( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2021

( Analisis - Bulanan ) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2021
  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan September 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 75,7 %

    Kurang 11,2 %

    Sedang 5,5 %

    Cukup 5,8 %

    Sangat Cukup 1,8 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Pulau Kangean, dan Malang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jombang, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Jember, Kediri, Malang, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Batu dan Pulau Kangean.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Pulau Kangean dan Malang.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, dan Nganjuk.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Agustus 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 76,3 %

    Kurang 12,5 %

    Sedang 4,7 %

    Cukup 5,0 %

    Sangat Cukup 1,5 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Malang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Lamongan, Magetan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Malang, Pacitan, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Batu.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Malang.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Lumajang dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Kediri, Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Trenggalek.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Juli 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 55,0 %

    Kurang 25,5 %

    Sedang 11,1 %

    Cukup 7,7 %

    Sangat Cukup 0,7 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Juli Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Pulau Kangean, Kediri, Magetan, Malang, Ngawi, dan Ponorogo.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Madiun, Pacitan, dan Trenggalek.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean, Gresik, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Sidoarjo, dan Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Kediri, Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Malang dan Trenggalek.
    Sedang Terjadi di sebagian besar Batu dan Pulau Kangean.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bondowoso, Kediri, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Trenggalek


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Juni 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 25,5 %

    Kurang 23,0 %

    Sedang 12,3 %

    Cukup 27,1 %

    Sangat Cukup 12,1 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Juni Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Lumajang, Malang, Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Bangkalan, Jember, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Surabaya.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Gresik, Jombang, Sampang, Situbondo, Sumenep, dan Tuban.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ponorogo, Sampang, Situbondo, Sumenep, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Bojonegoro, Lamongan, Sidoarjo, dan Surabaya.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, dan Tuban.
    Sedang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Bondowoso, Madiun, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, dan Situbondo.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean, Kediri, Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Kediri, Lumajang, dan Ngawi.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Batu dan Malang.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Mei 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 11,2 %

    Kurang 46,0 %

    Sedang 22,6 %

    Cukup 19,1 %

    Sangat Cukup 1,1 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Mei Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Blitar, Sumenep, dan Tuban.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Surabaya.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Kediri, Lumajang, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo.
    Kurang Terjadi di sebagian Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Surabaya.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di seluruh Pulau Kangean dan Pamekasan.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Gresik, Magetan, Mojokerto, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.
    Sedang Terjadi di sebagian besar Madiun.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian Bondowoso, Lumajang, Madiun, Malang, Nganjuk, dan Probolinggo.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Batu, Kediri, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, dan Probolinggo.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan April 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Kurang 1,1 %

    Sedang 7,5 %

    Cukup 44,1 %

    Sangat Cukup 47,3 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan April Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Situbondo.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Jember, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Lumajang, Mojokerto, Pamekasan, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Jember, Situbondo, dan Sumenep.
    Sedang Terjadi di sebagian besar Sampang.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Jombang, Kediri, Lamongan, Malang, Nganjuk, dan Pasuruan.
    Cukup Terjadi di sebagian Pulau Kangean, Lumajang, Probolinggo, Sampang, Situbondo, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Mojokerto, Ngawi, Pamekasan, Sidoarjo, Sumenep, Surabaya, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Jember, Pamekasan, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Lumajang, Mojokerto, Ngawi, dan Tuban.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Madiun, Magetan, Pacitan, dan Ponorogo.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Maret 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sedang 0,3 %

    Cukup 8,1 %

    Sangat Cukup 91,6 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Maret Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, dan Situbondo.
    Sedang Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
    Cukup Terjadi di sebagian Blitar, Pacitan, Probolinggo, Sampang, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Situbondo.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Situbondo.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Pacitan, Probolinggo, Sampang, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Bangkalan, Batu, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, dan Surabaya.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Februari 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sedang 0,1 %

    Cukup 1,1 %

    Sangat Cukup 98,8 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Februari Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Cukup Terjadi di seluruh Pulau Bawean.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Surabaya.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur



    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Januari 2021 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria :

    Sangat Kurang 8,7 %

    Kurang 16,0 %

    Sedang 16,1 %

    Cukup 33,2 %

    Sangat Cukup 26,0 %


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Januari Tahun 2021






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, dan Trenggalek.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Jombang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sedang Terjadi di sebagian Situbondo.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Blitar, Gresik, Jember, Kediri, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Sampang, Sidoarjo, dan Sumenep.
    Cukup Terjadi di sebagian Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Jombang, Pulau Kangean, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan Trenggalek.
    Cukup Terjadi di sebagian besar Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Situbondo dan Tulungagung.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Trenggalek.
    Sangat Cukup Terjadi di seluruh Batu, Pulau Bawean, Bojonegoro, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Surabaya, dan Tuban.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2021

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Provinsi Jawa Timur Tahun 2021