Analisis Dinamika Atmosfer - Laut, Analisis dan Prediksi Curah Hujan Dasarian III Februari 2018

OUTLINE

Analisis dan Prediksi Angin, dan Monsun;
Analisis OLR;
Analisis dan Prediksi SST;
Analisis dan Prediksi ENSO, IOD dan MJO;
Analisis Hari Tanpa Hujan;
Analisis dan Prediksi Curah Hujan;
Kesimpulan.

ANALISIS DAN PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850MB

Analisis Dasarian III Februari 2018
Aliran massa udara di selatan equator masih didominasi Angin Baratan. Sedangkan di wilayah Sumatera bagian tengah sampai utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara dan Maluku Utara didominasi angin timuran. Terdapat area konvergensi di perairan barat Sumatera, Kalimantan Selatan, dan selatan Jawa serta belokan angin di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Perairan Maluku Utara yang mendukung petumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Prediksi Dasarian I Maret 2018
Aliran massa udara di selatan equator masih didominasi Angin Baratan. Pertemuan angin terjadi di Sumatera bag.selatan, Kalimantan Tengah serta belokan angin terjadi di sekitar perairan barat Sumatera, Jawa, Sulawesi bagian utara hingga Maluku Utara yang mendukung pembentukan awan hujan diwilayah tersebut.

 

ANALISIS DAN PREDIKSI INDEK MONSUN

Monsun Asia saat ini kuat dan diprediksi berada di kisaran klimatologisnya selama Maret 2018 ➔ Peluang bertambahnya pembentukan awan dan hujan sampai akhir Maret 2018 di sekitar Kalimantan bagian barat, Sumatera bagian tengah dan Jawa bagian barat tidak signifikan.
Monsun Australia diprediksi selama bulan Maret 2018 berad disekitar klimatologisnya ➔ peluang penambahan pembentukan awan hujan disekitar Jawa bagian timur, Bali dan Nusa Tenggara tidak signifikan selama bulan Maret 2018.

 

ANALISIS ANGIN ZONAL LAPISAN 850MB

Pola angin zonal (timur-barat) di selatan equator di dominasi oleh angin baratan. Berdasarkan anomalinya (dibandingkan klimatologisnya), angin baratan lebih lemah terutama di Indonesia bagian tengah dan barat.

ANALISIS ANGIN MERIDIONAL LAPISAN 850MB

Pola angin meridional (utara-selatan). Angin dari utara mendominasi wilayah Indonesia kecuali di Aceh, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dibanding klimatologisnya, angin dari utara lebih lemah.

ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)

Daerah pembentukan awan terjadi di wilayah Sumatera, Jawa bag.tengah dan barat, Kalimantan, Sulawesi Barat dan Papua. Secara klimatologisnya Das 3 Feb lebih basah untuk Sumatera, Kalimanatan, Sulawesi bag. Tengah dan utara.

ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT

Indek Nino3.4: -0.81 oC (La Nina); DM: 0.45 oC (IOD +); dan Anomali SST Indonesia: 0.27oC (Netral). Secara umum SST di wilayah perairan Indonesia dalam kondisi netral dibagian barat. Anomali negatif di Indonesia bag. tengah dan anomali positif di wilayah Indonesia Timur.

PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST (CFSV2)(PEMUTAKHIRAN 28 FEBRUARI 2018)

Mare – Agustus 2018 : Anomali SST Indonesia diprediksi normal pada Maret-Mei 2018 kemudian kembali menghangat mulai Juni 2018; Wilayah Nino3.4 masih berada dalam kondisi anomali negatif hingga Agustus 2018; Wilayah Samudera Hindia hangat pada Maret 2018 dan diprediksi akan berada dalam kondisi normal mulai April hingga Agustus 2018.

ANALISIS DAN PREDIKSI ENSO (PEMUTAKHIRAN DAS III FEBRUARI 2018)

Analisis ENSO : Februari 2018→ La Nina Lemah

Prediksi ENSO:
1. BMKG (Indonesia)
Maret – April 2018 → La Nina Lemah
Mei – Agustus 2018 → Normal
2. JAMSTEC (Jepang)
Maret – Agustus 2018 → Normal
3. BoM/POAMA (Australia)
Maret – Juli 2018 → La Nina Lemah
Agustus 2018 → Normal
NCEP/NOAA (USA)
Maret – Agustus 2018 → La Nina Lemah

ANALISIS DAN PREDIKSI INDEKS DIPOLE MODE (PEMUTAKHIRAN DASARIAN III FEBRUARI 2018)

Kesimpulan:
ANALISIS
Januari 2018 : Normal

PREDIKSI
BMKG
Maret – Agustus 2018 : Normal
NASA
Maret 2018 : DM (+) kuat
April – Agustus 2018 : Normal
BoM
Maret – Agustus 2018 : Normal

Perpindahan aliran massa uap air dari Samudera Hindia dari /ke Indonesia bagian barat tidak signifikan. Pada Februari 2018, berpotensi terjadi aliran massa uap air dari bag. barat Indonesia ke Samudera Hindia.

ANOMALI SUHU SUB SURFACE SAMUDERA PASIFIK

Monitoring Suhu bawah Laut Pasifik, periode Juli - Desember 2017 terjadi pendinginan pada lapisan 0-200 m dibawah permukaan dan meluas di lapisan bawah. Periode Januari-Februari 2018 anomali negative semakin melemah/menuju netralnya, seiring dengan terbentuknya anomali positif pada sub surface di barat Pasifik, memberikan indikasi bahwa kondisi La Nina tidak akan bertahan lama.

ANALISIS DAN PREDIKSI MJO

Analisis tanggal 1 Maret 2018 MJO aktif di bagian tengah Samudera Hindia anatara Phase 2 dan 3, dan diprediksi tetap aktif selama Dasarian I Maret 2018. Berdasarkan peta prediksi spasial anomali OLR, wilayah Indonesia bagian barat didominasi wilayah konvektif sedangkan bagaian timur sebagian dalam kondisi kering/subsiden selama dasarian I Maret 2018, yang berdampak bertambahnya potensi curah hujan dibagian barat sedangkan bagian timur di timur Papua ada penghambatan pembentukan awan hujan.

Analisis tanggal 28 Februari 2018 MJO aktif di bagian tengah Samudera Hindia anatara Phase 2 dan 3, dan diprediksi tetap aktif selama Dasarian I Maret 2018. Berdasarkan peta prediksi spasial anomali OLR, wilayah Indonesia bagian barat didominasi wilayah konvektif sedangkan bagaian timur didominasi kondisi kering/subsiden selama dasarian I Maret 2018, yang berdampak bertambahnya potensi curah hujan dibagian barat sedangkan bagian timur dapat menghambat pembentukan awan hujan.

ANALISIS CURAH HUJAN DASARIAN FEBRUARI III 2018 Dan PRAKIRAAN CURAH HUJAN Update Tanggal 1 Maret 2018

ANALISIS HUJAN BULAN FEBRUARI 2018

Umumnya curah hujan pada bulan Februari 2018 > 100 mm (kriteria Menengah – Sangat Tinggi). Curah hujan > 300 mm (kriteria Tinggi-Sangat Tinggi) terjadi di hampir seluruh P Jawa terutama di Jabar, DKI, Jateng, DIY dan Jatim, Bali, sebagian Kalteng bag Utara, sebagian Lampung, Sulsel bag selatan, Sultra bag Utara, Sulteng bag Tenggara dan Papua bag Tengah. Curah hujan antara 100 – 300 mm terjadi di Aceh, sebagian Sumut, Riau, sebagian Sumbar, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Kepri, Babel, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kaltara,sebagian besar Sulbar, Sulsel, Sulteng, Gorontalo, NTT, NTB, Maluku, Malut dan Papua Barat.
Sifat hujan pada bulan Februari 2018 bervariasi Bawah Normal – Atas Normal. Sifat hujan Atas Normal terjadi di sebagian besar Sumbar bag Utara, spot-spot di Jambi, Sumsel dan Lampung, sebagian Jabar bag tengah, Jateng bag Utara, Jatim bag Barat, sebagian besar Kalteng, sebagian Kalbar bag Selatan, Kalsel, Sulsel bag Tengah, sebagian besar Sultra, Sulteng bag Timur dan Sulut serta spot-spot di Malut dan Papua. Sifat Hujan Bawah Normal terjadi di sebagian besar Aceh, Riau bag Timur, Kepri, Jambi, Babel, sebagian Kalbar bag Utara, sebgaian NTB, NTT, Sulbar, Sulteng, Maluku bag Barat dan Papua bag Tengah. Sedangkan sifat hujan Normal terjadi di sebagian kecil Aceh bag Barat, sebagian Sumut, Riau bag Barat, Jambi bag Selatan, Bengkulu, Sumsel, Jabar bag Utara dan Selatan, Jateng, Jatim, Kalbar bag Timur, Kaltim, Kaltara, Bali, sebagian kecil Sulbar, Sulteng, Maluku bag Timur dan sebagian besar Papua Barat dan Papua..

ANALISIS CURAH DAN SIFAT HUJAN DASARIAN III FEBRUARI 2018

Umumnya curah hujan pada Das III Februari 2018 dominan <150 mm (Rendah – Menengah). Curah hujan > 150 mm (kriteria Tinggi-Sangat Tinggi) terjadi di sebagian kecil Sumbar dan Sumsel; sebagian Lampung, Jabar dan Jateng; sebagian kecill Jatim, Kalbar, Kalteng, Sulbar, Sulsel, Sultra dan Papua. Curah hujan Menengah (50-150 mm) terjadi di sebagian Aceh dan Sumut; sebagian besar Sumbar, Riau dan Bengkulu; Jambi, sebagian besar Babel, dan Sumsel; sebagian kecil Lampung, sebagian besar Banten; DKI; sebagian Jabar; sebagia besar Jateng, dan Jatim; Bali; sebagian NTB dan sebagian NTT; sebagian besar Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim; sebagian kecil Sulut; sebagian besar Gorontalo, Sulbar, Sulteng dan Sultra; sebagian Sulteng, Maluku dan Maluku Utara; sebagian besar Papua Barat dan Papua. Curah hujan < 50 mm (kriteria Rendah) terjadi di sebagian Aceh, Sumut, dan Riau; sebagian kecil Bengkulu, Babel, Banten, Jabar dan Jateng; sebagian DIY; sebagian kecil Jatim; sebagian NTB dan NTT; sebagian kecil Kalbar, Kalteng dan Kalsel; sebagian Kaltim, Gorontalo, dan Sulteng dan Sulsel; sebagian kecil Sulbar dan Sultra; sebagian Maluku dan Maluku Utara; sebagian kecil Papua Barat dan Papua.
Sifat hujan pada Das III Februari 2018 dominan Atas Normal untuk Indonesia bagian barat dan tengah serta dominan Normal untuk Indonesia bagian timur. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di sebagian Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Bengkulu, Jambi, Babel, Sumsel dan Lampung; sebagian besar Banten; sebagian DKI, Jabar, dan Jateng; DIY; sebagian Jatim; Bali; sebagian besar NTB dan NTT; sebagian Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kalsel; sebagian Sulut, Sultra, Sulteng, Sulsel, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Sifat hujan Atas Normal terjadi di sebagian Aceh, Sumut dan Sumsel; sebagian besar Riau, Sumbar, Bengkulu, Babel, Sumsel Lampung dan Jabar; sebagian Jateng, Jatim, Bali dan NTT; sebagian besar Kalbar dan Kalteng; sebagian Kalsel dan Kaltim; sebagian besar Sulut, Gorontalo, Sulbar, Sulsel dan Sultra; sebagian Sulteng, Maluku, Papua Barat dan Papua. Sedangkan sifat hujan Normal terjadi di sebagian besar Aceh, Jambi dan Sumsel; sebagian Sumut, Riau, Sumbar, Bengkulu, Lampung, DKI dan Jabar; sebagian Jateng, Jatim, Bali, NTB dan NTT; sebagian Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalsel, Sulut, Sulteng, dan Sulbar; sebagian Sulsel, Sultra, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

MONITORING HARI TANPA HUJAN (HTH) (PEMUTAKHIRAN DAS III FEBRUARI 2018)

PRAKIRAAN DAN PELUANG CURAH HUJAN

PRAKIRAAN HUJAN DASARIAN (UPDATE 01 MARET 2018)

PRAKIRAAN DAN PELUANG HUJAN DASARIAN (UPDATE 01 MARET 2018)

PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULANAN – 2018

PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULANAN – 2018

PELUANG CURAH HUJAN BULANAN – 2018

Peluang hujan melebihi kriteria MENENGAH (curah hujan > 150 mm/ bulan)

Peluang hujan melebihi kriteria TINGGI (curah hujan > 300 mm/ bulan)

RANGKUMAN

PREDIKSI DASARIAN I MARET 2018
Aliran massa udara di selatan equator masih didominasi Angin Baratan. Pertemuan angin terjadi di Sumatera bag.selatan, Kalimantan Tengah serta belokan angin terjadi di sekitar perairan barat Sumatera, Jawa, Sulawesi bagian utara hingga Maluku Utara yang mendukung pembentukan awan hujan diwilayah tersebut. Berdasarkan indeks Monsun Asia dan Australia, peluang penambahan curah hujan secara umum tidak signifikan/sesuai klimatologisnya di bulan Maret, di wilayah Indonesia bagian barat peluang penambahan pembentukan awan hujan bertambah seiring dengan aktifnya MJO di Samudera Hindia dan konvektif di Indonesia barat, namun kurang didukung dengan sst di Indonesia barat.
Anomali SST Indonesia selama Maret 2018, diprediksi dalam kondisi netralnya, anomaly positif mendominasi bagian utara Papua sampai Sulawesi; Wilayah Nino3.4 masih berada dalam kondisi anomali negatif; dan Wilayah Samudera Hindia diprediksi menghangat pada Maret 2018.

Prediksi curah hujan dasarian I Maret 2018 : Secara umum pada kisaran menengah (50-150mm/das), kecuali di Pesisir Timur Sumatera bagian utara mulai Aceh Sumatera Utara, P.Sumbawa bag.barat curah hujan diprediksi rendah (<50 mm/das). Sedangkan sebgaian kecil Jabar bag.barat, sebelah barat Kendari, dan Peguanungan Jayawijaya pada kisaran 150-200mm/Das.

Waspada Curah Hujan Tinggi
Berpeluang Pesisir Selatan Sumatera, sebagian besar Jawa mulai Banten sampai Banyuwangi, Kalimantan Tengah bag.utara dan sekitarnya, Sulawesi Bagaian Selatan dan sebagian besar Papua.

PREDIKSI BULAN MARET 2018
Curah Hujan secara umum pada kisaran menengah hingga tinggi (200 - 500mm/bulan). Curah Hujan tinggi berpeluang terjadi di pesisir selatan Aceh, Bengkulu, bag.barat jambi dan Sumsel, Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Tengah bag.uatar dan sekitarnya, Kaltara dan Kaltim bag.barat, Sulawesi bagian utara dan tengah, dan sekitar Makasar, Maluku dan sebagian besar Papua. Dengan curah Hujan sangat tinggi (>500mm/bulan) Sifat Hujan didominasi Normal sampai Atas Normal. Wilayah Sumatera bag utara, Jawa, Kaltim dan Kaltara, sebagaian besar Sulawesi, Maluku dan Papua Barat merupakan daerah yang diprediksi akan memiliki sifat hujan Atas Normal.