Analisis Indeks Presipitasi Terstandarisasi (SPI) 3 Bulanan Bulan April - Mei - Juni Tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur

Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis Bulan April - Mei - Juni 2018

Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis bulan April hingga Juni 2018 Provinsi Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kering (9,0%), Kering (19,1%), Agak Kering (28,0%), dan Normal (43,9%).

Standardized Precipitation Index (SPI)
SPI adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma. Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:
a. Tingkat Kekeringan:
1) Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00 dengan probabilitas 2,3%
2) Kering : Jika nilai SPI -1,50 s/d -1,99 dengan probabilitas 4,4%
3) Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49 dengan probabilitas 9,2%


b. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99 dengan probabilitas 68,2%


c. Tingkat Kebasahan:
1) Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00 dengan probabilitas 2,3%
2) Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99 dengan probabilitas 4,4%
3) Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49 dengan probabilitas 9,2%
Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya).
Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.

Peta Analisis Indeks Presipitasi Terstandarisasi (SPI) 3 Bulanan Bulan April - Mei - Juni Tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur
Peta Analisis Indeks Presipitasi Terstandarisasi (SPI) 3 Bulanan Bulan April - Mei - Juni Tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur

Tabel Analisis Indeks Presipitasi Terstandarisasi (SPI) 3 Bulanan Bulan April - Mei - Juni Tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur

KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Sangat Kering Terjadi di sebagian kecil kabupaten meliputi : Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Tulungagung, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Kering Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Blitar, Tulungagung, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.
Terjadi di sebagian kabupaten/kota meliputi : Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Ponorogo.
Terjadi di sebagian besar Kabupaten Pacitan.
Agak Kering Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi: Jombang, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bangkalan, dan Sampang.
Terjadi di sebagian kabupaten/kota meliputi: Pacitan, Gresik, Tulungagung, Kediri, Blitar, Malang, dan Pasuruan.
Terjadi di sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Sumenep.
Terjadi di seluruh Kota Batu, Kabupaten Pamekasan, dan Pulau Bawean.
Normal Terjadi di sebagian kecil kabupaten/kota meliputi : Pacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Madiun, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Situbondo.
Terjadi di sebagian kabupaten/kota meliputi : Trenggalek, Nganjuk, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Pasuruan, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Terjadi di sebagian besar kabupaten/kota meliputi : Blitar, Kediri, Jombang, Malang, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bangkalan, dan Sampang. Serta di seluruh Pulau Kangean.

Analisis Kebasahan dengan metode SPI bulan April - Mei - Juni 2018 adalah sebagai berikut:

KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
Agak Basah Tidak Terjadi
Basah Tidak Terjadi
Sangat Basah Tidak Terjadi