( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020

( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020
  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Desember Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Desember Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Desember Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Desember 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 10,5 %

    Kurang 9,1 %

    Sedang 10,5 %

    Cukup 32,7 %

    Sangat Cukup 37,2 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Desember Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Probolinggo, Sidoarjo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Jombang, Pasuruan, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian Jombang, Mojokerto, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Bondowoso, Gresik, Ponorogo, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Batu, Madiun, Magetan, Malang, Pacitan, Pamekasan, Situbondo, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Gresik, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tuban.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Kediri, Nganjuk, Sumenep, dan Surabaya.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jombang, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Sidoarjo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Jember, Pulau Kangean, Lamongan, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Batu, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Pacitan, Pamekasan, dan Sampang.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Pulau Bawean dan Ngawi.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan November Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan November Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan November Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan November 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 46,9 %

    Kurang 13,2 %

    Sedang 10,3 %

    Cukup 20,0 %

    Sangat Cukup 9,6 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan November Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Pulau Kangean, Lumajang, Malang, Ngawi, dan Pacitan.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Jombang, Mojokerto, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Gresik, Lamongan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Surabaya.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Bondowoso, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, dan Tuban.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Bojonegoro dan Ngawi.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Tuban, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Ngawi, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Batu, Pulau Kangean, dan Pacitan.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Oktober Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Oktober Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Oktober Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Oktober 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 76,5 %, Kurang 8,8 %, Sedang 5,7 %, Cukup 7,5 % dan Sangat Cukup 1,5 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Oktober Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Pacitan.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Lamongan, Madiun, Magetan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Batu, Lumajang, Malang, Ngawi, dan Pacitan.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Pacitan.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Ngawi, Pacitan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan September 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 88,3 %, Kurang 6,4 %, Sedang 2,3 %, Cukup 2,5 % dan Sangat Cukup 0,5 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Pulau Kangean, Lamongan, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Malang.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Pasuruan.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Lumajang, dan Malang.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Agustus 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 83,1 %, Kurang 9,7 %, Sedang 3,6 %, Cukup 3,0 % dan Sangat Cukup 0,6 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Batu, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Lamongan, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Batu.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, dan Pasuruan.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Lumajang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, dan Lumajang.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Juli 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 66,4%, Kurang 18,3%, Sedang 6,8%, Cukup 7,2% dan Sangat Cukup1,3%.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Lumajang dan Malang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Kediri, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Lamongan, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Jombang, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, dan Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Batu dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Batu dan Malang.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Batu, Bondowoso, Jember, Kediri, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Juni 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 21,0%, Kurang 39,0%, Sedang 15,5%, Cukup 18,2% dan Sangat Cukup6,3%.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Gresik, Jember, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Pamekasan, Sampang, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Kangean.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Kediri, Lumajang, Sampang, Situbondo, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lamongan, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, dan Sidoarjo.
    Kurang Terjadi di seluruh Magetan.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Gresik, Jombang, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Jember, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, dan Surabaya.
    Sedang Terjadi di sebagian besar Kediri.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bondowoso, Jember, Jombang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, dan Surabaya.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Kediri, Pacitan, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Batu, Lumajang, Malang, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Kediri, Pacitan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Mei 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 5,9%, Kurang 7,3%, Sedang 7,5%, Cukup 30.1% dan Sangat Cukup49,2%.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pacitan, Probolinggo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Sampang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean dan Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian Pulau Kangean, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Sampang.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Sumenep.
    Sedang Terjadi di sebagian besar Pamekasan.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Jombang, Lumajang, Madiun, Magetan, Sampang, Situbondo, dan Sumenep.
    Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Gresik, Ponorogo, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Bondowoso, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Probolinggo, dan Sidoarjo.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Pulau Bawean, Malang, Nganjuk, dan Ngawi.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan April 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 3,7%, Kurang 6,5%, Sedang 6,7%, Cukup 26.6% dan Sangat Cukup56,5%.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Pacitan, Probolinggo, Sampang, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pacitan, Probolinggo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Sampang dan Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, dan Tuban.
    Sedang Terjadi di sebagian Sampang, Sumenep, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Jember, Jombang, Lamongan, Magetan, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Situbondo, dan Surabaya.
    Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Kediri, Lumajang, Madiun, Pacitan, Probolinggo, dan Sampang.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Pamekasan, Ponorogo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Surabaya.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Pulau Bawean, Gresik, Mojokerto, Ngawi, dan Sidoarjo.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Maret 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 4,3%, Kurang 5,6%, Sedang 5,1%, Cukup 20.1 % dan Sangat Cukup 64,9%.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman satu meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pamekasan, Probolinggo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Sampang, Situbondo, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pacitan, Pamekasan, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Sampang.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Magetan, Pacitan, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Ngawi, Probolinggo, Sampang, Situbondo, dan Surabaya.
    Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Magetan, Pacitan, Pamekasan, Trenggalek, dan Tuban.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Sumenep dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Pamekasan, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pacitan, Probolinggo, Surabaya, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Pulau Bawean, Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Februari 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 8,0 %, Kurang 10,0 %, Sedang 8,7 %, Cukup 26.2 % dan Sangat Cukup 47,1 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman satu meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:





    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S

    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari 2020





    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN

    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Lumajang, Malang, Pacitan, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Sumenep, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Jember, Situbondo, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Lamongan, Lumajang, Malang, Pacitan, Pamekasan, Probolinggo, Sumenep, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Sampang.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Magetan, Malang, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    Sedang Terjadi di sebagian Pacitan dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Jombang, Madiun, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Surabaya, dan Tuban.
    Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Magetan, Pacitan, Pamekasan, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Gresik, Malang, Sumenep, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Pacitan, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Bojonegoro, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Surabaya.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Pulau Bawean, Mojokerto, Nganjuk, dan Sidoarjo.


  • ( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    ( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Januari 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 36,3 %, Kurang 20,3 %, Sedang 12,7 %, Cukup 23.6 % dan Sangat Cukup 7,1 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman satu meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:





    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S

    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari 2020





    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN

    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, dan Sumenep.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pamekasan, Ponorogo, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Gresik, Lamongan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Surabaya dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Pulau Kangean, Madiun, Mojokerto, Ngawi, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Magetan, Malang, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Sumenep.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Magetan, Mojokerto, Pasuruan, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Pulau Bawean, Gresik, Lamongan, Pamekasan, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Magetan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Madiun, Nganjuk, dan Ngawi.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Pulau Kangean, Nganjuk, dan Ngawi.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Batu dan Pulau Bawean.


  • ( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020

    ( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020