulu, Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian timur, dan sebagian besar Papua. Sifat Hujan didominasi Normal sampai Atas Normal. Wilayah Sumatera bag utara, Jawa, Kaltim dan Kaltara sebagaian besar Sulawesi, Maluku dan Papua Barat merupakan daerah yang diprediksi akan memiliki sifat hujan Atas Normal.