|Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Tahun 2020

|Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Tahun 2020
  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan September 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan September 2020 berkisar 0 – 348 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Lumajang, Malang, Pacitan, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian Bojonegoro, Jember, Kediri, dan Ngawi.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Bondowoso, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Situbondo.
    0 - 20 mm Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Gresik, Madiun, Magetan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Surabaya.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jombang, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian Batu, Jember, Kediri, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro dan Tuban.
    21 - 50 mm Terjadi di seluruh Pulau Kangean.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian besar Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, dan Pacitan.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Lumajang, dan Malang.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Agustus 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Agustus 2020 berkisar 0 – 655 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian Jombang, Kediri, Magetan, dan Trenggalek.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian besar Pulau Bawean, Blitar, Pulau Kangean, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, dan Tulungagung.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Pulau Bawean, Blitar, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, dan Tulungagung.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian Bondowoso, Pulau Kangean, Lumajang, Magetan, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, dan Sidoarjo.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Batu, Bojonegoro, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Madiun, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Batu, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Bondowoso, Lamongan, Lumajang, Malang, Ngawi, Pasuruan, dan Sumenep.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Malang.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Ngawi.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Lumajang, Malang, dan Ngawi.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, dan Lumajang.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Agustus 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Juli 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Juli 2020 berkisar 0 – 655 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Probolinggo, Sumenep, dan Tuban.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Lamongan, Nganjuk, Pasuruan, dan Trenggalek.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian besar Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Madiun, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Situbondo, dan Tulungagung.
    0 - 20 mm Terjadi di seluruh Magetan, Ngawi, Sampang, Sidoarjo, dan Surabaya.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Madiun, Pacitan, Pamekasan, dan Ponorogo.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Situbondo, dan Tulungagung.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Pulau Bawean, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lamongan, Nganjuk, Probolinggo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Pulau Bawean, Jombang, Lumajang, Malang, dan Nganjuk.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Malang, Pasuruan, dan Situbondo.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Pulau Kangean, dan Lumajang.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Pasuruan.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi dan Bondowoso.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Juli 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Juni 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Juni 2020 berkisar 0 – 421 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Gresik, Jember, Malang, Mojokerto, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, dan Sidoarjo.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian Jombang, Lamongan, dan Probolinggo.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Bondowoso, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Situbondo, dan Tuban.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Pulau Kangean, Kediri, Magetan, Malang, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Sidoarjo.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian besar Lamongan, Mojokerto, dan Sampang.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Jombang, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Sampang, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Gresik, Jember, Kediri, Mojokerto, Pacitan, Ponorogo, dan Probolinggo.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Batu, Pulau Kangean, Pamekasan, Sidoarjo, Sumenep, dan Surabaya.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Batu, Gresik, Jember, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Malang, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tulungagung.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian besar Blitar, Kediri, Lumajang, dan Pacitan.
    101 - 150 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Jember, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, dan Surabaya.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Lumajang, Malang, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian besar Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Jember, Lumajang, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, dan Tulungagung.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian Malang dan Trenggalek.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Lumajang, Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Lumajang, Pacitan, dan Trenggalek.


  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan AGUSTUS Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Mei 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan AGUSTUS Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Mei 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan AGUSTUS Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Mei 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan AGUSTUS 2020 - Update dari Analisis Bulan Mei 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 0 – 155 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Juni 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan Agustus 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 0 - 20 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
    BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Gambiran.
    BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian: Cluring, Kalipuro, dan Siliragung.
    BANYUWANGI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Muncar, Tegaldlimo, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 0 - 20 mm Seluruh: Purwoharjo.
    BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian: Bangorejo, Muncar, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Cluring, Gambiran, Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, dan Siliragung.
    BANYUWANGI 21 - 50 mm Seluruh: Banyuwangi, Genteng, Giri, Glagah, Kabat, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Singojuruh, Songgon, Srono, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Glenmore dan Kalibaru.
    BLITAR 0 - 20 mm Sebagian: Selorejo dan Wates.
    BLITAR 0 - 20 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, dan Wlingi.
    BLITAR 0 - 20 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Garum.
    BLITAR 21 - 50 mm Sebagian: Doko dan Wlingi.
    BLITAR 21 - 50 mm Sebagian Besar: Selorejo dan Wates.
    BOJONEGORO 0 - 20 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Tem
    BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Sempol.
    BONDOWOSO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Sumber Wringin, dan Tlogosari.
    BONDOWOSO 0 - 20 mm Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Pujer, Sukosari, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Botolinggo dan Cermee.
    BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian: Sumber Wringin dan Tlogosari.
    BONDOWOSO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Sempol.
    GRESIK 0 - 20 mm Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
    JEMBER 0 - 20 mm Sebagian: Silo.
    JEMBER 0 - 20 mm Sebagian Besar: Ledokombo, Puger, Sumberjambe, dan Tempurejo.
    JEMBER 0 - 20 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumbersari, Tanggul, Umbulsari, da
    JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Puger dan Sumberjambe.
    JEMBER 21 - 50 mm Sebagian: Ledokombo dan Tempurejo.
    JEMBER 21 - 50 mm Sebagian Besar: Silo.
    JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian: Wonosalam.
    JOMBANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bareng.
    JOMBANG 0 - 20 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bareng.
    JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
    KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Grogol, Gurah, Kayen Kidul, Kepung, Mojo, Papar, dan Puncu.
    KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian: Kandangan, Ngadiluwih, Plosoklaten, dan Tarokan.
    KEDIRI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Badas, Kandat, Pare, Plemahan, Purwoasri, dan Wates.
    KEDIRI 0 - 20 mm Seluruh: Kras, Kunjang, Ngancar, dan Ringinrejo.
    KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Badas, Kandat, Plemahan, dan Purwoasri.
    KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian: Pare dan Wates.
    KEDIRI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Grogol, Gurah, Kandangan, Kayen Kidul, Kepung, Mojo, Ngadiluwih, Papar, Plosoklaten, Puncu, dan Tarokan.
    KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Ngasem, Pagu, dan Semen.
    KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
    KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian: Batu.
    KOTA BATU 0 - 20 mm Sebagian Besar: Junrejo.
    KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian: Junrejo.
    KOTA BATU 21 - 50 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji.
    KOTA BLITAR 0 - 20 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 21 - 50 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 0 - 20 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manungg
    LAMONGAN 0 - 20 mm Seluruh: Babat, Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung
    LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Padang, Sumbersuko, dan Tempeh.
    LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian: Kedungjajang.
    LUMAJANG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Klakah, Kunir, Lumajang, Ranuyoso, Sukodono, dan Tekung.
    LUMAJANG 0 - 20 mm Seluruh: Jatiroto, Randuagung, Rowokangkung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Klakah, Kunir, Pasrujambe, Pronojiwo, Senduro, Sukodono, Tekung, dan Tempursari.
    LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian: Candipuro, Lumajang, dan Ranuyoso.
    LUMAJANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Padang, Sumbersuko, dan Tempeh.
    LUMAJANG 21 - 50 mm Seluruh: Pasirian.
    LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Padang dan Tempeh.
    LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Gucialit.
    LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Candipuro, Pasrujambe, Pronojiwo, Senduro, dan Tempursari.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pasrujambe.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Senduro.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Senduro.
    MADIUN 0 - 20 mm Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MAGETAN 0 - 20 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MALANG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Donomulyo, Kalipare, dan Ngantang.
    MALANG 0 - 20 mm Sebagian: Dau.
    MALANG 21 - 50 mm Sebagian: Ampelgading dan Sumbermanjing.
    MALANG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Dampit, Dau, Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Ngantang, Poncokusumo, dan Tirto Yudo.
    MALANG 21 - 50 mm Seluruh: Bantur, Bululawang, Gondanglegi, Jabung, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Dampit.
    MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Gedangan, Poncokusumo, dan Tirto Yudo.
    MALANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ampelgading dan Sumbermanjing.
    MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Poncokusumo.
    MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Dlanggu, Mojosari, dan Ngoro.
    MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian: Bangsal dan Jatirejo.
    MOJOKERTO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Mojoanyar dan Puri.
    MOJOKERTO 0 - 20 mm Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jetis, Kemlagi, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar dan Puri.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dlanggu, Jatirejo, Mojosari, dan Ngoro.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Seluruh: Gondang, Kutorejo, Pacet, Pungging, dan Trawas.
    NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian: Ngronggot.
    NGANJUK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Loceret, Ngetos, Pace, Prambon, dan Sawahan.
    NGANJUK 0 - 20 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pace dan Sawahan.
    NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian: Loceret, Ngetos, dan Prambon.
    NGANJUK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ngronggot.
    NGAWI 0 - 20 mm Sebagian: Karanganyar.
    NGAWI 0 - 20 mm Sebagian Besar: Ngrambe, Sine, dan Widodaren.
    NGAWI 0 - 20 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Ngawi, Padas, Pangkur, Paron, dan Pitu.
    NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Ngrambe.
    NGAWI 21 - 50 mm Sebagian: Sine dan Widodaren.
    NGAWI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Karanganyar.
    NGAWI 21 - 50 mm Seluruh: Mantingan.
    PACITAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Donorojo dan Tulakan.
    PACITAN 0 - 20 mm Sebagian: Arjosari dan Punung.
    PACITAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Tegalombo.
    PACITAN 0 - 20 mm Seluruh: Bandar dan Nawangan.
    PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Tegalombo.
    PACITAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Arjosari, Donorojo, Punung, dan Tulakan.
    PACITAN 21 - 50 mm Seluruh: Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, dan Sudimoro.
    PAMEKASAN 0 - 20 mm Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwodadi, Puspo, dan Tutur.
    PASURUAN 0 - 20 mm Sebagian Besar: Gempol, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Purwosari, dan Sukorejo.
    PASURUAN 0 - 20 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, Winongan, dan Wonorejo.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Pandaan, Pasrepan, Purwosari, dan Sukorejo.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Gempol dan Lumbang.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, Puspo, Tosari, dan Tutur.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Puspo, dan Tutur.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Tosari.
    PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian: Ngrayun dan Sawoo.
    PONOROGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bungkal, Pudak, Sambit, dan Sooko.
    PONOROGO 0 - 20 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pulung, Sampung, Siman, Slahung, dan Sukorejo.
    PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bungkal, Pudak, dan Sooko.
    PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian: Sambit.
    PONOROGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Ngrayun dan Sawoo.
    PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Kuripan.
    PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian: Lumbang.
    PROBOLINGGO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Bantaran.
    PROBOLINGGO 0 - 20 mm Seluruh: Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Krucil, Leces, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tiris, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bantaran.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Sukapura.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Kuripan, Lumbang, dan Sumber.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lumbang.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Sukapura dan Sumber.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Sumber.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Sukapura.
    SAMPANG 0 - 20 mm Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SIDOARJO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Krembung dan Prambon.
    SIDOARJO 0 - 20 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Krembung.
    SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian: Prambon.
    SITUBONDO 0 - 20 mm Sebagian Besar: Arjasa.
    SITUBONDO 0 - 20 mm Seluruh: Asembagus, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjasa.
    SUMENEP 0 - 20 mm Seluruh: Ambunten, Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, Sapeken,
    TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian: Bendungan.
    TRENGGALEK 0 - 20 mm Sebagian Besar: Durenan.
    TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
    TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian: Durenan.
    TRENGGALEK 21 - 50 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, Panggul, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 21 - 50 mm Seluruh: Gandusari, Karangan, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu.
    TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Dongko, Kampak, dan Panggul.
    TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian: Watulimo.
    TRENGGALEK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Munjungan.
    TUBAN 0 - 20 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Kecil: Besuki.
    TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian: Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Kalidawir, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 0 - 20 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Campur Darat dan Kalidawir.
    TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Sebagian Besar: Besuki, Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG 21 - 50 mm Seluruh: Bandung.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Juni 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Mei 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Mei 2020 berkisar 16 – 710 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bondowoso, dan Sampang.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bondowoso, Pamekasan, Sampang, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Lumajang, Mojokerto, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Bondowoso, Pamekasan, dan Sampang.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian besar Situbondo.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, dan Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Mojokerto, Ponorogo, Situbondo, dan Tulungagung.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian besar Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Tuban.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Pamekasan, Sampang, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Bojonegoro, Jember, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian besar Gresik, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, dan Sidoarjo.
    151 - 200 mm Terjadi di seluruh Pulau Kangean.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Gresik, Mojokerto, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lamongan, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, dan Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, dan Surabaya.
    201 -300 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian Kediri, Lumajang, Malang, dan Probolinggo.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Nganjuk, Probolinggo, dan Trenggalek.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Jember, dan Trenggalek.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan April 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan April 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan April 2020 berkisar 0 – 785 mm..


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, dan Situbondo.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Situbondo.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Pacitan, Ponorogo, Situbondo, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Batu, Gresik, Jember, Jombang, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian besar Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Ponorogo, Situbondo, Surabaya, dan Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Nganjuk, Probolinggo, dan Tulungagung.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Batu, Gresik, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Tuban.
    201 -300 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Batu, Gresik, Jember, Nganjuk, Probolinggo, dan Tuban.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Jombang, Lamongan, dan Mojokerto.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian Jombang dan Surabaya.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Blitar, Jember, Jombang, Lamongan, Malang, dan Mojokerto.
    > 500 mm Terjadi di sebagian Surabaya.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan April 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Maret 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Maret 2020 berkisar 24 – 1020 mm..


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Sampang dan Situbondo.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Probolinggo, Sampang, Situbondo, dan Tuban.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Madiun, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pamekasan, Probolinggo, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Bangkalan dan Situbondo.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian besar Sampang dan Sumenep.
    151 - 200 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Batu, Kediri, Lumajang, Pacitan, Sampang, dan Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, dan Sumenep.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lamongan, Madiun, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Lamongan, Madiun, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Surabaya, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Batu, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Probolinggo, dan Tulungagung.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, dan Trenggalek.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Februari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan Februari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Maret 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Februari 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Februari 2020 berkisar 101 – 1074 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.





    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN

    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Jember, Ponorogo, Sampang, Situbondo, dan Tuban.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, Pacitan, Ponorogo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    201 - 300 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, dan Trenggalek.
    201 - 300 mm Terjadi di sebagian Bondowoso, Jember, Malang, Pacitan, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    201 - 300 mm Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Blitar, Sampang, dan Tuban.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Batu, Jombang, Pasuruan, Probolinggo, dan Surabaya.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Sampang, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Gresik, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Sumenep, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Magetan, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian Bangkalan, Batu, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Ngawi, Ponorogo, Surabaya, dan Tulungagung.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Jombang, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, dan Probolinggo.
    401 - 500 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Situbondo, dan Tulungagung.
    > 500 mm Terjadi di sebagian Jombang, Pasuruan, dan Probolinggo.
    > 500 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya.


  • |Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Bulan Januari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    |Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Bulan Januari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Februari 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan Januari 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan Januari 2020 berkisar 20 – 720 mm.





    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN

    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Malang, dan Probolinggo.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, Pamekasan, Probolinggo, dan Situbondo.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang,
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian Bondowoso, Jember, dan Situbondo.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Jombang, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, dan Sidoarjo.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Lamongan, Lumajang, Madiun, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, dan Trenggalek.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jember, Magetan, Malang, Pamekasan, Sampang, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Magetan, Pamekasan, Situbondo, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Lumajang, dan Malang.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Sumenep, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Situbondo, dan Trenggalek.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian Jombang dan Probolinggo.
    401 - 500 mm Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean.
    > 500 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Jombang, Malang, Mojokerto, Pacitan, dan Probolinggo.
    > 500 mm Terjadi di seluruh Pulau Bawean.


  • |Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Tahun 2020

    |Analisis - Bulanan| Distribusi Curah Hujan Tahun 2020