Klimatologi

Klimatologi (berasal dari bahasa Yunani Kunoκλίμαklima, "tempat, wilayah, zona"; dan -λογία-logia "ilmu") adalah studi mengenai iklim, secara ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca yang dirata-ratakan selama periode waktu yang panjang.[1] Bidang studi ini dikategorikan sebagai cabang dari sains atmosfer dan subbidanggeografi fisik, yang merupakan salah satu dari sains bumi. Klimatologi juga mencakup aspek oseanografi danbiogeokimia. Pengetahuan dasar dari iklim bisa digunakan dalam peramalan cuaca menggunakan metode analogi dalam kasus ENSOOsilasi Madden-JulianOsilasi Atlantik Utara, dan sebagainya. Model iklim juga digunakan untuk mempelajari dinamika cuaca dan sistem iklim untuk memproyeksikan iklim di masa depan.

  • (Infografis - Bulanan) Prakiraan Curah Hujan Bulan NOVEMBER - DESEMBER Tahun 2020 - Bulan JANUARI Tahun 2021 Update Dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Infografis - Bulanan) Prakiraan Curah Hujan Bulan NOVEMBER - DESEMBER Tahun 2020 - Bulan JANUARI Tahun 2021 Update Dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Infografis - Bulanan) Prakiraan Curah Hujan Bulan NOVEMBER - DESEMBER Tahun 2020 - Bulan JANUARI Tahun 2021 Update Dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

  • (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 20 Oktober 2020

    (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 20 Oktober 2020 (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 20 Oktober 2020

  • (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update dari Analisis Bulan September 2020 (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update dari Analisis Bulan September 2020

    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH CUKUP

    Seluruh : Jawa Timur

    Dimana pada bulan ini diprakirakan curah hujan cukup sehingga menjadikan tanah dalam kondisi kapasitas lapang.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH SEDANG

    -

    Daerah – daerah tersebut telah terjadi pengurangan air tanah, sehingga prakiraan tingkat ketersediaan air tanah dibawah 60%.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KURANG

    -

    Pada daerah ini diprakirakan curah hujan diwilayah ini sebagian besar dalam kondisi kurang hingga kering, sehingga menjadikan tanah dalam kondisi dibawah Kandungan Air Tanah Optimum.




    ISTILAH – ISTILAH

    Suhu Udara Minimum Absolut merupakan suhu minimum harian terendah yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Suhu Udara Maksimum Absolutmerupakan suhu maksimum harian tertinggi yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Kelembaban Udara Relatif Rata-Rata (Relative Humidity, RH) merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada suatu waktu tertentu dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara tersebut pada tekanan dan temperatur yang sama.

    Kelembaban udara relatif dihitung sesuai dengan laporan FKlim dengan persamaan:

    RH rata-rata harian = ((2 X RH(07WS)) + RH(13WS) + RH(18WS)) / 4

    Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air cukup tersedia atau kapasitas lapang.

    Evapotranspirasi Aktual (Eta) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air yang tersedia terbatas atau dibawah kapasitas lapang.

    Kapasitas lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.

    Titik Layu Permanen (TLP) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.

    Ketersediaan Air bagi Tanaman (ATi) adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang dan titik layu permanen (TLP).

    Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan :

    ((KAT-TLP)/(KL-TLP)) x 100%

    dengan kriteria sebagai berikut :

    1. Kurang
      : jika ketersediaan air tanah < 40%
    2. Sedang
      : jika ketersediaan air tanah 40% - 60%
    3. Cukup
      : jika ketersediaan air tanah > 60%

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.

    Surplus merupakan air berlebih dari curah hujan setelah kandungan air tanah mencapai Kapasitas Lapang (KL). Dihitung berdasarkan curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan perubahan kandungan air tanah (CH-ETp-Dkat).

    Pengisian air tanah merupakan kondisi terjadinya peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat Kapasitas Lapang (KL).

    Defisit merupakan kondisi terjadinya penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

    Tingkat Kekeringan Berdasarkan Indeks Thornthwaite and Mather adalah tingkat kekeringan dari perhitungan empiris neraca air lahan dengan variabel curah hujan dan evapotranspirasi (ETp).

    Indeks kekeringan dihitung dengan nilai prosentase perbandingan antara nilai Defisit dan Evaporasi Potensial (PE) dengan persamaan :

    Ia = (D/PE)x100.

    Berdasarkan nilai indeks kekeringan dikategori sebagai berikut:

    Tingkat Kekeringan :

    1. Berat : Jika indeks kekeringan < 16.77
    2. Sedang : Jika indeks kekeringan 16.77 – 33.33
    3. Ringan : Jika indeks kekeringan > 33.

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman Lahan Gambut di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan gambut dan kehilangan air dari lahan gambut melalui proses evapotranspirasi dimana evapotranspirasi * 1.1 (nilai koefisien tanaman gambut).

    Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan gambut hanya berasal dari curah hujan dimana curah hujan *0.164 (nilai intersepsi lahan gambut) dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter atau pada kedalaman gambut dangkal.

    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue (DENV). DBD termasuk salah satu penyakit berbasis lingkungan yang sering mewabah di wilayah Indonesia.

    Kecocokan Iklim untuk perkembangan nyamuk DBD merupakan kondisi iklim yang menggambarkan kecocokan iklim untuk perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD.

    Parameter iklim yang digunakan adalah Kelembaban Udara Relatif (RH) dengan batasan RH>75%.

    Angka Insiden (AI) / Incident Rate (IR) menunjukkan jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk di suatu wilayah dengan persamaan :

    AI = (Jumlah kasus DBD/jumlah penduduk)*100.000

    Prakiraan Angka Insiden (AI) dihitung dengan menggunakan persamaan Regresi Binomial Negatif dengan persamaan sebagai berikut :

    ln (Yt) = a ln(Yt-1) + b ln(Yt-2) + c RHt-1

    dimana:

    Yt = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t

    Yt-1 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-1

    Yt-2 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-2

    RHt-1 = kelembaban udara pada bulan ke t-1

  • (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020 (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH CUKUP

    Sebagian Besar : Jawa Timur

    Dimana pada bulan ini diprakirakan curah hujan cukup sehingga menjadikan tanah dalam kondisi kapasitas lapang.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH SEDANG

    Sebagian Kecil : Kota Surabaya dan Pamekasan

    Sebagian : Lamongan, Gresik, Bangkalan dan Sampang

    Daerah – daerah tersebut telah terjadi pengurangan air tanah, sehingga prakiraan tingkat ketersediaan air tanah dibawah 60%.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KURANG

    Sebagian Kecil : Lamongan dan Sampang

    Sebagian : Bangkalan dan Gresik

    Sebagian Besar : Kota Surabaya

    Pada daerah ini diprakirakan curah hujan diwilayah ini sebagian besar dalam kondisi kurang hingga kering, sehingga menjadikan tanah dalam kondisi dibawah Kandungan Air Tanah Optimum.




    ISTILAH – ISTILAH

    Suhu Udara Minimum Absolut merupakan suhu minimum harian terendah yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Suhu Udara Maksimum Absolutmerupakan suhu maksimum harian tertinggi yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Kelembaban Udara Relatif Rata-Rata (Relative Humidity, RH) merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada suatu waktu tertentu dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara tersebut pada tekanan dan temperatur yang sama.

    Kelembaban udara relatif dihitung sesuai dengan laporan FKlim dengan persamaan:

    RH rata-rata harian = ((2 X RH(07WS)) + RH(13WS) + RH(18WS)) / 4

    Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air cukup tersedia atau kapasitas lapang.

    Evapotranspirasi Aktual (Eta) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air yang tersedia terbatas atau dibawah kapasitas lapang.

    Kapasitas lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.

    Titik Layu Permanen (TLP) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.

    Ketersediaan Air bagi Tanaman (ATi) adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang dan titik layu permanen (TLP).

    Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan :

    ((KAT-TLP)/(KL-TLP)) x 100%

    dengan kriteria sebagai berikut :

    1. Kurang
      : jika ketersediaan air tanah < 40%
    2. Sedang
      : jika ketersediaan air tanah 40% - 60%
    3. Cukup
      : jika ketersediaan air tanah > 60%

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.

    Surplus merupakan air berlebih dari curah hujan setelah kandungan air tanah mencapai Kapasitas Lapang (KL). Dihitung berdasarkan curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan perubahan kandungan air tanah (CH-ETp-Dkat).

    Pengisian air tanah merupakan kondisi terjadinya peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat Kapasitas Lapang (KL).

    Defisit merupakan kondisi terjadinya penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

    Tingkat Kekeringan Berdasarkan Indeks Thornthwaite and Mather adalah tingkat kekeringan dari perhitungan empiris neraca air lahan dengan variabel curah hujan dan evapotranspirasi (ETp).

    Indeks kekeringan dihitung dengan nilai prosentase perbandingan antara nilai Defisit dan Evaporasi Potensial (PE) dengan persamaan :

    Ia = (D/PE)x100.

    Berdasarkan nilai indeks kekeringan dikategori sebagai berikut:

    Tingkat Kekeringan :

    1. Berat : Jika indeks kekeringan < 16.77
    2. Sedang : Jika indeks kekeringan 16.77 – 33.33
    3. Ringan : Jika indeks kekeringan > 33.

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman Lahan Gambut di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan gambut dan kehilangan air dari lahan gambut melalui proses evapotranspirasi dimana evapotranspirasi * 1.1 (nilai koefisien tanaman gambut).

    Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan gambut hanya berasal dari curah hujan dimana curah hujan *0.164 (nilai intersepsi lahan gambut) dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter atau pada kedalaman gambut dangkal.

    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue (DENV). DBD termasuk salah satu penyakit berbasis lingkungan yang sering mewabah di wilayah Indonesia.

    Kecocokan Iklim untuk perkembangan nyamuk DBD merupakan kondisi iklim yang menggambarkan kecocokan iklim untuk perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD.

    Parameter iklim yang digunakan adalah Kelembaban Udara Relatif (RH) dengan batasan RH>75%.

    Angka Insiden (AI) / Incident Rate (IR) menunjukkan jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk di suatu wilayah dengan persamaan :

    AI = (Jumlah kasus DBD/jumlah penduduk)*100.000

    Prakiraan Angka Insiden (AI) dihitung dengan menggunakan persamaan Regresi Binomial Negatif dengan persamaan sebagai berikut :

    ln (Yt) = a ln(Yt-1) + b ln(Yt-2) + c RHt-1

    dimana:

    Yt = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t

    Yt-1 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-1

    Yt-2 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-2

    RHt-1 = kelembaban udara pada bulan ke t-1

  • (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020 (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di Jawa Timur Untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September 2020

    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH CUKUP

    Sebagian Besar : Jawa Timur

    Dimana pada bulan ini diprakirakan curah hujan cukup sehingga menjadikan tanah dalam kondisi kapasitas lapang.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH SEDANG

    Sebagian Kecil : Magetan, Kota Madiun, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo

    Sebagian Besar : Kota Mojokerto dan Lumajang

    Daerah – daerah tersebut telah terjadi pengurangan air tanah, sehingga prakiraan tingkat ketersediaan air tanah dibawah 60%.


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KURANG

    Sebagian Kecil : Kota Madiun, Bojonegoro, Pasuruan, Kota Mojokerto, Lumajang dan Jember

    Sebagian : Situbondo, Probolinggo dan Banyuwangi

    Sebagian Besar : Tuban, Lamongan dan Sidoarjo

    Seluruh : Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Gresik, Kota Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep

    Pada daerah ini diprakirakan curah hujan diwilayah ini sebagian besar dalam kondisi kurang hingga kering, sehingga menjadikan tanah dalam kondisi dibawah Kandungan Air Tanah Optimum.




    ISTILAH – ISTILAH

    Suhu Udara Minimum Absolut merupakan suhu minimum harian terendah yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Suhu Udara Maksimum Absolutmerupakan suhu maksimum harian tertinggi yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Kelembaban Udara Relatif Rata-Rata (Relative Humidity, RH) merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada suatu waktu tertentu dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara tersebut pada tekanan dan temperatur yang sama.

    Kelembaban udara relatif dihitung sesuai dengan laporan FKlim dengan persamaan:

    RH rata-rata harian = ((2 X RH(07WS)) + RH(13WS) + RH(18WS)) / 4

    Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air cukup tersedia atau kapasitas lapang.

    Evapotranspirasi Aktual (Eta) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air yang tersedia terbatas atau dibawah kapasitas lapang.

    Kapasitas lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.

    Titik Layu Permanen (TLP) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.

    Ketersediaan Air bagi Tanaman (ATi) adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang dan titik layu permanen (TLP).

    Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan :

    ((KAT-TLP)/(KL-TLP)) x 100%

    dengan kriteria sebagai berikut :

    1. Kurang
      : jika ketersediaan air tanah < 40%
    2. Sedang
      : jika ketersediaan air tanah 40% - 60%
    3. Cukup
      : jika ketersediaan air tanah > 60%

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.

    Surplus merupakan air berlebih dari curah hujan setelah kandungan air tanah mencapai Kapasitas Lapang (KL). Dihitung berdasarkan curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan perubahan kandungan air tanah (CH-ETp-Dkat).

    Pengisian air tanah merupakan kondisi terjadinya peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat Kapasitas Lapang (KL).

    Defisit merupakan kondisi terjadinya penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

    Tingkat Kekeringan Berdasarkan Indeks Thornthwaite and Mather adalah tingkat kekeringan dari perhitungan empiris neraca air lahan dengan variabel curah hujan dan evapotranspirasi (ETp).

    Indeks kekeringan dihitung dengan nilai prosentase perbandingan antara nilai Defisit dan Evaporasi Potensial (PE) dengan persamaan :

    Ia = (D/PE)x100.

    Berdasarkan nilai indeks kekeringan dikategori sebagai berikut:

    Tingkat Kekeringan :

    1. Berat : Jika indeks kekeringan < 16.77
    2. Sedang : Jika indeks kekeringan 16.77 – 33.33
    3. Ringan : Jika indeks kekeringan > 33.

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman Lahan Gambut di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan gambut dan kehilangan air dari lahan gambut melalui proses evapotranspirasi dimana evapotranspirasi * 1.1 (nilai koefisien tanaman gambut).

    Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan gambut hanya berasal dari curah hujan dimana curah hujan *0.164 (nilai intersepsi lahan gambut) dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter atau pada kedalaman gambut dangkal.

    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue (DENV). DBD termasuk salah satu penyakit berbasis lingkungan yang sering mewabah di wilayah Indonesia.

    Kecocokan Iklim untuk perkembangan nyamuk DBD merupakan kondisi iklim yang menggambarkan kecocokan iklim untuk perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD.

    Parameter iklim yang digunakan adalah Kelembaban Udara Relatif (RH) dengan batasan RH>75%.

    Angka Insiden (AI) / Incident Rate (IR) menunjukkan jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk di suatu wilayah dengan persamaan :

    AI = (Jumlah kasus DBD/jumlah penduduk)*100.000

    Prakiraan Angka Insiden (AI) dihitung dengan menggunakan persamaan Regresi Binomial Negatif dengan persamaan sebagai berikut :

    ln (Yt) = a ln(Yt-1) + b ln(Yt-2) + c RHt-1

    dimana:

    Yt = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t

    Yt-1 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-1

    Yt-2 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-2

    RHt-1 = kelembaban udara pada bulan ke t-1

  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bagi Tanaman Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bagi Tanaman Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bagi Tanaman Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH BAGI TANAMAN : CUKUP

    Sebagian Kecil : Bondowoso


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH SEDANG

    Sebagian kecil : Bondowoso, Probolinggo dan Kab. Madiun


    TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH KURANG

    Sebagian besar Jawa Timur



    Hasil analisis Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman di wilayah Jawa Timur pada bulan September 2020 pada umumnya KURANG.

    Pada daerah – daerah dengan tingkat ketersediaan air bagi tanaman CUKUP tersebut menjadikan tanah dalam kondisi basah dengan tingkat ketersediaan air bagi tanaman berada di atas 60%.

    Pada daerah – daerah dengan tingkat ketersediaan air bagi tanaman SEDANG tersebut telah terjadi pengurangan air tanah, akan tetapi tingkat ketersediaan air tanah dibawah 60%.

    Pada daerah – daerah dengan tingkat ketersediaan air bagi tanaman KURANG tersebut dimana curah hujan yang terjadi lebih kecil dari evapotranspirasinya sehingga tingkat ketersediaan air tanahnya berada dibawah 40%.


    1.


    Hasil monitoring Suhu Udara Maksimum Absolut di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 31.1 – 35.0°C.

    Monitoring tiap Klasifikasi Suhu Udara Maksimum Absolut Bulan September 2020 (0 C)

    • 29.1 – 31.0 (0 C): Tretes Pasuruan
    • 31.1 – 33.0 (0 C): Pacitan, Sangkapura Gresik, Malang dan Banyuwangi
    • 33.1 – 35.0 (0 C): Juanda Sidoarjo, Karangkates Malang, Kalianget Sumenep, Sawahan Nganjuk
    • >35.0 (0 C): Madiun, Perak I Surabaya dan Tanjung Perak Surabaya

    2.


    Hasil monitoring Suhu Udara Minimum Absolut di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 21.1 – 23.0°C.

    Monitoring tiap Klasifikasi Suhu Udara Minimum Absolut Bulan September 2020 (0 C)

    • < 17.0 (0 C): Malang dan Tretes Pasuruan
    • 17.1 – 19.0 (0 C): Malang / Abdulrachman Saleh dan Sawahan Nganjuk
    • 19.1 – 21.0 (0 C): Pacitan, Juanda / Surabaya dan Karangkates Malang
    • 21.1 – 23.0 (0 C): Madiun, Perak I Surabaya, Kalianget Sumenep dan Banyuwangi
    • 23.1 – 25.0 (0 C): Sangkapura Gresik dan Tanjung Perak Surabaya

    3.


    Hasil monitoring tiap Klasifikasi Kelembaban Udara Rata-Rata Harian di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 80 – 90%.

    • <70 %: Perak I Surabaya, Maritim Perak Surabaya dan Kalianget Sumenep
    • 70 – 75 %: Juanda Surabaya, Tuban, Malang dan Sawahan Nganjuk
    • 75 – 80 %: Sangkapura Gresik, Tretes Pasuruan, Karangkates Malang dan Banyuwangi

    4.


    Hasil monitoring tiap Klasifikasi Jumlah Penguapan di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 101 – 150 mm.

    • 101 - 125 (mm) : Karangkates Malang
    • 151 – 175 (mm) : Banyuwangi, Malang, Sangkapura Gresik dan Sawahan Nganjuk
    • >175 (mm) : Juanda Sidoarjo, Kalianget, Surabaya dan Tuban

    5.


    Hasil monitoring tiap Klasifikasi Penguapan Rata-Rata Harian di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 3.01 – 5.00 mm.

    • 4.01 – 5.00 (mm) : Karangkates Malang
    • 5.01 – 6.00 (mm) : Banyuwangi, Malang, Sangkapura Gresik, Sawahan Nganjuk dan Surabaya
    • 6.01 – 7.00 (mm) : Juanda Surabaya dan Tuban
    • 7.01 – 8.00 (mm) : Kalianget Sumenep

    6.


    Hasil monitoring tiap Klasifikasi Lama Penyinaran Rata-Rata Harian di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 20 – 60%.

    • 40 – 60 %: Tretes Pasuruan dan Karangkates Malang
    • 60 – 80 %: Sangkapura Gresik, Perak I Surabaya, Juanda Sidoarjo, Tanjung Perak Surabaya, Sawahan Nganjuk, Malang dan Banyuwangi

    7.


    Hasil analisis tiap Klasifikasi Jumlah Evapotranspirasi Potensial (ETp) di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 umumnya pada kisaran 101 – 125 mm.

    Analisis tiap Klasifikasi Jumlah Evapotranspirasi Potensial (mm) Bulan September 2020

    • 76 – 100 mm : Tretes Pasuruan, Malang/Abdul Rahmansaleh dan Karangkates Malang
    • 101 – 125 mm : Malang
    • 126 – 150 mm : Sangkapura Gresik, Tuban, Surabaya, Sawahan Nganjuk dan Banyuwangi
    • 151 – 175 mm : Madiun, Juanda Sidoarjo dan Kalianget Sumenep

    8.


    Hasil analisis tiap Klasifikasi Surplus dan Defisit di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 sebagian besar mengalami Surplus.

    Daerah dengan Tingkat Ketersediaan air tanah Defisit meliputi Pacitan, Madiun, Sangkapura Gresik, Tuban, Juanda Sidoarjo, Surabaya, Malang, Tretes Pasuruan, Abdul Rahmansaleh Malang, Karangkates Malang, Kalianget Sumenep, Sawahan Nganjuk dan Banyuwangi

    Pada daerah tersebut terjadi penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).


    9


    Hasil analisis tiap Klasifikasi Tingkat Kekeringan dengan Indeks Thornthwaite and Mather di wilayah Indonesia pada bulan September 2020 : Ringan/Tidak ada

    • RINGAN/ TIDAK ADA/NORMAL (<16.77) : Sebagian Kecil Jawa Timur
    • SEDANG (16.77 – 33.33) : Sebagian Kecil : Ngawi, Magetan, Madiun, Kediri, Blitar, Pasuruan, Bondowoso dan Banyuwangi.
    • SEDANG (16.77 – 33.33) : Sebagian : Malang
    • SEDANG (16.77 – 33.33) : Sebagian Besar : Ponorogo, Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Jember, Lumajang dan Situbondo.
    • BERAT (>33.33) : Sebagian Kecil : Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Lumajang dan Situbondo
    • BERAT (>33.33) : Sebagian Besar : Madiun, Nganjuk, Magetan, Kediri,Blitar, Malang, Pasuruan dan Sumenep
    • BERAT (>33.33) : Seluruh : Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Kota Surabaya, Jombang, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan

    Data Kandungan Air Tanah bulan September 2020 beberapa tempat di Jawa Timur

    • Pacitan : 200
    • Madiun : 84
    • Stamet Sangkapura Gresik : 173
    • Stamet Tuban : 66
    • Stamet Juanda Sidoarjo : 103
    • Stamet Surabaya : 113
    • Staklim Malang : 145
    • Stageof Tretes : 146
    • Malang/ Abdul Rachman Saleh : 179
    • Stageof Karangkates Malang : 188
    • Stamet Kalianget Sumenep : 64
    • Stageof Sawahan Nganjuk : 106
    • Stamet Banyuwangi : 182

    ISTILAH – ISTILAH

    Suhu Udara Minimum Absolut merupakan suhu minimum harian terendah yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Suhu Udara Maksimum Absolutmerupakan suhu maksimum harian tertinggi yang diamati selama satu bulan pada periode waktu tertentu.

    Kelembaban Udara Relatif Rata-Rata (Relative Humidity, RH) merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada suatu waktu tertentu dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara tersebut pada tekanan dan temperatur yang sama.

    Kelembaban udara relatif dihitung sesuai dengan laporan FKlim dengan persamaan:

    RH rata-rata harian = ((2 X RH(07WS)) + RH(13WS) + RH(18WS)) / 4

    Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air cukup tersedia atau kapasitas lapang.

    Evapotranspirasi Aktual (Eta) merupakan evapotranspirasi yang terjadi pada saat air yang tersedia terbatas atau dibawah kapasitas lapang.

    Kapasitas lapang (KL) adalah keadaan tanah dalam kondisi jenuh, menunjukkan jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi.

    Titik Layu Permanen (TLP) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air untuk pertumbuhannya.

    Ketersediaan Air bagi Tanaman (ATi) adalah banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman yaitu berada pada kisaran antara kapasitas lapang dan titik layu permanen (TLP).

    Tingkat ketersediaan air tanah dihitung dengan persamaan :

    ((KAT-TLP)/(KL-TLP)) x 100%

    dengan kriteria sebagai berikut :

    1. Kurang
      : jika ketersediaan air tanah < 40%
    2. Sedang
      : jika ketersediaan air tanah 40% - 60%
    3. Cukup
      : jika ketersediaan air tanah > 60%

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan, yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan dan kehilangan air dari lahan melalui proses evapotranspirasi. Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan hanya berasal dari curah hujan dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter dengan kondisi tanah homogen.

    Surplus merupakan air berlebih dari curah hujan setelah kandungan air tanah mencapai Kapasitas Lapang (KL). Dihitung berdasarkan curah hujan dikurangi evapotranspirasi dan perubahan kandungan air tanah (CH-ETp-Dkat).

    Pengisian air tanah merupakan kondisi terjadinya peningkatan kandungan air tanah sampai mencapai tingkat Kapasitas Lapang (KL).

    Defisit merupakan kondisi terjadinya penurunan kandungan air tanah dan berkurangnya air untuk keperluan evapotranspirasi potensial (ETp) yang disebabkan CH < ETp, sehingga terdapat perbedaan/selisih evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi Aktual (ETa).

    Tingkat Kekeringan Berdasarkan Indeks Thornthwaite and Mather adalah tingkat kekeringan dari perhitungan empiris neraca air lahan dengan variabel curah hujan dan evapotranspirasi (ETp).

    Indeks kekeringan dihitung dengan nilai prosentase perbandingan antara nilai Defisit dan Evaporasi Potensial (PE) dengan persamaan :

    Ia = (D/PE)x100.

    Berdasarkan nilai indeks kekeringan dikategori sebagai berikut:

    Tingkat Kekeringan :

    1. Berat : Jika indeks kekeringan < 16.77
    2. Sedang : Jika indeks kekeringan 16.77 – 33.33
    3. Ringan : Jika indeks kekeringan > 33.

    Tingkat Ketersediaan Air bagi Tanaman Lahan Gambut di suatu wilayah dihitung berdasarkan neraca air lahan yang merupakan selisih antara jumlah air yang diterima lahan gambut dan kehilangan air dari lahan gambut melalui proses evapotranspirasi dimana evapotranspirasi * 1.1 (nilai koefisien tanaman gambut).

    Asumsi dalam perhitungan neraca air adalah bahwa air yang diterima lahan gambut hanya berasal dari curah hujan dimana curah hujan *0.164 (nilai intersepsi lahan gambut) dan kedalaman tinjau tanah adalah 1 meter atau pada kedalaman gambut dangkal.

    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue (DENV). DBD termasuk salah satu penyakit berbasis lingkungan yang sering mewabah di wilayah Jawa Timur.

    Kecocokan Iklim untuk perkembangan nyamuk DBD merupakan kondisi iklim yang menggambarkan kecocokan iklim untuk perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD.

    Parameter iklim yang digunakan adalah Kelembaban Udara Relatif (RH) dengan batasan RH>75%.

    Angka Insiden (AI) / Incident Rate (IR) menunjukkan jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk di suatu wilayah dengan persamaan :

    AI = (Jumlah kasus DBD/jumlah penduduk)*100.000

    Prakiraan Angka Insiden (AI) dihitung dengan menggunakan persamaan Regresi Binomial Negatif dengan persamaan sebagai berikut :

    ln (Yt) = a ln(Yt-1) + b ln(Yt-2) + c RHt-1

    dimana:

    Yt = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t

    Yt-1 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-1

    Yt-2 = banyaknya kejadian/kasus DBD pada bulan t-2

    RHt-1 = kelembaban udara pada bulan ke t-1

  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 235 – 647 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan JANUARI Tahun 2021 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega dan Kokop.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Modung.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Modung, Sepulu, dan Tanah Merah.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangkalan, Galis, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, dan Tragah.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Burneh, Kamal, Sepulu, dan Tanah Merah.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian: Geger dan Klampis.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Wlingi.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Doko, Garum, dan Nglegok.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ponggok, Selopuro, Talun, dan Wates.
    BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Sanankulon, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ponggok dan Selopuro.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Talun dan Wates.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, Nglegok, dan Wlingi.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngasem.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Bubulan dan Kedungadem.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Binakal, Botolinggo, dan Pujer.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Klabang, Prajekan, Sukosari, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Tapen dan Wonosari.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Klabang, Prajekan, Sukosari, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Cermee dan Curah Dami.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Sempol dan Tamanan.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Cerme, Gresik, dan Kebomas.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang dan Benjeng.
    GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Bungah, Duduksampeyan, Dukun, Manyar, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian: Benjeng.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Cerme, Gresik, dan Kebomas.
    GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Driyorejo, Kedamean, Menganti, dan Wringinanom.
    GRESIK 401 - 500 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jombang.
    JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Wonosalam.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bareng dan Ngoro.
    JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian: Bareng dan Ngoro.
    JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badas.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gurah dan Ngancar.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kayen Kidul, Pagu, Plemahan, dan Wates.
    KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Kandat, Kras, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih, Ngasem, Papar, Purwoasri, Ringinrejo, Semen, dan Tarokan.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pagu.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Kayen Kidul, Plemahan, dan Wates.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Badas, Gurah, dan Ngancar.
    KEDIRI 401 - 500 mm Seluruh: Kandangan, Kepung, Pare, Plosoklaten, dan Puncu.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Bumiaji.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Junrejo.
    KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Batu.
    KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
    KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kartoharjo dan Taman.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Mangu Harjo.
    KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Taman.
    KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Kartoharjo.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Blimbing.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Blimbing.
    KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gadingrejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo, Bubutan, dan Simokerto.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Krembangan, Pabean Cantian, dan Semampir.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krembangan, Pabean Cantian, dan Semampir.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Bubutan, dan Simokerto.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Seluruh: Benowo, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Lakarsantri, Mulyorejo, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedungpring, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kedungpring, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bluluk, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Seluruh: Sukorame.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Kedungjajang dan Pronojiwo.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Pasrujambe, Rowokangkung, Senduro, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candipuro dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Gucialit, Pasrujambe, Rowokangkung, dan Senduro.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Pronojiwo, Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian: Klakah.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Wungu.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Kebonsari dan Madiun.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balerejo, Geger, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Jiwan dan Sawahan.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Balerejo, Geger, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dagangan, Gemarang, Kebonsari, Madiun, dan Wungu.
    MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Dolopo, Kare, Mejayan, Saradan, dan Wonoasri.
    MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gemarang.
    MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Parang.
    MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Parang.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantur, Donomulyo, dan Pujon.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Pakis.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gedangan, Jabung, Kalipare, Karangploso, Lawang, Pagak, dan Singosari.
    MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bululawang, Dampit, Dau, Gondanglegi, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagelaran, Pakisaji, Poncokusumo, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jabung, Karangploso, dan Lawang.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Gedangan, Kalipare, Pagak, dan Singosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bantur, Donomulyo, Kasembon, Ngantang, Pakis, dan Pujon.
    MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon dan Pujon.
    MALANG > 500 mm Sebagian: Ngantang.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Dawar Blandong.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Trawas.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, Ngoro, dan Pacet.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngoro.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Gondang, Jatirejo, dan Pacet.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Trawas.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Sawahan.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos.
    NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
    NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Sawahan.
    NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Galis.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pasean, Pegantenan, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Grati, Lekok, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kejayan dan Puspo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Pasrepan.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grati, Kraton, Lekok, Lumbang, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Gondang Wetan, Pohjentrek, Rejoso, dan Winongan.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lumbang dan Prigen.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Kraton dan Purwosari.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Puspo, dan Sukorejo.
    PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Bangil, Beji, Rembang, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol, Pandaan, dan Sukorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Purwodadi.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen dan Purwosari.
    PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Babadan dan Sawoo.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Sampung dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Babadan, Sampung, Sawoo, dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Siman, Slahung, dan Sooko.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tiris.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gading dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Sukapura.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gading, Pakuniran, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Krucil.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates, Ketapang, dan Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG 301 - 400 mm Sebagian: Ketapang.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Candi dan Jabon.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Buduran dan Sidoarjo.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Buduran, Candi, Jabon, dan Sidoarjo.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Balong Bendo, Gedangan, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, dan Mlandingan.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuglugur, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjasa, Banyuglugur, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Asembagus, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Mangaran, Panarukan, Suboh, dan Sumbermalang.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bluto dan Lenteng.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Raas.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambunten, Bluto, Dasuk, Lenteng, dan Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Kangayan.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Dasuk dan Sapeken.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Raas.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Raas.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kangayan dan Sapeken.
    SUMENEP 401 - 500 mm Seluruh: Arjasa.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Dongko, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Kampak, Pogalan, dan Tugu.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gandusari, Karangan, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Karangan.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, Munjungan, Pogalan, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Durenan, Panggul, Pule, dan Suruh.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian: Munjungan.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Singgahan.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangilan, Montong, dan Senori.
    TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangilan dan Montong.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian: Senori.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Singgahan.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, Pager Wojo, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Campur Darat.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Campur Darat, Pager Wojo, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, dan Tulungagung.


  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan DESEMBER 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 170 – 612 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan DESEMBER 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega dan Kokop.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Modung.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Modung, Sepulu, dan Tanah Merah.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangkalan, Galis, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, dan Tragah.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Burneh, Kamal, Sepulu, dan Tanah Merah.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian: Geger dan Klampis.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Wlingi.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Doko, Garum, dan Nglegok.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ponggok, Selopuro, Talun, dan Wates.
    BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Sanankulon, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ponggok dan Selopuro.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Talun dan Wates.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, Nglegok, dan Wlingi.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bubulan, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngasem.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Bubulan dan Kedungadem.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang, Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Binakal, Botolinggo, dan Pujer.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Cermee, Curah Dami, Klabang, Prajekan, Sukosari, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Tapen dan Wonosari.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Klabang, Prajekan, Sukosari, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Cermee dan Curah Dami.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Sempol dan Tamanan.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Cerme, Gresik, dan Kebomas.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang dan Benjeng.
    GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Bungah, Duduksampeyan, Dukun, Manyar, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian: Benjeng.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Cerme, Gresik, dan Kebomas.
    GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Driyorejo, Kedamean, Menganti, dan Wringinanom.
    GRESIK 401 - 500 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jombang.
    JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Wonosalam.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bareng dan Ngoro.
    JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian: Bareng dan Ngoro.
    JOMBANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Wonosalam.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Badas.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gurah dan Ngancar.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kayen Kidul, Pagu, Plemahan, dan Wates.
    KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Kandat, Kras, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih, Ngasem, Papar, Purwoasri, Ringinrejo, Semen, dan Tarokan.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pagu.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian: Kayen Kidul, Plemahan, dan Wates.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Besar: Badas, Gurah, dan Ngancar.
    KEDIRI 401 - 500 mm Seluruh: Kandangan, Kepung, Pare, Plosoklaten, dan Puncu.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Bumiaji.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Batu.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Junrejo.
    KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Batu.
    KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
    KOTA BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kartoharjo dan Taman.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Mangu Harjo.
    KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Taman.
    KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Kartoharjo.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Blimbing.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Blimbing.
    KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gadingrejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo, Bubutan, dan Simokerto.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Krembangan, Pabean Cantian, dan Semampir.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krembangan, Pabean Cantian, dan Semampir.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Bubutan, dan Simokerto.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Seluruh: Benowo, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Lakarsantri, Mulyorejo, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kedungpring, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kedungpring, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bluluk, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Seluruh: Sukorame.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatiroto, Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Kedungjajang dan Pronojiwo.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Pasrujambe, Rowokangkung, Senduro, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candipuro dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Gucialit, Pasrujambe, Rowokangkung, dan Senduro.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Pronojiwo, Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian: Klakah.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Wungu.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Kebonsari dan Madiun.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balerejo, Geger, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Jiwan dan Sawahan.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Balerejo, Geger, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dagangan, Gemarang, Kebonsari, Madiun, dan Wungu.
    MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Dolopo, Kare, Mejayan, Saradan, dan Wonoasri.
    MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gemarang.
    MAGETAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Parang.
    MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MAGETAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Parang.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantur, Donomulyo, dan Pujon.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Pakis.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gedangan, Jabung, Kalipare, Karangploso, Lawang, Pagak, dan Singosari.
    MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bululawang, Dampit, Dau, Gondanglegi, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagelaran, Pakisaji, Poncokusumo, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jabung, Karangploso, dan Lawang.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Gedangan, Kalipare, Pagak, dan Singosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Besar: Bantur, Donomulyo, Kasembon, Ngantang, Pakis, dan Pujon.
    MALANG > 500 mm Sebagian Kecil: Kasembon dan Pujon.
    MALANG > 500 mm Sebagian: Ngantang.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Dawar Blandong.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Trawas.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, Ngoro, dan Pacet.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngoro.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian: Gondang, Jatirejo, dan Pacet.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Trawas.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Sawahan.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos.
    NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngetos.
    NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian Besar: Sawahan.
    NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Galis.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pasean, Pegantenan, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Grati, Lekok, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kejayan dan Puspo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Pasrepan.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grati, Kraton, Lekok, Lumbang, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Gondang Wetan, Pohjentrek, Rejoso, dan Winongan.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lumbang dan Prigen.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Kraton dan Purwosari.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Puspo, dan Sukorejo.
    PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Bangil, Beji, Rembang, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol, Pandaan, dan Sukorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian: Purwodadi.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen dan Purwosari.
    PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Babadan dan Sawoo.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Sampung dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Babadan, Sampung, Sawoo, dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Siman, Slahung, dan Sooko.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tiris.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gading dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Sukapura.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gading, Pakuniran, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Krucil.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates, Ketapang, dan Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG 301 - 400 mm Sebagian: Ketapang.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Candi dan Jabon.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian: Buduran dan Sidoarjo.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Buduran, Candi, Jabon, dan Sidoarjo.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Balong Bendo, Gedangan, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, dan Mlandingan.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuglugur, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Arjasa, Banyuglugur, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Asembagus, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Mangaran, Panarukan, Suboh, dan Sumbermalang.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bluto dan Lenteng.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian: Raas.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambunten, Bluto, Dasuk, Lenteng, dan Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Kangayan.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Dasuk dan Sapeken.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Raas.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Raas.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kangayan dan Sapeken.
    SUMENEP 401 - 500 mm Seluruh: Arjasa.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Dongko, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Kampak, Pogalan, dan Tugu.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gandusari, Karangan, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gandusari dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Karangan.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, Munjungan, Pogalan, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Seluruh: Durenan, Panggul, Pule, dan Suruh.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian: Munjungan.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Singgahan.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangilan, Montong, dan Senori.
    TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangilan dan Montong.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian: Senori.
    TUBAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Singgahan.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, Pager Wojo, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Campur Darat.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Campur Darat, Pager Wojo, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, dan Tulungagung.


  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan NOVEMBER 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 43 – 520 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan NOVEMBER 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kokop.
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Galis.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Sepulu dan Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Blega, Kokop, Konang, dan Modung.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega, Kokop, dan Konang.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Modung.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Galis dan Sepulu.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuwangi, Giri, Glagah, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Kalipuro.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Giri, Glagah, Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Purwoharjo, Sempu, Singojuruh, Songgon, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Bangorejo, Cluring, Gambiran, Genteng, Kabat, Muncar, Pesanggaran, Rogojampi, Siliragung, Srono, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Glagah, Glenmore, Kalibaru, Sempu, dan Singojuruh.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Licin dan Songgon.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binangun, Garum, Nglegok, Ponggok, Selorejo, dan Wates.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Selopuro, Srengat, dan Talun.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Panggungrejo dan Sanankulon.
    BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Kademangan, Kanigoro, Sutojayan, dan Wonotirto.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo dan Sanankulon.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binangun, Garum, Nglegok, Ponggok, Selopuro, Selorejo, Srengat, Talun, Wates, dan Wlingi.
    BLITAR 301 - 400 mm Seluruh: Doko, Kesamben, Udanawu, dan Wonodadi.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Garum dan Nglegok.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Wlingi.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari.
    BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
    BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Baureno dan Kanor.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Baureno, Kanor, dan Margomulyo.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Margomulyo.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Prajekan.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sempol, Sukosari, dan Sumber Wringin.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee dan Pakem.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Prajekan, Tapen, Tenggarang, Wonosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Klabang, Taman Krocok, dan Tegalampel.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Binakal, Bondowoso, Cermee, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Botolinggo, Curah Dami, Tapen, Wonosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Pakem, Pujer, Sempol, Sukosari, dan Sumber Wringin.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Maesan, Tamanan, dan Tlogosari.
    GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang.
    GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Benjeng, Duduksampeyan, dan Dukun.
    GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Bungah, Cerme, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Benjeng, Duduksampeyan, dan Dukun.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang.
    GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sumber Baru.
    JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sumber Baru.
    JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Plandaan dan Ploso.
    JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian: Kabuh.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Gudo, Ngoro, dan Wonosalam.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Perak.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Diwek, Kabuh, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Plandaan, dan Ploso.
    JOMBANG 151 - 200 mm Seluruh: Jogo Roto, Jombang, Kesamben, Kudu, Ngusikan, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Megaluh, Mojoagung, dan Mojowarno.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Diwek dan Plandaan.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Gudo, Ngoro, Perak, dan Wonosalam.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bareng, Ngoro, dan Wonosalam.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Badas, Plemahan, dan Tarokan.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Purwoasri.
    KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Kunjang.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Purwoasri.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Badas, Plemahan, dan Tarokan.
    KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Banyakan, Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen Kidul, Kepung, Kras, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Papar, Pare, Plosoklaten, Puncu, Ringinrejo, Semen, dan Wates.
    KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bumiaji dan Junrejo.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Batu.
    KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kepanjenkidul.
    KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Sananwetan dan Sukorejo.
    KOTA BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kepanjenkidul.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kedungkandang dan Sukun.
    KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kedungkandang dan Sukun.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing dan Klojen.
    KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Gadingrejo.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gadingrejo.
    KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Wonoasih.
    KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
    KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan dan Kanigaran.
    KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Kedopok dan Mayangan.
    KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Rungkut.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gunung Anyar.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gunung Anyar.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Rungkut, Sambikerep, Suko Manunggal, dan Tandes.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Seluruh: Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Tambaksari, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo, Sambikerep, dan Suko Manunggal.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian: Tandes.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bluluk, Modo, Paciran, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, dan Sukorame.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Kalitengah, Kedungpring, dan Mantup.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babat, Glagah, Karangbinangun, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngimbang dan Sambeng.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Babat, Glagah, dan Karangbinangun.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bluluk, Kalitengah, Kedungpring, Mantup, Modo, Paciran, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, dan Sukorame.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Brondong, Deket, Karang Geneng, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Pucuk, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pasrujambe, Pronojiwo, Randuagung, dan Ranuyoso.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Pasrujambe, Pronojiwo, dan Randuagung.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Tempursari.
    MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Geger.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan, Geger, Gemarang, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dolopo, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang dan Pilangkenceng.
    MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Bululawang, Jabung, Kalipare, Kromengan, Poncokusumo, Pujon, Sumber Pucung, Tumpang, dan Wajak.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Dau.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lawang, Singosari, dan Tajinan.
    MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Karangploso.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Lawang, Singosari, dan Tajinan.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Bululawang, Dau, Jabung, Kalipare, Kasembon, Kromengan, Ngantang, Pakis, Poncokusumo, Pujon, Sumber Pucung, Tumpang, dan Wajak.
    MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Bantur, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kepanjen, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Turen, Wagir, dan Wonosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jabung, Kasembon, dan Singosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Ngantang dan Pakis.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Bangsal, Kutorejo, dan Ngoro.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pungging.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Seluruh: Mojosari.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pungging.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Gondang dan Pacet.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dawar Blandong, Jatirejo, Kutorejo, Mojoanyar, Ngoro, dan Trawas.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Dawar Blandong, Jatirejo, dan Trawas.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang dan Pacet.
    NGANJUK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatikalen.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngronggot dan Prambon.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Ngetos dan Sawahan.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jatikalen, Kertosono, Loceret, Pace, dan Tanjunganom.
    NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, dan Wilangan.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kertosono, Pace, dan Tanjunganom.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Loceret.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngetos, Ngronggot, Prambon, dan Sawahan.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kasreman dan Padas.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Ngawi.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Geneng, Karangjati, Pangkur, dan Pitu.
    NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngrambe, Paron, Sine, dan Widodaren.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Geneng, Pangkur, dan Pitu.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Bringin dan Karangjati.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kasreman, Ngawi, dan Padas.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Nawangan dan Tulakan.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Nawangan, Ngadirojo, dan Tulakan.
    PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, Punung, dan Sudimoro.
    PACITAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo dan Tulakan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Larangan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian: Galis.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Palengaan dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Kadur dan Proppo.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Seluruh: Pademawu dan Pamekasan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Pakong.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Kadur, Palengaan, Pegantenan, Proppo, dan Waru.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Pasean.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Waru.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pakong.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, dan Rejoso.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, dan Sukorejo.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Beji, Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, dan Winongan.
    PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangil.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Nguling, Prigen, Purwosari, dan Puspo.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Beji, Rembang, dan Winongan.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Sukorejo, dan Wonorejo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, Sukorejo, dan Wonorejo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Kejayan dan Pasrepan.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, dan Tutur.
    PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Tosari.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwodadi, dan Tutur.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian: Pulung.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jenangan, Ngebel, Ngrayun, Pudak, dan Sooko.
    PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jenangan dan Ngebel.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Ngrayun, Pudak, dan Sooko.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pulung.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Leces, Maron, Pakuniran, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Paiton, Pajarakan, Sumberasih, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gading, Sumber, Sumberasih, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sukapura, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Leces, Lumbang, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Kuripan dan Maron.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gading, Krucil, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Tiris.
    SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Omben.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuates, Camplong, dan Kedungdung.
    SAMPANG 101 - 150 mm Seluruh: Jrengik, Pangarengan, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Banyuates, Camplong, dan Kedungdung.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Omben.
    SAMPANG 151 - 200 mm Seluruh: Karang Penang, Ketapang, Robatal, dan Sokobanah.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balong Bendo dan Krian.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian: Taman dan Tarik.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Krembung, Porong, Prambon, Sukodono, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Sedati, Sidoarjo, Tanggulangin, dan Tulangan.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Krembung, Porong, Prambon, Sukodono, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian: Waru.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Krian, Taman, dan Tarik.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, dan Panji.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jangkar, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Asembagus, Banyuputih, dan Mlandingan.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Besuki, Bungatan, Kendit, Panarukan, Panji, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuputih, Besuki, dan Situbondo.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Asembagus, Bungatan, Kendit, dan Suboh.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Jatibanteng.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Sumbermalang.
    SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bluto dan Saronggi.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Pragaan, dan Rubaru.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Batuan, Bluto, Dasuk, Lenteng, Manding, dan Saronggi.
    SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuputih, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Nonggunong, Raas, Sapeken, dan Talango.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Batuan, Bluto, dan Manding.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Dasuk dan Lenteng.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Guluk Guluk, Pragaan, dan Rubaru.
    SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Ganding, Masalembu, dan Pasongsongan.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Guluk Guluk.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Panggul.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Watulimo.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Kampak, Karangan, Pule, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Pogalan, Suruh, dan Tugu.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Karangan, Pule, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Bendungan, Dongko, Kampak, dan Munjungan.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Panggul dan Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian: Munjungan.
    TRENGGALEK > 500 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatirogo, Montong, Palang, Plumpang, dan Semanding.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Grabagan dan Widang.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bancar, Jenu, Kerek, Merakurak, Rengel, dan Tambakboyo.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bancar dan Tambakboyo.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Jenu, Kerek, Merakurak, dan Rengel.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grabagan, Jatirogo, Montong, Palang, Plumpang, Semanding, dan Widang.
    TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Kenduruan, Parengan, Senori, Singgahan, Soko, dan Tuban.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kedungwaru.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Kauman dan Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Pakel, Pucang Laban, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Boyolangu, Ngunut, Rejotangan, dan Sumbergempol.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kauman, Kedungwaru, dan Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Karangrejo, Ngantru, dan Sendang.


  • (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020 (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020

    Prakiraan Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis Periode SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020 dengan kriteria Normal 95,1 %, Agak Basah 4,9 %


    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis dihitung menggunakan metode SPI.

    SPI adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst).

    Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma. Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

    a. Tingkat Kekeringan:

    1. Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00
    2. Kering : Jika nilai SPI -1,50 s/d -1,99
    3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49
    4. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99

    b. Tingkat Kebasahan:

    1. Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00
    2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99
    3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49

    Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya).

    Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.


    Prakiraan 3 (tiga) bulanan periode SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020 menggunakan data Indeks SPI untuk akumulasi curah hujan Bulan Agustus 2020 dan data prakiraan curah hujan bulan SEPTEMBER - OKTOBER 2020

    Berikut prakiraan indeks kekeringan dengan metode SPI bulan SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020 adalah sebagai berikut:







    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Normal Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Malang, Nganjuk, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, dan Tulungagung.
    Normal Terjadi di seluruh Bangkalan, Batu, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Pulau Kangean, Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, dan Tuban.


    Prakiraan indeks kebasahan dengan metode SPI bulan SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan September Tahun 2020 adalah sebagai berikut:






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Agak Basah Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Lamongan, Malang, Nganjuk, Probolinggo, dan Sumenep.
    Agak Basah Terjadi di sebagian Kediri, Situbondo, dan Tulungagung.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Bawah Normal sebesar 0,3 %

    Normal sebesar 54,8 %

    Atas Normal sebesar 44,9 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan JANUARI Tahun 2021 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Konang dan Modung.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Galis, Geger, dan Kokop.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Kamal, Klampis, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Geger.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Galis dan Kokop.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Konang dan Modung.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Blega.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kalipuro dan Licin.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Songgon dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Cluring.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gambiran, Siliragung, Srono, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Genteng, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Songgon, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Banyuwangi, Giri, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Sempu, dan Singojuruh.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Genteng, Licin, dan Rogojampi.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Pesanggaran, Purwoharjo, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Gambiran, Muncar, Siliragung, Srono, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Muncar, Tegaldlimo, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Purwoharjo.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Wates.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Doko dan Wlingi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gandusari dan Selorejo.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gandusari dan Selorejo.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Doko, Wates, dan Wlingi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bakung, Binangun, Garum, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Talun, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, dan Maesan.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Cermee, Curah Dami, Tapen, Tegalampel, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Pakem, Taman Krocok, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bondowoso.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Binakal, Pakem, Taman Krocok, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Cermee, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Sempol, Tapen, Tegalampel, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Botolinggo, Prajekan, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, Tlogosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Sempol.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balongpanggang dan Dukun.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balongpanggang dan Dukun.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Sumber Baru.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jelbuk, Kaliwates, Patrang, dan Rambipuji.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bangsalsari.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Panti, Sukorambi, Sumber Baru, dan Tanggul.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gumuk Mas, Kencong, dan Panti.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sukorambi, Sumber Baru, Tanggul, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Bangsalsari, Jelbuk, Jombang, Kaliwates, Patrang, Puger, Rambipuji, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ajung, Arjasa, Jenggawah, Kalisat, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Semboro, Silo, Sukowono, Sumberjambe, Sumbersari, dan Tempurejo.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ambulu, Balung, dan Jombang.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Puger dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Gumuk Mas, Kencong, dan Wuluhan.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kesamben dan Plandaan.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kabuh, Kesamben, Plandaan, Ploso, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Plandaan dan Ploso.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kabuh.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kandangan dan Kepung.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Mojo, Semen, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Semen dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Banyakan, Grogol, dan Mojo.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kandangan, Kepung, dan Papar.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Badas, Gampengrejo, Gurah, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Ngadiluwih, Ngancar, Ngasem, Pagu, Pare, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, Purwoasri, Ringinrejo, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Papar.
    KOTA BATU Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Mangu Harjo.
    KOTA MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kartoharjo.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kartoharjo.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Mangu Harjo.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Taman.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Prajurit Kulon.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Prajurit Kulon.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Magersari.
    KOTA PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Wonoasih.
    KOTA PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bluluk, Mantup, dan Sugio.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kalitengah, Karang Geneng, Kedungpring, Kembangbahu, Laren, Modo, dan Sukorame.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Karangbinangun, Lamongan, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kalitengah, Kembangbahu, dan Laren.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Karang Geneng, Kedungpring, Modo, dan Sukorame.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bluluk, Mantup, dan Sugio.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ngimbang dan Sambeng.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jatiroto dan Tekung.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tempeh.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Candipuro, Lumajang, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, Randuagung, Senduro, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gucialit, Kedungjajang, Klakah, Padang, Ranuyoso, dan Sukodono.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Candipuro, Lumajang, Pasirian, Pasrujambe, Randuagung, Senduro, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Pronojiwo.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jatiroto, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kunir, Rowokangkung, Tempursari, dan Yosowilangun.
    MADIUN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Saradan.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Jiwan.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Kebonsari, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gemarang, Kare, Madiun, dan Sawahan.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balerejo, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, dan Wonoasri.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dagangan, Dolopo, Kebonsari, dan Wungu.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jiwan.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Geger.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Takeran.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bendo dan Maospati.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Barat, Kawedanan, dan Nguntoronadi.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Lembeyan, Magetan, Ngariboyo, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Barat, Kawedanan, dan Nguntoronadi.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendo, Maospati, dan Takeran.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kasembon.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading, Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Ngantang, Pakis, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gondanglegi, Jabung, Karangploso, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Donomulyo, Gedangan, Ngantang, dan Pakis.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ampelgading, Kalipare, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kasembon.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kemlagi, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Jatirejo, Jetis, Kutorejo, dan Pungging.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gedek, Gondang, dan Ngoro.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Pacet dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gedek dan Ngoro.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dawar Blandong dan Gondang.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Pungging, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Mojoanyar, Mojosari, dan Puri.
    NGANJUK Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Rejoso.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Baron dan Prambon.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Lengkong.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gondang, Rejoso, dan Tanjunganom.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bagor, Berbek, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Ngluyu, Pace, Sawahan, Sukomoro, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gondang.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Baron, Lengkong, Ngronggot, dan Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jatikalen, Kertosono, dan Patianrowo.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ngronggot.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pacitan dan Sudimoro.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kebonagung, Ngadirojo, dan Pringkuku.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Nawangan, Punung, Tegalombo, dan Tulakan.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kebonagung, Ngadirojo, dan Pringkuku.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Pacitan dan Sudimoro.
    PAMEKASAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Waru.
    PAMEKASAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pakong, Palengaan, Pamekasan, dan Tlanakan.
    PAMEKASAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Proppo.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Proppo.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Pakong, Palengaan, Pamekasan, Tlanakan, dan Waru.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pasean, dan Pegantenan.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bangil, Beji, dan Rembang.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, dan Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Beji dan Rembang.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bangil.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Babadan dan Ponorogo.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Babadan dan Ponorogo.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Gading, Krucil, dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kraksaan dan Krejengan.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Krucil, Leces, Maron, Paiton, Pakuniran, Tegalsiwalan, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bantaran, Banyuanyar, Kuripan, Lumbang, Sukapura, Sumber, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dringu, Kotaanyar, Leces, Pakuniran, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Besuk, Gending, Maron, dan Paiton.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kraksaan dan Krejengan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Pajarakan.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Omben, dan Tambelangan.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Banyuates, Robatal, dan Sokobanah.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Ketapang.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Robatal dan Sokobanah.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Camplong, Karang Penang, Kedungdung, Omben, dan Tambelangan.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jrengik, Pangarengan, Sampang, Sreseh, dan Torjun.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Tarik.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Prambon.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balong Bendo dan Krembung.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Krembung.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Balong Bendo.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Prambon dan Tarik.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Kapongan, dan Panji.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuputih, Besuki, Jangkar, Kapongan, dan Panji.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bungatan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuputih, dan Jangkar.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kapongan.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dasuk, Lenteng, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ganding dan Guluk Guluk.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ganding, Guluk Guluk, dan Raas.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Batuan, Dasuk, Kota Sumenep, Lenteng, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ambunten, Batang Batang, Batuputih, Bluto, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Manding, Masalembu, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Batuan, Kota Sumenep, dan Nonggunong.
    SUMENEP Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Raas.
    SUMENEP Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Raas.
    SUMENEP Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kampak, Karangan, dan Munjungan.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Panggul, Suruh, dan Tugu.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Pule.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dongko dan Tugu.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bendungan, Panggul, dan Suruh.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kampak, Karangan, dan Munjungan.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Durenan, Gandusari, Pogalan, Trenggalek, dan Watulimo.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bancar.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tambakboyo.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Jatirogo dan Kerek.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bangilan, Grabagan, Jenu, Kenduruan, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tuban, dan Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jatirogo dan Kerek.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bancar dan Tambakboyo.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Bawah Normal sebesar 0,4 %

    Normal sebesar 54,4 %

    Atas Normal sebesar 45,2 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Socah.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Socah.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Licin, Singojuruh, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Glenmore dan Sempu.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kalibaru dan Songgon.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kalibaru, Muncar, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bangorejo, Cluring, Giri, Kabat, Songgon, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gambiran, Glagah, Glenmore, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, dan Srono.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Genteng dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gambiran, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, dan Srono.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Glagah, Kalipuro, Siliragung, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Giri, Kabat, Muncar, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Banyuwangi dan Purwoharjo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Garum, Nglegok, dan Selorejo.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Doko.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gandusari dan Wlingi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bakung, Gandusari, Wlingi, dan Wonodadi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Doko, Garum, Kademangan, Nglegok, Selorejo, Srengat, dan Udanawu.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Binangun, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Sutojayan, Talun, Wates, dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Srengat dan Udanawu.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kademangan.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bakung dan Wonodadi.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Gondang.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bubulan, Dander, Kedungadem, Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bubulan, Dander, Kedungadem, dan Sekar.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sugihwaras dan Temayang.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gondang.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Prajekan dan Sempol.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Cermee dan Klabang.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Botolinggo, Taman Krocok, Tamanan, dan Wringin.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, Tapen, Tegalampel, Tenggarang, Tlogosari, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Taman Krocok, Tamanan, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Botolinggo.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Cermee, Klabang, Prajekan, dan Sempol.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Prajekan dan Sempol.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Benjeng, Cerme, dan Driyorejo.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Menganti.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balongpanggang, Duduksampeyan, dan Kebomas.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bungah, Dukun, Gresik, Manyar, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balongpanggang dan Kebomas.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Duduksampeyan.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Benjeng, Cerme, Driyorejo, dan Menganti.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kedamean dan Wringinanom.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kencong, Tempurejo, dan Umbulsari.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Mumbulsari.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jombang, Mayang, Pakusari, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukowono, Sumbersari, dan Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Panti, Patrang, Sukorambi, Sumber Baru, dan Sumberjambe.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bangsalsari, Mayang, Pakusari, Silo, Sukowono, dan Tanggul.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ajung, Jombang, Rambipuji, Semboro, dan Sumbersari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kencong, Mumbulsari, Puger, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ambulu, Balung, Gumuk Mas, dan Jenggawah.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ngoro.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Bareng, Gudo, dan Perak.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Diwek, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bareng dan Perak.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Bandar Kedung Mulyo dan Gudo.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Ngoro.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Grogol.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Banyakan, Mojo, dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pare.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gurah.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kandangan, Kepung, Kras, Mojo, Plosoklaten, Puncu, Ringinrejo, Semen, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kandat, Ngadiluwih, Ngancar, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyakan, Grogol, Plosoklaten, Ringinrejo, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kandangan, Kepung, Kras, dan Puncu.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Gurah dan Pare.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Badas, Gampengrejo, Kayen Kidul, Kunjang, Ngasem, Pagu, Papar, Plemahan, dan Purwoasri.
    KOTA BATU Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bumiaji.
    KOTA BATU Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Batu dan Junrejo.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Batu dan Junrejo.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bumiaji.
    KOTA BATU Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Junrejo.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Blimbing dan Klojen.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sukun.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kedungkandang.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sukun.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Blimbing, Klojen, dan Lowokwaru.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Lowokwaru.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Sukolilo, Wiyung, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dukuh Pakis, Gubeng, Lakarsantri, Mulyorejo, Pakal, Sawahan, dan Tegalsari.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Genteng, Kenjeran, Krembangan, Pabean Cantian, Sambikerep, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, dan Tandes.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Sawahan.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dukuh Pakis, Gubeng, Lakarsantri, Mulyorejo, Pakal, dan Tegalsari.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Sukolilo, Wiyung, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gayungan, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bluluk dan Lamongan.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kembangbahu, Mantup, Paciran, Sarirejo, Solokuro, Sukorame, dan Tikung.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Brondong, Deket, Karang Geneng, Kedungpring, Laren, Maduran, Modo, Sugio, Sukodadi, dan Turi.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Babat, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Pucuk, dan Sekaran.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Karang Geneng, Kedungpring, dan Maduran.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Brondong, Deket, Laren, Modo, Sugio, Sukodadi, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bluluk, Kembangbahu, Lamongan, Mantup, Paciran, Sarirejo, Solokuro, Sukorame, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ngimbang dan Sambeng.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Tempursari.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Klakah dan Ranuyoso.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Candipuro, Kedungjajang, Pasirian, Pronojiwo, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gucialit, Jatiroto, Kunir, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Randuagung, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Candipuro, Kedungjajang, Pasirian, Pronojiwo, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Klakah, Ranuyoso, dan Tempursari.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kebonsari.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dolopo dan Jiwan.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balerejo, Dagangan, Geger, Gemarang, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jiwan.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dolopo.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kebonsari.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bendo.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Maospati, Ngariboyo, dan Poncol.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Plaosan, Sukomoro, dan Takeran.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Barat, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Magetan, Panekan, dan Sidorejo.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Plaosan.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sukomoro dan Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendo, Maospati, Ngariboyo, dan Poncol.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kawedanan, Lembeyan, Nguntoronadi, dan Parang.
    MALANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Poncokusumo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gedangan, Kalipare, Kromengan, Ngantang, dan Wonosari.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Dau, Ngajum, Pagelaran, Singosari, dan Sumber Pucung.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading, Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kepanjen, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Turen, dan Wagir.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bululawang, Pakisaji, Tajinan, Tumpang, dan Wajak.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dampit, Gondanglegi, Jabung, Kepanjen, Lawang, dan Pakis.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ampelgading, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Turen, dan Wagir.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bantur, Dau, Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Karangploso, Kromengan, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Singosari, Sumber Pucung, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kasembon dan Pujon.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dau, Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Karangploso, dan Pagak.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Bantur.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gondang.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Dawar Blandong, Pacet, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, Mojosari, Pacet, Pungging, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Ngoro, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Mojosari.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gondang dan Ngluyu.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bagor, Berbek, Loceret, dan Rejoso.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ngetos dan Wilangan.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Sawahan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kertosono, Ngetos, Prambon, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Loceret, Ngluyu, Rejoso, dan Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jatikalen, Lengkong, Nganjuk, Pace, Patianrowo, dan Sukomoro.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Baron dan Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kertosono dan Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Ngronggot.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Tegalombo.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Tegalombo.
    PAMEKASAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bangil, Beji, Gempol, dan Purwosari.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Rembang.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kejayan, Kraton, Lumbang, Nguling, Pandaan, Prigen, Purwodadi, Sukorejo, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gondang Wetan, Grati, Lekok, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Tosari, dan Winongan.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kejayan, Kraton, Lumbang, Nguling, Pandaan, Prigen, Purwodadi, Sukorejo, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangil, Beji, Gempol, Purwosari, dan Rembang.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jambon, Sawoo, dan Slahung.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Badegan dan Jenangan.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ngrayun, Pudak, Pulung, dan Sooko.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Ngebel.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pudak dan Pulung.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ngrayun dan Sooko.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Badegan, Jambon, Jenangan, Sawoo, dan Slahung.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Babadan, Balong, Bungkal, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Siman, dan Sukorejo.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Besuk dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Gading, Krucil, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kuripan, Pajarakan, Tegalsiwalan, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Banyuanyar dan Lumbang.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Besuk, Gading, Kraksaan, Krejengan, Krucil, Maron, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kotaanyar dan Paiton.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kraksaan, Krejengan, Maron, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyuanyar, Kuripan, Lumbang, Pajarakan, Tegalsiwalan, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bantaran, Dringu, Gending, Leces, Sumberasih, dan Wonomerto.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Buduran, Candi, dan Jabon.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Sidoarjo.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Buduran, Candi, Jabon, dan Sidoarjo.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balong Bendo, Gedangan, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Kapongan, Mlandingan, Panji, dan Suboh.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuputih, Kapongan, Panarukan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Jatibanteng, Kendit, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Besuki, Bungatan, Mlandingan, dan Suboh.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Besuki, Bungatan, Kapongan, Mangaran, dan Mlandingan.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Arjasa, Panji, dan Suboh.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Asembagus, Banyuputih, Jangkar, Kendit, Panarukan, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Panarukan, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Jangkar dan Panji.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Kapongan dan Mangaran.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dasuk.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ambunten, Batuputih, Dungkek, Kangayan, Manding, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Bluto, Ganding, Gapura, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Masalembu, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Batuputih, Dungkek, Manding, Raas, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ambunten dan Kangayan.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dasuk dan Sapeken.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gayam dan Nonggunong.
    SUMENEP Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Sapeken.
    SUMENEP Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Raas.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bendungan, Munjungan, dan Suruh.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pule.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dongko.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Panggul.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dongko.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendungan, Gandusari, Kampak, Munjungan, Pogalan, Pule, Suruh, dan Watulimo.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Durenan, Karangan, Trenggalek, dan Tugu.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pogalan dan Watulimo.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gandusari dan Kampak.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kalidawir, Karangrejo, Ngantru, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Boyolangu, Kauman, Rejotangan, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Campur Darat, Pager Wojo, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bandung, Besuki, Gondang, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Campur Darat, Pager Wojo, Sendang, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Boyolangu, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Rejotangan, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Kedungwaru, Ngunut, Pucang Laban, dan Sumbergempol.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Bawah Normal sebesar 0,1 %

    Normal sebesar 10,4 %

    Atas Normal sebesar 89,5 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan September 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Arosbaya, Klampis, dan Sepulu.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kokop.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Tanjungbumi.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arosbaya, Klampis, Kokop, Modung, dan Sepulu.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Modung.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Genteng, Licin, Sempu, dan Songgon.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Glenmore dan Kalibaru.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Kabat, dan Rogojampi.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Glenmore, Kalibaru, Licin, dan Srono.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gambiran, Genteng, Pesanggaran, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pesanggaran, Singojuruh, Songgon, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gambiran, Siliragung, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Kabat, Kalipuro, Licin, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, Srono, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Banyuwangi, Giri, dan Glagah.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Cluring, Licin, Muncar, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Kalipuro.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Wongsorejo.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Wlingi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Gandusari, Garum, dan Nglegok.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Ponggok.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kademangan dan Sanankulon.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Binangun, Gandusari, Garum, Nglegok, Wates, Wlingi, dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Doko, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Selopuro, Selorejo, Sutojayan, dan Talun.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Binangun dan Wates.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kademangan dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bakung, Ponggok, Sanankulon, dan Wonodadi.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Srengat dan Udanawu.
    BLITAR Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Bakung, Kademangan, dan Wonodadi.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bubulan, Kalitidu, Kapas, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dander.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dander.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bubulan, Kalitidu, Kapas, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Gayam, Gondang, Kanor, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Botolinggo, Cermee, Klabang, Maesan, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Jambesari Darus Sholah dan Tapen.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Pujer, Sumber Wringin, Tlogosari, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Sukosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pujer dan Tlogosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sempol, Sumber Wringin, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Maesan, Prajekan, Tapen, Tenggarang, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Pakem, Taman Krocok, Tamanan, dan Tegalampel.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Prajekan dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Sempol.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Sempol.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Panceng.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Duduksampeyan, Dukun, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Sidayu, dan Wringinanom.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Duduksampeyan, Dukun, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Panceng.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Semboro dan Tanggul.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Sumber Baru.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jombang, Pakusari, dan Sukowono.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ajung, Jelbuk, Rambipuji, dan Silo.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Arjasa, Bangsalsari, Ledokombo, Panti, Semboro, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, dan Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kaliwates, Patrang, dan Sukorambi.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Panti, Sumberjambe, Tanggul, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ambulu, Bangsalsari, Ledokombo, Puger, Semboro, dan Sumbersari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ajung, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, Jombang, Pakusari, Rambipuji, Silo, Sukowono, Tempurejo, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jenggawah, Kalisat, Kencong, Mayang, dan Mumbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Silo, Tempurejo, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Balung, Gumuk Mas, dan Puger.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Ambulu dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Puger.
    JEMBER Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Wuluhan.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bareng, Diwek, Jogo Roto, Ngusikan, Plandaan, dan Tembelang.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kesamben dan Ploso.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kabuh, Kudu, dan Mojowarno.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kudu.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bandar Kedung Mulyo, Kabuh, Mojowarno, dan Ngoro.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Kesamben, Ngusikan, Perak, Plandaan, Ploso, Tembelang, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jombang, Megaluh, Mojoagung, Peterongan, dan Sumobito.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Bareng, Gudo, dan Perak.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo dan Ngoro.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Ngancar.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kandangan, Kepung, Puncu, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Banyakan, Grogol, Mojo, dan Plosoklaten.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ngancar dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gampengrejo dan Papar.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kayen Kidul, Ngancar, Ngasem, dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kandangan, Kepung, Kras, Mojo, Pagu, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Badas, Gurah, Kandat, Kunjang, Ngadiluwih, Pare, Ringinrejo, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyakan, Grogol, Kepung, Kras, Pagu, Plemahan, Purwoasri, dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Gampengrejo, Kayen Kidul, Ngasem, dan Papar.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sukorejo.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kepanjenkidul.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Sananwetan.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kepanjenkidul.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Mojoroto.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kota Kediri.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Kota Kediri dan Mojoroto.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Deket, Kalitengah, Laren, Maduran, dan Solokuro.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Pucuk, Sarirejo, Sekaran, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Glagah, Karangbinangun, Kembangbahu, dan Sugio.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Babat, Bluluk, Kedungpring, Mantup, Modo, Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Sugio.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Glagah, Karangbinangun, dan Kembangbahu.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Deket, Kalitengah, Laren, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Brondong, Karang Geneng, Lamongan, Sukodadi, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Laren dan Paciran.
    LAMONGAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Solokuro.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gucialit, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, dan Rowokangkung.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Padang dan Ranuyoso.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Jatiroto, Klakah, Randuagung, Senduro, Sumbersuko, dan Tempeh.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, dan Tempursari.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jatiroto, Randuagung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Klakah, Senduro, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Ranuyoso, dan Rowokangkung.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dagangan, Geger, dan Gemarang.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kare.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Kare, dan Kebonsari.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balerejo, Jiwan, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dolopo.
    MADIUN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kebonsari.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Parang.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kawedanan.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendo, Karangrejo, Karas, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Poncol, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Barat, Kartoharjo, Magetan, Panekan, Plaosan, Sidorejo, dan Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bendo, Karangrejo, Ngariboyo, dan Poncol.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Karas, Maospati, Nguntoronadi, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kawedanan dan Parang.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Lembeyan.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jabung, Lawang, Poncokusumo, dan Tirto Yudo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kasembon.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ampelgading.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dampit, Jabung, Lawang, Ngantang, Poncokusumo, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bantur, Bululawang, Dau, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Karangploso, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dampit, Ngantang, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kasembon.
    MALANG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Kasembon.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bangsal, Kutorejo, dan Pacet.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngoro dan Trawas.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangsal, Dlanggu, Gondang, Kutorejo, Ngoro, Pacet, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dlanggu, Gondang, dan Pacet.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Sawahan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gondang dan Patianrowo.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bagor, Berbek, Lengkong, dan Loceret.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jatikalen, Ngetos, Ngluyu, Rejoso, Sawahan, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ngetos, Ngluyu, Ngronggot, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Jatikalen dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Gondang, Lengkong, Loceret, Patianrowo, dan Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Baron, Kertosono, Nganjuk, Pace, Sukomoro, dan Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Ngronggot.
    NGAWI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Galis, Larangan, dan Proppo.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Tlanakan, dan Waru.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Galis, Larangan, dan Proppo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Lekok, Nguling, Pasrepan, Prigen, Purwodadi, Rejoso, dan Wonorejo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Grati, Pandaan, Purwosari, Puspo, Rembang, dan Tosari.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bangil, Beji, Sukorejo, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Sukorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bangil, Beji, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Tosari, dan Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gempol, Kejayan, Lumbang, dan Winongan.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gondang Wetan dan Kraton.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Pohjentrek dan Rejoso.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Ngebel.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jetis dan Siman.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Jenangan dan Mlarak.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Badegan, Balong, Jambon, Ngebel, Pulung, Sambit, dan Slahung.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bungkal, Ngrayun, Pudak, Sawoo, dan Sooko.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pulung, Sambit, dan Slahung.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Badegan, Balong, dan Jambon.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Jenangan, Jetis, Mlarak, dan Siman.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Babadan, Kauman, Ponorogo, Sampung, dan Sukorejo.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Besuk, Gading, Pakuniran, dan Sukapura.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Krucil.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Kraksaan, Kuripan, Leces, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Krejengan, Lumbang, Maron, Pakuniran, Tiris, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Besuk, Gading, Krucil, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gading, Sukapura, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Besuk.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Pakuniran, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Dringu, Gending, Paiton, dan Pajarakan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Bantaran, Pakuniran, dan Sumberasih.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Kotaanyar dan Wonomerto.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ketapang.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyuates, Robatal, dan Sreseh.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Pangarengan, Sampang, Sokobanah, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyuates, Robatal, dan Sreseh.
    SAMPANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Ketapang.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jabon, Krembung, dan Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jabon, Krembung, dan Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Asembagus, Banyuputih, Kapongan, dan Panji.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuputih, Bungatan, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, dan Panarukan.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Asembagus, Jangkar, Mlandingan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arjasa dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Arjasa, Banyuputih, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Asembagus, Banyuglugur, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Panarukan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Besuki, Mangaran, dan Suboh.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Banyuputih.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Manding, dan Saronggi.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gapura, Kalianget, Kota Sumenep, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gapura dan Kalianget.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kota Sumenep, Raas, Sapeken, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Manding, dan Saronggi.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ambunten, Arjasa, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kangayan, Lenteng, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, dan Rubaru.
    SUMENEP Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Raas dan Sapeken.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Pule dan Suruh.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dongko.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Durenan.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dongko, Pogalan, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendungan, Karangan, Pule, dan Suruh.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gandusari, Kampak, Munjungan, Panggul, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bendungan dan Karangan.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Durenan, Pogalan, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Durenan.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Palang dan Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, dan Tuban.
    TUBAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Palang.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Campur Darat dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kalidawir dan Rejotangan.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Campur Darat, Pager Wojo, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bandung, Sendang, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Besuki.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bandung, Kauman, Ngunut, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Ngantru, Pucang Laban, Sendang, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Boyolangu, Campur Darat, Pager Wojo, Pakel, dan Rejotangan.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Pager Wojo dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Boyolangu dan Rejotangan.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Kedungwaru dan Sumbergempol.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan September 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 88,3 %, Kurang 6,4 %, Sedang 2,3 %, Cukup 2,5 % dan Sangat Cukup 0,5 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan September Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Pulau Kangean, Lamongan, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Pacitan, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Malang.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Pasuruan.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Lumajang, dan Malang.


  • (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis Periode Juli - Agustus - September 2020 dengan kriteria Normal 90,9%, Agak Basah 8,8% dan Basah 0,3%.


    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis

    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis dihitung menggunakan metode SPI.

    SPI adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst).

    Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma.

    Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

    a. Tingkat Kekeringan:

    1. Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00
    2. Kering : Jika nilai SPI -1,50 s/d -1,99
    3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49
    4. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99

    b. Tingkat Kebasahan:

    1. Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00
    2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99
    3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49

    Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya).

    Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.


    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Agustus 2020, dapat diinformasikan Analisis Indeks Kekeringan dengan metode SPI bulan Juli - Agustus - September 2020 adalah sebagai berikut:







    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Normal Terjadi di sebagian Pulau Kangean.
    Normal Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Normal Terjadi di seluruh Bangkalan, Batu, Pulau Bawean, Gresik, Jember, Madiun, Magetan, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Surabaya, dan Trenggalek.


    Analisis Indeks Kebasahan dengan metode SPI bulan Juli - Agustus - September 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Agak Basah Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Agak Basah Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Pasuruan, dan Situbondo.
    Agak Basah Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean.
    Basah Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bojonegoro, Probolinggo, dan Situbondo.
    Sangat Basah Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.


  • (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020

    (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020 (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020

    (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur pada Bulan Juli - Agustus - September Tahun 2020

    Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut dengan kriteria Menengah 2,6%, Panjang 25,6% , Sangat Panjang 63,6%dan Kekeringan Ekstrem 8,2%


    Deret hari tanpa hujan berturut-turut atau diistilahkan dengan dry spell adalah jumlah hari kering (hari tidak ada hujan) berurutan yang tidak diselingi oleh hari basah (hari hujan).

    Hari basah didefinisikan sebagai hari di mana terjadi hujan yang tinggi curah hujannya mencapai 1 mm atau lebih, definisi ini yang digunakan Albert dan Tank(2009).

    Berdasar hal tersebut di atas maka deret hari tanpa hujan berturut-turut didefinisikan sebagai hari yang tinggi hujannya di bawah 1 mm atau tidak terjadi hujan sama sekali.

    Data pengamatan yang digunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan di Jawa Timur meliputi sekitar 197 pos hujan dengan data curah hujan harian pada tiga bulan berturut-turut.

    Perhitungan deret ini dimulai pada tanggal updating/akhir periode dan dianalisis ke belakang hingga didapat hari hujan, hari tanpa hujan berturut-turut yang dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan maka dry spell dihitung sesuai dengan kriterianya sedangkan jika hari terakhir pengamatan/akhir periode ada hujan maka kondisi ini dikategorikan sebagai hari hujan (HH).

    Dalam kaitannya dengan kepentingan dampak kekeringan terutama lahan pertanian di wilayah Jawa Timur, selanjutnya peta analisis hari tanpa hujan berturut-turut yang disampaikan adalah deret hari tanpa hujan maksimum pada masing-masing pos hujan.

    Analisis hari tanpa hujan berturut-turut ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana suatu wilayah mempunyai tingkat hari kering baik pada tingkat sangat pendek, pendek, menengah, panjang, sangat panjang atau bahkan kekeringan ekstrim yang terjadi pada tiga bulan berturut-turut, ke depannya informasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui awal, panjang musim kemarau/hujan maupun prakiraan peringatan dini tingkat kekeringan suatu wilayah untuk antisipasi dan mitigasi bencana kekeringan, puso, kekeringan sumber mata air dan sebagainya.


    Kriteria yang digunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan berturut-turut memuat 7 kriteria, yaitu sebagai berikut:






    NO KELAS
    (Hari kering berturut-turut)
    KRITERIA
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    1 1 - 5 Sangat Pendek
    2 6 - 10 Pendek
    3 11 - 20 Menengah
    4 21 - 30 Panjang
    5 31 - 60 Sangat Panjang
    6 60 Kekeringan Ekstrim
    7 HH Masih Ada Hujan






  • (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian III (tanggal 21 - 31) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian III (tanggal 21 - 31) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian III (tanggal 21 - 31) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020

    Curah hujan Dasarian III OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar antara 51 - 100 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 70 %.

  • (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian III OKTOBER - III NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 21 OKTOBER - 30 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian III OKTOBER - III NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 21 OKTOBER - 30 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian III OKTOBER - III NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 21 OKTOBER - 30 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 20 Oktober 2020

    Curah hujan Dasarian III OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar antara 51 - 100 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 70 %.

  • (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Hari Tanpa Hujan (HTH) Berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya kriteria “Masih Ada Hujan” hingga “Pendek”..

    Waspada untuk sebagian kabupaten / Kota :

    1. Sudah 31 – 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan (“Kriteria Sangat Panjang”) di Kabupaten / Kota : Banyuwangi, Jombang dan Magetan
    2. Sudah lebih dari 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan ("Kriteria Kekeringan Ekstrem") di Kabupaten / Kota : Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo dan Surabaya
  • (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian II Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian II Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian II Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Distribusi Curah Hujan Dasarian II Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur pada umumnya kriteria “Rendah”

    Namun terdapat kriteria "TINGGI" di sebagian kecil Kab Malang, Trenggalek, dan Sumenep

  • (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 20 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - BLITAR : (Kec. Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi)
    - - BOJONEGORO : (Kec. Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kasiman, Kedungadem, Malo, Ngambon, Ngasem, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Temayang)
    - - GRESIK : (Kec. Balongpangpang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Wringinanom)
    - - JOMBANG : (Kec. Bandarkedungmulyo, Bareng, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, Wonosalam)
    - - KEDIRI : (Kec. Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Papar, Tarokan)
    - - KOTA BATU : (Kec. Batu, Bumiaji, Junrejo)
    - - KOTA KEDIRI : (Kec. Kota, Mojoroto)
    - - KOTA MADIUN : (Kec. Kartoharjo, Taman)
    - - KOTA MALANG : (Kec. Blimbing, Klojen, Lowokwaru)
    - - KOTA MOJOKERTO : (Kec. Magersari, Prajurit Kulon)
    - - LAMONGAN : (Kec. Kembangbahu, Ngimbang, Tikung)
    - - MADIUN : (Kec. Balerejo, Dagangan, Dolopo, Gemarang, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, Wungu)
    - - MAGETAN : (Kec. Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro)
    - - MALANG : (Kec. Bululawang, Dau, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumberpucung, Wonosari)
    - - MOJOKERTO : (Kec. Bangsal, Dawarblandong, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, Trowulan)
    - - NGANJUK : (Kec. Bagor, Berbek, Gondang, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Pace, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, Wilangan)
    - - NGAWI : (Kec. Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Widodaren)
    - - PASURUAN : (Kec. Bangil, Beji, Gempol, Kejayan, Kraton, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Wonorejo)
    - - PONOROGO : (Kec. Badegan, Jenangan, Kauman, Ngebel, Pulung, Sampung, Sooko, Sukorejo)
    - - SIDOARJO : (Kec. Balongbendo, Buduran, Candi, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Wonoayu)
    - - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Durenan, Pogalan, Trenggalek, Tugu)
    - - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngantru, Pagerwojo, Sendang, Tulungagung)


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - BLITAR : (Kec. Srengat, Wonodadi)
    - - KEDIRI : (Kec. Kras)
    - - TULUNGAGUNG : (Kec. Ngantru)


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 20 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - BANYUWANGI : (Kec. Glenmore, Pesanggaran, Siliragung)
    - - BLITAR : (Kec. -, Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi)
    - - BOJONEGORO : (Kec. Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sukosewu, Trucuk)
    - - BONDOWOSO : (Kec. Tapen, Wonosari, Wringin)
    - - JEMBER : (Kec. Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Silo, Sukorambi, Sumberbaru, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo)
    - - JOMBANG : (Kec. Bareng, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Wonosalam)
    - - KEDIRI : (Kec. Banyakan, Gurah, Kandangan, Kras, Ngancar)
    - - KOTA BATU : (Kec. Batu, Bumiaji, Junrejo)
    - - KOTA MADIUN : (Kec. Geger, Jiwan, Kartoharjo, Mangunharjo, Taman)
    - - KOTA MALANG : (Kec. Blimbing, Klojen, Lowokwaru)
    - - KOTA PROBOLINGGO : (Kec. Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, Wonoasih)
    - - LAMONGAN : (Kec. Modo)
    - - LUMAJANG : (Kec. Kedungjajang, Pronojiwo)
    - - MADIUN : (Kec. Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, Wungu)
    - - MAGETAN : (Kec. Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, Takeran)
    - - MALANG : (Kec. Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Tirtoyudo, Turen, Wajak, Wonosari)
    - - MOJOKERTO : (Kec. Gondang, Jatirejo, Trowulan)
    - - NGANJUK : (Kec. Loceret, Ngetos, Sawahan)
    - - NGAWI : (Kec. Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Widodaren)
    - - PACITAN : (Kec. Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, Tulakan)
    - - PASURUAN : (Kec. Purwodadi, Purwosari, Puspo, Tosari, Tutur)
    - - PONOROGO : (Kec. , Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, Sukorejo)
    - - PROBOLINGGO : (Kec. Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sumber, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tiris, Wonomerto)
    - - SITUBONDO : (Kec. Banyuglugur, Jatibanteng)
    - - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Durenan, Karangan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, Tugu)
    - - TUBAN : (Kec. Bangilan, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tuban)
    - - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kedungwaru, Ngantru, Pagerwojo, Sendang, Tulungagung)


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Sifat Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Sifat Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Sifat Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diinformasikan Sifat Hujan Bulan September 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis Distribusi Sifat Hujan Bulan September 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan sifat Bawah Normal sebesar sebesar 60,5%, Normal sebesar 10,6%, dan Atas Normal 28,9%.

    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %





    SIFAT HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lumajang, Malang, Ngawi, Pacitan, dan Tuban.
    Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Terjadi di sebagian Lamongan, Ponorogo, dan Probolinggo.
    Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Terjadi di sebagian besar Bangkalan, Gresik, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Situbondo, dan Sumenep.
    Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Terjadi di seluruh Pulau Bawean, Sampang, Sidoarjo, dan Surabaya.
    Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Terjadi di sebagian Batu, Bondowoso, Gresik, Lamongan, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Terjadi di sebagian besar Pulau Kangean dan Ponorogo.
    Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Gresik, Jombang, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Terjadi di sebagian Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Ngawi, Pacitan, Probolinggo, dan Trenggalek.
    Normal
    (85 - 115 %)
    Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Kediri, Lamongan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungagung.
    Normal
    (85 - 115 %)
    Terjadi di sebagian Jember, Lumajang, Pacitan, dan Trenggalek.
    Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Terjadi di sebagian kecil Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Malang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung.
    Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Terjadi di sebagian Banyuwangi, Jember, Kediri, Lumajang, dan Trenggalek.
    Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Lumajang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, dan Trenggalek.
    Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Terjadi di sebagian Banyuwangi, Kediri, Malang, Tuban, dan Tulungagung.
    Atas Normal
    (> 200 %)
    Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Situbondo.
    Atas Normal
    (> 200 %)
    Terjadi di sebagian Tuban dan Tulungagung.
    Atas Normal
    (> 200 %)
    Terjadi di sebagian besar Blitar.


  • (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Distribusi Curah Hujan Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Oktober 2020 dapat diinformasikan curah hujan bulan September 2020 adalah sebagai berikut:

    Analisis jumlah curah hujan di Jawa Timur bulan September 2020 berkisar 0 – 348 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.






    CURAH HUJAN KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Lumajang, Malang, Pacitan, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian Bojonegoro, Jember, Kediri, dan Ngawi.
    0 - 20 mm Terjadi di sebagian besar Batu, Bondowoso, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, dan Situbondo.
    0 - 20 mm Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Gresik, Madiun, Magetan, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, dan Surabaya.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jombang, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian Batu, Jember, Kediri, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    21 - 50 mm Terjadi di sebagian besar Bojonegoro dan Tuban.
    21 - 50 mm Terjadi di seluruh Pulau Kangean.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, dan Tuban.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Tulungagung.
    51 -100 mm Terjadi di sebagian besar Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian kecil Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pacitan, dan Trenggalek.
    101 - 150 mm Terjadi di sebagian Banyuwangi, Blitar, dan Tulungagung.
    151 - 200 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, dan Pacitan.
    201 -300 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Lumajang, dan Malang.
    301 - 400 mm Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi.


  • Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur

    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur


    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur


    Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur Antisipasi Musim Hujan di berbagai Sektor Rilis Perkembangan dan Prediksi Anomali Iklim La Nina Tahun 2020 - 2021 Provinsi Jawa Timur Antisipasi Musim Hujan di berbagai Sektor


  • Saat ini sedang terjadi Anomali Iklim La Nina Berpotensi Berdampak ke Wilayah Indonesia

    Saat ini sedang terjadi Anomali Iklim La Nina Berpotensi Berdampak ke Wilayah Indonesia Saat ini sedang terjadi Anomali Iklim La Nina Berpotensi Berdampak ke Wilayah Indonesia


  • Artikel

    Artikel
  • Artikel

    Artikel
  • (Infografis Klimat Story) La Nina dan Musim Hujan di Jawa Timur

    (Infografis Klimat Story) La Nina dan Musim Hujan di Jawa Timur (Infografis Klimat Story) La Nina dan Musim Hujan di Jawa Timur

  • (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian I Oktober 2020

    (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian I Oktober 2020 (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian I Oktober 2020


  • (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 10 Oktober 2020

    (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 10 Oktober 2020 (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 10 Oktober 2020

  • (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian II (tanggal 11 - 20) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian II (tanggal 11 - 20) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian II (tanggal 11 - 20) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 10 Oktober 2020

    Curah hujan Dasarian II OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar kurang dari 50 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 50 %.

  • (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian II OKTOBER - II NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 11 OKTOBER - 20 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 11 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian II OKTOBER - II NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 11 OKTOBER - 20 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 11 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian II OKTOBER - II NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 11 OKTOBER - 20 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 11 Oktober 2020

    Curah hujan Dasarian II OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar kurang dari 50 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 50 %.

  • (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Hari Tanpa Hujan (HTH) Berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya kriteria “Masih Ada Hujan” hingga “Kekeringan Ekstrem”..

    Waspada untuk sebagian kabupaten / Kota :

    1. Sudah 31 – 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan (“Kriteria Sangat Panjang”) di Kabupaten / Kota : Bojonegoro, Gresik, Jember, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Pasuruan, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep dan Surabaya
    2. Sudah lebih dari 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan ("Kriteria Kekeringan Ekstrem") di Kabupaten / Kota : Banyuwangi, Mojokerto, Pamekasan, Probolinggo, dan Sampang
  • (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian I Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian I Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian I Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Distribusi Curah Hujan Dasarian I Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur pada umumnya kriteria “Rendah”

  • (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 10 Oktober 2020 di Provinsi Jawa Timur


  • (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan JANUARI Tahun 2021 Update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - BANGKALAN : (Kec. Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kwanyar, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Tragah) BANGKALAN : (Kec. Blega, Modung)
    - BANYUWANGI : (Kec. Bangorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Genteng, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, Wongsorejo) GRESIK : (Kec. Bungah, Manyar, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah)
    - BLITAR : (Kec. -, Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi) LAMONGAN : (Kec. Brondong, Paciran)
    - BOJONEGORO : (Kec. Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Temayang, Trucuk) PAMEKASAN : (Kec. Larangan, Pademawu)
    - BONDOWOSO : (Kec. Cerme, Klabang, Prajekan, Tapen, Wonosari, Wringin) SAMPANG : (Kec. Camplong, Jrengik, Pangarengan, Sampang, Sreseh, Torjun)
    - GRESIK : (Kec. Balongpangpang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, Wringinanom) SUMENEP : (Kec. Saronggi)
    - JEMBER : (Kec. Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumukmas, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumberbaru, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, Wuluhan) TUBAN : (Kec. Merakurak, Tuban)
    - JOMBANG : (Kec. Bandarkedungmulyo, Bareng, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, Wonosalam) -
    - KEDIRI : (Kec. Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Papar, Tarokan) -
    - KOTA BATU : (Kec. Batu, Bumiaji, Junrejo) -
    - KOTA KEDIRI : (Kec. Kota, Mojoroto) -
    - KOTA MADIUN : (Kec. Geger, Jiwan, Kartoharjo, Mangunharjo, Taman) -
    - KOTA MALANG : (Kec. Blimbing, Klojen, Lowokwaru) -
    - KOTA MOJOKERTO : (Kec. Magersari, Prajurit Kulon) -
    - KOTA PASURUAN : (Kec. Bugul Kidul, Gadingrejo, Purworejo) -
    - KOTA PROBOLINGGO : (Kec. Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, Wonoasih) -
    - KOTA SURABAYA : (Kec. Asem Rowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, Wonokromo) -
    - LAMONGAN : (Kec. Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Maduran/Karanggeneng, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Sekaran/Maduran, Sugio, Sukodadi, Tikung, Turi) -
    - LUMAJANG : (Kec. Candipuro, Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Pasirian, Pronojiwo, Tekung, Tempeh, Tempursari, Yosowilangun) -
    - MADIUN : (Kec. Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, Wungu) -
    - MAGETAN : (Kec. Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, Takeran) -
    - MALANG : (Kec. Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Tirtoyudo, Turen, Wajak, Wonosari) -
    - MOJOKERTO : (Kec. Bangsal, Dawarblandong, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, Trowulan) -
    - NGANJUK : (Kec. Bagor, Berbek, Gondang, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Pace, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, Wilangan) -
    - NGAWI : (Kec. Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Widodaren) -
    - PACITAN : (Kec. Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, Tulakan) -
    - PAMEKASAN : (Kec. Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Proppo, Waru) -
    - PASURUAN : (Kec. Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, Wonorejo) -
    - PONOROGO : (Kec. , Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, Sukorejo) -
    - PROBOLINGGO : (Kec. Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sumber, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tiris, Tongas, Wonomerto) -
    - SAMPANG : (Kec. Banyuates, Camplong, Jrengik, Kedungdung, Ketapang, Omben, Robatal, Sampang, Sreseh, Torjun) -
    - SIDOARJO : (Kec. Balongbendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, Wonoayu) -
    - SITUBONDO : (Kec. Arjasa, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh) -
    - SUMENEP : (Kec. Arjasa, Dungkek, Lenteng, Saronggi) -
    - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, Tugu, Watulimo) -
    - TUBAN : (Kec. Bangilan, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tuban, Widang) -
    - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngantru, Pagerwojo, Sendang, Tulungagung) -


  • (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan DESEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - BANGKALAN : (Kec. Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kwanyar, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Tragah) BANGKALAN : (Kec. Blega, Modung)
    - BANYUWANGI : (Kec. Bangorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Genteng, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, Wongsorejo) BANYUWANGI : (Kec. Bangorejo, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, Tegaldlimo)
    - BLITAR : (Kec. -, Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi) GRESIK : (Kec. Bungah, Manyar, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah)
    - BOJONEGORO : (Kec. Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Temayang, Trucuk) JEMBER : (Kec. Puger, Tempurejo)
    - BONDOWOSO : (Kec. Cerme, Klabang, Prajekan, Tapen, Wonosari, Wringin) LAMONGAN : (Kec. Brondong, Paciran)
    - GRESIK : (Kec. Balongpangpang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, Wringinanom) PAMEKASAN : (Kec. Larangan, Pademawu)
    - JEMBER : (Kec. Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumukmas, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumberbaru, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, Wuluhan) SAMPANG : (Kec. Camplong, Jrengik, Pangarengan, Sampang, Sreseh, Torjun)
    - JOMBANG : (Kec. Bandarkedungmulyo, Bareng, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, Wonosalam) SUMENEP : (Kec. Saronggi)
    - KEDIRI : (Kec. Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Papar, Tarokan) TUBAN : (Kec. Bangilan, Merakurak, Montong, Parengan, Tuban)
    - KOTA BATU : (Kec. Batu, Bumiaji, Junrejo) -
    - KOTA KEDIRI : (Kec. Kota, Mojoroto) -
    - KOTA MADIUN : (Kec. Geger, Jiwan, Kartoharjo, Mangunharjo, Taman) -
    - KOTA MALANG : (Kec. Blimbing, Klojen, Lowokwaru) -
    - KOTA MOJOKERTO : (Kec. Magersari, Prajurit Kulon) -
    - KOTA PASURUAN : (Kec. Bugul Kidul, Gadingrejo, Purworejo) -
    - KOTA PROBOLINGGO : (Kec. Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, Wonoasih) -
    - KOTA SURABAYA : (Kec. Asem Rowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, Wonokromo) -
    - LAMONGAN : (Kec. Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Maduran/Karanggeneng, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Sekaran/Maduran, Sugio, Sukodadi, Tikung, Turi) -
    - LUMAJANG : (Kec. Candipuro, Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Pasirian, Pronojiwo, Tekung, Tempeh, Tempursari, Yosowilangun) -
    - MADIUN : (Kec. Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, Wungu) -
    - MAGETAN : (Kec. Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, Takeran) -
    - MALANG : (Kec. Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Tirtoyudo, Turen, Wajak, Wonosari) -
    - MOJOKERTO : (Kec. Bangsal, Dawarblandong, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, Trowulan) -
    - NGANJUK : (Kec. Bagor, Berbek, Gondang, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Pace, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, Wilangan) -
    - NGAWI : (Kec. Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Widodaren) -
    - PACITAN : (Kec. Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, Tulakan) -
    - PAMEKASAN : (Kec. Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Proppo, Waru) -
    - PASURUAN : (Kec. Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, Wonorejo) -
    - PONOROGO : (Kec. , Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, Sukorejo) -
    - PROBOLINGGO : (Kec. Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sumber, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tiris, Tongas, Wonomerto) -
    - SAMPANG : (Kec. Banyuates, Camplong, Jrengik, Kedungdung, Ketapang, Omben, Robatal, Sampang, Sreseh, Torjun) -
    - SIDOARJO : (Kec. Balongbendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, Wonoayu) -
    - SITUBONDO : (Kec. Arjasa, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh) -
    - SUMENEP : (Kec. Arjasa, Dungkek, Lenteng, Saronggi) -
    - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, Tugu, Watulimo) -
    - TUBAN : (Kec. Bangilan, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tuban, Widang) -
    - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngantru, Pagerwojo, Sendang, Tulungagung) -


  • (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Bulanan) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Tahun 2020 Update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - BLITAR : (Kec. -, Kademangan, Srengat, Sutojayan, Wonodadi) BANGKALAN : (Kec. Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Geger, Kamal, Klampis, Kwanyar, Modung, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Tragah)
    - BOJONEGORO : (Kec. Bubulan, Gondang, Kedungadem, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Sekar, Temayang) BANYUWANGI : (Kec. Bangorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Genteng, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalipuro, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, Wongsorejo)
    - JOMBANG : (Kec. Bandarkedungmulyo, Bareng, Gudo, Jogoroto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, Wonosalam) BLITAR : (Kec. Kademangan)
    - KEDIRI : (Kec. Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kras, Kunjang, Ngancar, Pagu, Papar, Tarokan) BOJONEGORO : (Kec. Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Temayang, Trucuk)
    - KOTA BATU : (Kec. Batu, Bumiaji, Junrejo) BONDOWOSO : (Kec. Cerme, Klabang, Prajekan, Tapen, Wonosari, Wringin)
    - KOTA KEDIRI : (Kec. Kota, Mojoroto) GRESIK : (Kec. Balongpangpang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Tambak, Ujungpangkah, Wringinanom)
    - KOTA MADIUN : (Kec. Jiwan, Kartoharjo, Mangunharjo) JEMBER : (Kec. Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumukmas, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumberbaru, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, Wuluhan)
    - KOTA MALANG : (Kec. Blimbing, Klojen, Lowokwaru) JOMBANG : (Kec. Kabuh, Ngusikan, Plandaan)
    - KOTA MOJOKERTO : (Kec. Magersari, Prajurit Kulon) KOTA MADIUN : (Kec. Geger, Kartoharjo, Mangunharjo, Taman)
    - MADIUN : (Kec. Geger, Gemarang, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri) KOTA PASURUAN : (Kec. Bugul Kidul, Gadingrejo, Purworejo)
    - MAGETAN : (Kec. Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, Takeran) KOTA PROBOLINGGO : (Kec. Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, Wonoasih)
    - MALANG : (Kec. Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pakis, Pakisaji, Pujon, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Turen, Wajak, Wonosari) KOTA SURABAYA : (Kec. Asem Rowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, Wonokromo)
    - MOJOKERTO : (Kec. Bangsal, Dawarblandong, Gedeg, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, Trowulan) LAMONGAN : (Kec. Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Maduran/Karanggeneng, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Sekaran/Maduran, Sugio, Sukodadi, Tikung, Turi)
    - NGANJUK : (Kec. Bagor, Berbek, Gondang, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Pace, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, Wilangan) LUMAJANG : (Kec. Candipuro, Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Pasirian, Pronojiwo, Tekung, Tempeh, Tempursari, Yosowilangun)
    - NGAWI : (Kec. Geneng, Gerih, Jogorogo, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Widodaren) MADIUN : (Kec. Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, Wungu)
    - PASURUAN : (Kec. Beji, Gempol, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Sukorejo, Wonorejo) MAGETAN : (Kec. Kartoharjo, Takeran)
    - PONOROGO : (Kec. Babadan, Kauman, Ngebel, Ponorogo, Pulung, Sampung, Sooko, Sukorejo) MALANG : (Kec. Ampelgading, Bantur, Dampit, Gedangan, Kalipare, Lawang, Pagak, Pakis, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Turen, Wajak)
    - SIDOARJO : (Kec. Balongbendo, Krembung, Porong, Prambon, Tarik) MOJOKERTO : (Kec. Dawarblandong, Jetis, Kemlagi, Mojosari, Ngoro, Pungging)
    - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Trenggalek) NGAWI : (Kec. Bringin, Karangjati, Kasreman, Kwadungan, Ngawi, Padas, Pangkur, Pitu)
    - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Kedungwaru, Ngantru, Pagerwojo, Sendang, Tulungagung) PACITAN : (Kec. Arjosari, Bandar, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, Tulakan)
    - - PAMEKASAN : (Kec. Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Proppo, Waru)
    - - PASURUAN : (Kec. Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Grati, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, Wonorejo)
    - - PONOROGO : (Kec. , Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, Sukorejo)
    - - PROBOLINGGO : (Kec. Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gading, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, Sumber, Sumberasih, Tegalsiwalan, Tiris, Tongas, Wonomerto)
    - - SAMPANG : (Kec. Banyuates, Camplong, Jrengik, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sreseh, Torjun)
    - - SIDOARJO : (Kec. Balongbendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Prambon, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, Wonoayu)
    - - SITUBONDO : (Kec. Arjasa, Banyuglugur, Banyuputih, Besuki, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mangaran, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh)
    - - SUMENEP : (Kec. Arjasa, Dungkek, Lenteng, Saronggi)
    - - TRENGGALEK : (Kec. Bendungan, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Munjungan, Panggul, Pogalan, Trenggalek, Tugu, Watulimo)
    - - TUBAN : (Kec. Bangilan, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, Tuban, Widang)
    - - TULUNGAGUNG : (Kec. Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Pagerwojo, Tulungagung)


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan NOVEMBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - -


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - -


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 10 Oktober 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - JEMBER : (Kec. Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumberbaru, Sumbersari, Tanggul)
    - - LUMAJANG : (Kec. Kedungjajang)
    - - MALANG : (Kec. Dau, Ngajum, Wonosari)
    - - PROBOLINGGO : (Kec. Banyuanyar, Besuk, Gading, Maron, Pakuniran, Tegalsiwalan, Tiris)


  • (Infografis - Bulanan) Iklim Ekstrim Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Infografis - Bulanan) Iklim Ekstrim Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Infografis - Bulanan) Iklim Ekstrim Bulan September Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

  • (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian III September 2020

    (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian III September 2020 (Analisis dan Prediksi Dasarian) Dinamika Atmosfer - Laut Dan Prediksi Curah Hujan Pemutakhiran Dasarian III September 2020


  • (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 30 September 2020

    (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 30 September 2020 (Infografis - Dasarian) Informasi Iklim Jatim Update 30 September 2020

  • (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian I (tanggal 1 - 10) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 30 September 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian I (tanggal 1 - 10) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 30 September 2020 (Prakiraan - Dasarian) Probabilistik Curah Hujan Dasarian I (tanggal 1 - 10) OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur Update 30 September 2020

    Curah hujan Dasarian I OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar kurang dari 50 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 50 %.

  • (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian I OKTOBER - I NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 1 OKTOBER - 10 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 31 September 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian I OKTOBER - I NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 1 OKTOBER - 10 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 31 September 2020 (Prakiraan - Dasarian) Deterministik Curah Hujan Dasarian I OKTOBER - I NOVEMBER Tahun 2020 (Tanggal 1 OKTOBER - 10 NOVEMBER 2020) di Provinsi Jawa Timur Update 31 September 2020

    Curah hujan Dasarian I OKTOBER 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar kurang dari 50 mm dengan peluang (probabilistik)lebih dari 50 %.

  • (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Hari Tanpa Hujan (HTH) Berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya kriteria “Masih Ada Hujan” dan “Pendek”.”.

    Waspada untuk sebagian kabupaten :

    1. Sudah 31 – 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan (“Kriteria Sangat Panjang”) di Kabupaten Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Madiun, Magetan, Pasuruan, Situbondo dan Sumenep.
    2. Sudah lebih dari 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan ("Kriteria Kekeringan Ekstrem") di Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Jombang, Mojokerto, Pamekasan dan Probolinggo.
  • (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian III September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian III September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Dasarian) Distribusi Curah Hujan Dasarian III September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Distribusi Curah Hujan Dasarian III September 2020 di Provinsi Jawa Timur pada umumnya kriteria “Rendah”

  • (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur (Monitoring dan Prakiraan Curah Hujan - Dasarian) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Update 30 September 2020 di Provinsi Jawa Timur


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 30 September 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 30 September 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian III (tanggal 21 - 31) Tahun 2020 update 30 September 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - -


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 30 September 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 30 September 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian II (tanggal 11 - 20) Tahun 2020 update 30 September 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - -


  • (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 30 September 2020

    (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 30 September 2020 (Prakiraan - Dasarian) Daerah Potensi Banjir di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan OKTOBER Dasarian I (tanggal 1 - 10) Tahun 2020 update 30 September 2020






    TINGKAT POTENSI BANJIR
    TINGGI MENENGAH RENDAH
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    - - -


  • Prakiraan Cuaca Harian Tiap 3 Jam Sekali Per Kecamatan

    Prakiraan Cuaca Harian Tiap 3 Jam Sekali Per Kecamatan
  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan DESEMBER 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 170 – 555 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan DESEMBER 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega dan Kokop.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Modung.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Burneh, Geger, Klampis, Kokop, Modung, dan Sepulu.
    BANGKALAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangkalan, Galis, Kamal, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Burneh, dan Sepulu.
    BANGKALAN 301 - 400 mm Sebagian: Geger dan Klampis.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Genteng, Licin, Pesanggaran, Songgon, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Siliragung dan Singojuruh.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Gambiran, Glagah, Kabat, Kalipuro, Srono, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Banyuwangi, Cluring, Giri, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Glagah, Kabat, Kalipuro, Srono, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Gambiran.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Genteng, Licin, Pesanggaran, Siliragung, Singojuruh, Songgon, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Seluruh: Glenmore, Kalibaru, dan Sempu.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kanigoro, Sanankulon, dan Talun.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Sutojayan.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Doko, Nglegok, dan Wlingi.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Garum dan Selorejo.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Sutojayan, Talun, Wates, dan Wonodadi.
    BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Panggungrejo, Srengat, Udanawu, dan Wonotirto.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Sanankulon, Selopuro, Wates, dan Wonodadi.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari, Kesamben, Ponggok, dan Talun.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Selorejo, dan Wlingi.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Doko dan Garum.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Nglegok dan Wlingi.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Besar: Gandusari.
    BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian: Gondang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sekar dan Temayang.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian: Sekar dan Temayang.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gondang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Maesan, Sumber Wringin, dan Tamanan.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Binakal, Grujugan, Sempol, dan Tlogosari.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Botolinggo, Curah Dami, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Prajekan, Pujer, Sukosari, Taman Krocok, dan Tegalampel.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Bondowoso, Cermee, Tapen, Tenggarang, dan Wonosari.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Botolinggo, Curah Dami, Klabang, Prajekan, Sukosari, Taman Krocok, dan Tegalampel.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Jambesari Darus Sholah dan Pujer.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Binakal, Grujugan, Maesan, Sempol, Sumber Wringin, Tamanan, dan Tlogosari.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Seluruh: Pakem dan Wringin.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Driyorejo.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian: Kedamean dan Menganti.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang, Cerme, dan Kebomas.
    GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Benjeng, Bungah, Duduksampeyan, Dukun, Gresik, Manyar, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang, Cerme, dan Kebomas.
    GRESIK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Driyorejo, Kedamean, dan Menganti.
    GRESIK 301 - 400 mm Seluruh: Wringinanom.
    GRESIK 401 - 500 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jombang.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jenggawah, Jombang, Mumbulsari, Silo, Sumber Baru, dan Tempurejo.
    JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Gumuk Mas, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Panti, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Sukorambi, Sukowono, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jenggawah, Mumbulsari, Silo, Sumber Baru, dan Tempurejo.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Perak.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Plandaan.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian: Bandar Kedung Mulyo.
    JOMBANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Perak dan Plandaan.
    JOMBANG 301 - 400 mm Seluruh: Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Peterongan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Grogol, Gurah, Mojo, Ngadiluwih, Purwoasri, Semen, dan Wates.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Kandat, Kras, dan Pagu.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gampengrejo dan Ringinrejo.
    KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Ngasem.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ringinrejo.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gampengrejo.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Gurah, Kandat, Kepung, Kras, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Pagu, Puncu, Purwoasri, Semen, dan Wates.
    KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Badas, Kandangan, Kayen Kidul, Kunjang, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, dan Tarokan.
    KEDIRI 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kepung, Ngancar, dan Puncu.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bumiaji.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Seluruh: Batu dan Junrejo.
    KOTA BATU 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Bumiaji.
    KOTA BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sananwetan.
    KOTA BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Sananwetan.
    KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kota Kediri dan Pesantren.
    KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Mojoroto.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kota Kediri.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Pesantren.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kartoharjo dan Taman.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Mangu Harjo.
    KOTA MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo dan Taman.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gadingrejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Benowo, Gayungan, Karang Pilang, Lakarsantri, Pakal, dan Suko Manunggal.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian: Asemrowo, Sawahan, Wonocolo, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Besar: Tenggilis Mejoyo.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Seluruh: Bubutan, Bulak, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Kenjeran, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantian, Rungkut, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Tambaksari, dan Tegalsari.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Tenggilis Mejoyo.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Benowo, Gayungan, Karang Pilang, Lakarsantri, Pakal, Sawahan, Suko Manunggal, Wonocolo, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 301 - 400 mm Seluruh: Dukuh Pakis, Jambangan, Sambikerep, Tandes, dan Wiyung.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Ngimbang dan Sambeng.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bluluk, Mantup, dan Sukorame.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Modo, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bluluk dan Mantup.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian: Sukorame.
    LAMONGAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ngimbang dan Sambeng.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Jatiroto, Kedungjajang, dan Pronojiwo.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Gucialit, Pasrujambe, Rowokangkung, Senduro, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candipuro, Gucialit, Rowokangkung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian: Pasrujambe dan Senduro.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Kedungjajang, Klakah, Pronojiwo, Randuagung, Ranuyoso, dan Tempursari.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 401 - 500 mm Sebagian: Klakah.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Wungu.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian: Madiun.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balerejo, Dolopo, Geger, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Jiwan, Kebonsari, dan Sawahan.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Geger.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian: Balerejo, Dolopo, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dagangan, Madiun, Saradan, dan Wungu.
    MADIUN 301 - 400 mm Seluruh: Gemarang, Kare, Mejayan, dan Wonoasri.
    MADIUN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Saradan.
    MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Donomulyo dan Kalipare.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Donomulyo, Jabung, Kalipare, Lawang, Ngantang, Pakis, dan Singosari.
    MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tirto Yudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jabung, Lawang, dan Singosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Ngantang dan Pakis.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Dawar Blandong.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian: Trawas.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong dan Pacet.
    MOJOKERTO 301 - 400 mm Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Gondang, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Pacet.
    MOJOKERTO 401 - 500 mm Sebagian Besar: Trawas.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Berbek, Loceret, Ngronggot, Pace, Prambon, dan Rejoso.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Bagor dan Ngluyu.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gondang, Jatikalen, Kertosono, dan Tanjunganom.
    NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Baron, Lengkong, Nganjuk, Patianrowo, dan Sukomoro.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jatikalen dan Kertosono.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Gondang dan Tanjunganom.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Loceret, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Prambon, Rejoso, dan Sawahan.
    NGANJUK 301 - 400 mm Seluruh: Ngetos dan Wilangan.
    NGANJUK 401 - 500 mm Sebagian: Sawahan.
    NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Donorojo dan Tulakan.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian: Ngadirojo dan Punung.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjosari dan Tegalombo.
    PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Bandar, Nawangan, dan Sudimoro.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Tegalombo.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Arjosari.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Donorojo, Ngadirojo, Punung, dan Tulakan.
    PACITAN 301 - 400 mm Seluruh: Kebonagung, Pacitan, dan Pringkuku.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Galis.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, Pamekasan, dan Proppo.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pasean, Pegantenan, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Grati, Lekok, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bangil, Kejayan, dan Puspo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Pasrepan.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grati, Kraton, Lekok, Lumbang, dan Nguling.
    PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Gondang Wetan, Pohjentrek, Rejoso, dan Winongan.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Lumbang dan Prigen.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian: Kraton dan Purwosari.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bangil, Gempol, Kejayan, Pandaan, Pasrepan, Purwodadi, Puspo, dan Sukorejo.
    PASURUAN 301 - 400 mm Seluruh: Beji, Rembang, Tosari, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gempol, Pandaan, Purwodadi, dan Sukorejo.
    PASURUAN 401 - 500 mm Sebagian Besar: Prigen dan Purwosari.
    PASURUAN > 500 mm Sebagian: Prigen.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Pulung dan Sooko.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Jenangan, Ngrayun, dan Sawoo.
    PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Siman, Slahung, dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngrayun dan Sawoo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian: Jenangan.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pulung dan Sooko.
    PONOROGO 301 - 400 mm Seluruh: Ngebel dan Pudak.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gending, Kraksaan, Krejengan, Maron, dan Paiton.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Pajarakan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Tiris.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Gading, Pajarakan, dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Lumbang, Maron, Paiton, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Seluruh: Dringu, Leces, Sumberasih, Tongas, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kotaanyar, Kuripan, Lumbang, Maron, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian: Sukapura.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Gading, Pakuniran, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Seluruh: Krucil.
    PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Gading dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO 401 - 500 mm Sebagian: Tiris.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Banyuates dan Sreseh.
    SAMPANG 201 - 300 mm Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Tambelangan, dan Torjun.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jabon, Krian, Tanggulangin, dan Tulangan.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candi, Sidoarjo, Taman, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 201 - 300 mm Seluruh: Buduran, Gedangan, Sedati, dan Sukodono.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candi, Sidoarjo, Taman, dan Waru.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian: Wonoayu.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jabon, Krian, Tanggulangin, dan Tulangan.
    SIDOARJO 301 - 400 mm Seluruh: Balong Bendo, Krembung, Porong, Prambon, dan Tarik.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Asembagus dan Banyuputih.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jatibanteng, Kendit, dan Panarukan.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Banyuglugur.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Asembagus, Banyuputih, dan Situbondo.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Seluruh: Arjasa, Jangkar, Kapongan, Mangaran, dan Panji.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian: Situbondo.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, Kendit, dan Panarukan.
    SITUBONDO 301 - 400 mm Seluruh: Besuki, Bungatan, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bluto dan Lenteng.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambunten, Bluto, Dasuk, Lenteng, Raas, dan Saronggi.
    SUMENEP 201 - 300 mm
    SUMENEP 201 - 300 mm Seluruh: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Dungkek, Ganding, Gapura, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Kangayan, dan Raas.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian: Dasuk.
    SUMENEP 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sapeken.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Raas dan Sapeken.
    SUMENEP 401 - 500 mm Sebagian Besar: Kangayan.
    SUMENEP 401 - 500 mm Seluruh: Arjasa.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Dongko.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Bendungan, Panggul, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kampak, Pule, Suruh, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Durenan, Gandusari, Karangan, Pogalan, dan Tugu.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Suruh dan Trenggalek.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Kampak dan Pule.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Munjungan, Panggul, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian: Munjungan.
    TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Kauman, Kedungwaru, Ngantru, dan Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Boyolangu dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Campur Darat, Gondang, Kalidawir, Ngunut, Pakel, Pucang Laban, Rejotangan, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Boyolangu.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kauman, Kedungwaru, Ngantru, dan Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Seluruh: Karangrejo dan Sendang.


  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan NOVEMBER 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 43 – 575 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan NOVEMBER 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kokop.
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Galis dan Geger.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Blega, Kokop, Konang, Modung, dan Sepulu.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Blega, Kokop, dan Konang.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Modung dan Sepulu.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Galis dan Geger.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Burneh, Kamal, Klampis, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bangorejo, Cluring, Glagah, Kabat, Kalipuro, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Giri.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuwangi, Purwoharjo, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gambiran, Licin, Rogojampi, Srono, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian: Banyuwangi, Cluring, Glagah, Kabat, Purwoharjo, dan Siliragung.
    BANYUWANGI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangorejo, Giri, Kalipuro, Muncar, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Giri, Kalipuro, dan Muncar.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian: Bangorejo, Cluring, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gambiran, Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Songgon, dan Srono.
    BANYUWANGI 201 - 300 mm Seluruh: Genteng dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Glagah, Glenmore, Kalibaru, Licin, Pesanggaran, Sempu, dan Singojuruh.
    BANYUWANGI 301 - 400 mm Sebagian: Songgon.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bakung dan Kademangan.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Doko, Gandusari, dan Nglegok.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Garum, Selorejo, dan Wlingi.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bakung, Kademangan, Kesamben, Ponggok, Talun, dan Wates.
    BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Binangun, Kanigoro, Panggungrejo, Sanankulon, Selopuro, Srengat, Sutojayan, Udanawu, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ponggok dan Wates.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian: Gandusari, Kesamben, dan Talun.
    BLITAR 301 - 400 mm Sebagian Besar: Doko, Garum, Nglegok, Selorejo, dan Wlingi.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Doko dan Garum.
    BLITAR 401 - 500 mm Sebagian: Gandusari dan Wlingi.
    BLITAR > 500 mm Sebagian Kecil: Gandusari.
    BOJONEGORO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Baureno dan Kanor.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Baureno, Kanor, dan Margomulyo.
    BOJONEGORO 201 - 300 mm Seluruh: Balen, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Margomulyo.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Prajekan dan Sempol.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Cermee.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, dan Sumber Wringin.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian: Cermee, Pakem, Sempol, dan Wonosari.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Binakal, Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Klabang, Prajekan, Tapen, Tenggarang, dan Wringin.
    BONDOWOSO 151 - 200 mm Seluruh: Taman Krocok dan Tegalampel.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Cermee, dan Klabang.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Tapen, Tenggarang, dan Wringin.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Sempol, Sumber Wringin, Tamanan, dan Wonosari.
    BONDOWOSO 201 - 300 mm Seluruh: Pujer, Sukosari, dan Tlogosari.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Jambesari Darus Sholah dan Maesan.
    BONDOWOSO 301 - 400 mm Sebagian: Tamanan.
    GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balongpanggang.
    GRESIK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Benjeng, Duduksampeyan, dan Dukun.
    GRESIK 151 - 200 mm Seluruh: Bungah, Cerme, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan Wringinanom.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Benjeng, Duduksampeyan, dan Dukun.
    GRESIK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Balongpanggang.
    GRESIK 201 - 300 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambulu.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Mayang, Mumbulsari, Panti, Semboro, Sukowono, Tanggul, dan Tempurejo.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian: Kalisat, Ledokombo, Pakusari, Silo, Sumberjambe, dan Sumbersari.
    JEMBER 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ambulu, Balung, Jelbuk, Jombang, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER 201 - 300 mm Seluruh: Gumuk Mas, Kencong, dan Puger.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ambulu, Jombang, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian: Balung dan Jelbuk.
    JEMBER 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ajung, Arjasa, Bangsalsari, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Patrang, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, dan Tempurejo.
    JEMBER 301 - 400 mm Seluruh: Rambipuji.
    JEMBER 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Kaliwates, Panti, Patrang, Semboro, Sumber Baru, dan Tempurejo.
    JEMBER 401 - 500 mm Sebagian: Jenggawah, Mumbulsari, dan Sukorambi.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Bareng, Kudu, Perak, dan Wonosalam.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian: Diwek, Megaluh, dan Plandaan.
    JOMBANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Mojoagung, Mojowarno, Ngusikan, Peterongan, Ploso, dan Tembelang.
    JOMBANG 151 - 200 mm Seluruh: Sumobito.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Mojoagung, Ngusikan, Peterongan, dan Ploso.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian: Kesamben, Mojowarno, dan Tembelang.
    JOMBANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bareng, Diwek, Kudu, Megaluh, Perak, Plandaan, dan Wonosalam.
    JOMBANG 201 - 300 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Gudo, dan Ngoro.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Semen.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian: Banyakan, Mojo, Ngancar, dan Ngasem.
    KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gampengrejo, Grogol, Gurah, Kandangan, Kepung, Ngadiluwih, Plosoklaten, Puncu, dan Wates.
    KEDIRI 201 - 300 mm Seluruh: Badas, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Purwoasri, Ringinrejo, dan Tarokan.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Grogol, Gurah, Kandangan, Kepung, Ngadiluwih, dan Wates.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Gampengrejo, Plosoklaten, dan Puncu.
    KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Banyakan, Mojo, Ngancar, Ngasem, dan Semen.
    KOTA BATU 201 - 300 mm Sebagian Besar: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bumiaji dan Junrejo.
    KOTA BATU 301 - 400 mm Sebagian: Batu.
    KOTA BLITAR 201 - 300 mm Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kota Kediri.
    KOTA KEDIRI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pesantren.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian: Pesantren.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kota Kediri.
    KOTA KEDIRI 301 - 400 mm Seluruh: Mojoroto.
    KOTA MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kedungkandang dan Sukun.
    KOTA MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kedungkandang dan Sukun.
    KOTA MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Blimbing dan Klojen.
    KOTA MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Gadingrejo.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Bugulkidul dan Purworejo.
    KOTA PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gadingrejo.
    KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kedopok, dan Wonoasih.
    KOTA PROBOLINGGO 101 - 150 mm Seluruh: Kanigaran dan Mayangan.
    KOTA PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kedopok, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Rungkut.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gunung Anyar.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gunung Anyar.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Sebagian Besar: Asemrowo, Rungkut, Sambikerep, Suko Manunggal, dan Tandes.
    KOTA SURABAYA 151 - 200 mm Seluruh: Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Tambaksari, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Asemrowo, Sambikerep, dan Suko Manunggal.
    KOTA SURABAYA 201 - 300 mm Sebagian: Tandes.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedungpring, Mantup, Modo, Paciran, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, dan Sukorame.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian: Kalitengah, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Babat, Glagah, dan Karangbinangun.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian: Babat, Glagah, dan Karangbinangun.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Kalitengah, Kedungpring, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, dan Sukorame.
    LAMONGAN 201 - 300 mm Seluruh: Bluluk, Brondong, Deket, Karang Geneng, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Pucuk, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Jatiroto, Randuagung, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Jatiroto, Randuagung, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Jatiroto, Randuagung, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Klakah, Pasrujambe, Pronojiwo, Ranuyoso, dan Rowokangkung.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Seluruh: Candipuro, Gucialit, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Padang, Pasirian, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Klakah, Pasrujambe, Pronojiwo, Ranuyoso, dan Rowokangkung.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Jatiroto, Randuagung, dan Tempursari.
    MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Dagangan dan Geger.
    MADIUN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dagangan, Geger, Gemarang, dan Pilangkenceng.
    MADIUN 201 - 300 mm Seluruh: Balerejo, Dolopo, Jiwan, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Gemarang dan Pilangkenceng.
    MAGETAN 201 - 300 mm Seluruh: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Bululawang, Jabung, Kepanjen, Pagelaran, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Tumpang, dan Wajak.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Dau dan Kromengan.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Donomulyo, Gedangan, Kalipare, Kasembon, Lawang, Pagak, Singosari, Sumber Pucung, dan Tajinan.
    MALANG 201 - 300 mm Seluruh: Bantur dan Karangploso.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Kalipare dan Pagak.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian: Donomulyo, Gedangan, Kasembon, Lawang, Singosari, Sumber Pucung, dan Tajinan.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Bululawang, Dau, Jabung, Kepanjen, Kromengan, Ngantang, Pagelaran, Pakis, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tirto Yudo, Tumpang, dan Wajak.
    MALANG 301 - 400 mm Seluruh: Dampit, Gondanglegi, Ngajum, Pakisaji, Turen, Wagir, dan Wonosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Jabung, Ngantang, dan Singosari.
    MALANG 401 - 500 mm Sebagian: Pakis.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Mojoanyar.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian: Bangsal, Kutorejo, dan Ngoro.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Pungging.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Seluruh: Mojosari.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pungging.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian: Dawar Blandong, Gondang, dan Pacet.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bangsal, Jatirejo, Kutorejo, Mojoanyar, Ngoro, dan Trawas.
    MOJOKERTO 151 - 200 mm Seluruh: Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian: Jatirejo dan Trawas.
    MOJOKERTO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, dan Pacet.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian: Sawahan.
    NGANJUK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngetos dan Prambon.
    NGANJUK 201 - 300 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Prambon.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian: Ngetos.
    NGANJUK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Sawahan.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Kasreman dan Padas.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian: Ngawi.
    NGAWI 201 - 300 mm Sebagian Besar: Bringin, Geneng, Karangjati, Pangkur, dan Pitu.
    NGAWI 201 - 300 mm Seluruh: Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngrambe, Paron, Sine, dan Widodaren.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Geneng, Pangkur, dan Pitu.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian: Bringin dan Karangjati.
    NGAWI 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kasreman, Ngawi, dan Padas.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian: Kebonagung.
    PACITAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Arjosari, Bandar, Nawangan, dan Tegalombo.
    PACITAN 201 - 300 mm Seluruh: Donorojo, Pacitan, Pringkuku, dan Punung.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian: Arjosari dan Nawangan.
    PACITAN 301 - 400 mm Sebagian Besar: Kebonagung, Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Larangan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian: Galis.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Palengaan dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Kadur dan Proppo.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Galis, Larangan, dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Seluruh: Pademawu dan Pamekasan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Larangan dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian: Pakong.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Batu Marmar, Kadur, Palengaan, Pegantenan, Proppo, dan Waru.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Pasean.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Batu Marmar dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian: Waru.
    PAMEKASAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Pakong.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, dan Rejoso.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, dan Sukorejo.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Beji, Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Rembang, dan Winongan.
    PASURUAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangil.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Prigen, Purwosari, dan Puspo.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian: Beji, Rembang, dan Winongan.
    PASURUAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gempol, Kejayan, Lumbang, Pandaan, Pasrepan, Sukorejo, dan Wonorejo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Lumbang, Pandaan, Sukorejo, dan Wonorejo.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian: Kejayan dan Pasrepan.
    PASURUAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, dan Tutur.
    PASURUAN 201 - 300 mm Seluruh: Tosari.
    PASURUAN 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Prigen, Purwodadi, dan Tutur.
    PONOROGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngrayun.
    PONOROGO 201 - 300 mm Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sooko, dan Sukorejo.
    PONOROGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ngrayun.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Gading, Gending, Kraksaan, Krejengan, Lumbang, Maron, Pakuniran, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Kotaanyar dan Leces.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Dringu, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Gading, Sumber, Sumberasih, Tiris, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian: Dringu, Paiton, Pajarakan, Pakuniran, dan Sukapura.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Lumbang, Maron, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Kuripan, Lumbang, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian: Maron, Pakuniran, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 201 - 300 mm Sebagian Besar: Gading, Krucil, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Krucil.
    PROBOLINGGO 301 - 400 mm Sebagian Besar: Tiris.
    SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Banyuates.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karang Penang dan Sokobanah.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Omben.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Banyuates, Camplong, Kedungdung, Ketapang, dan Robatal.
    SAMPANG 101 - 150 mm Seluruh: Jrengik, Pangarengan, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kedungdung, Ketapang, dan Robatal.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Camplong.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Karang Penang, Omben, dan Sokobanah.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balong Bendo dan Krian.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian: Taman dan Tarik.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Krembung, Porong, Prambon, Sukodono, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Sedati, Sidoarjo, Tanggulangin, dan Tulangan.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Krembung, Porong, Prambon, Sukodono, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian: Waru.
    SIDOARJO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Balong Bendo, Krian, Taman, dan Tarik.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian: Arjasa dan Panji.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Asembagus, Banyuputih, Jangkar, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Banyuglugur, Banyuputih, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian: Asembagus dan Mlandingan.
    SITUBONDO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arjasa, Besuki, Bungatan, Kendit, Panarukan, Panji, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Asembagus, Besuki, dan Situbondo.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian: Bungatan, Kendit, dan Suboh.
    SITUBONDO 151 - 200 mm Sebagian Besar: Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Arjasa dan Jatibanteng.
    SITUBONDO 201 - 300 mm Sebagian: Sumbermalang.
    SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bluto, Raas, dan Saronggi.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ambunten, Pragaan, dan Rubaru.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Batuan, Bluto, Dasuk, Lenteng, Manding, Raas, dan Saronggi.
    SUMENEP 101 - 150 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuputih, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenteng, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Nonggunong, Sapeken, dan Talango.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Batuan, Bluto, dan Manding.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Dasuk dan Lenteng.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ambunten, Guluk Guluk, Pragaan, dan Rubaru.
    SUMENEP 151 - 200 mm Seluruh: Ganding, Masalembu, dan Pasongsongan.
    SUMENEP 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Guluk Guluk.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Durenan.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Panggul.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Dongko, Durenan, Kampak, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Seluruh: Bendungan, Gandusari, Karangan, Pogalan, Pule, Suruh, Trenggalek, dan Tugu.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Dongko, Kampak, Munjungan, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian Besar: Panggul.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian Kecil: Watulimo.
    TRENGGALEK 401 - 500 mm Sebagian: Munjungan.
    TRENGGALEK > 500 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Jatirogo, Montong, Palang, Plumpang, dan Semanding.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian: Grabagan dan Widang.
    TUBAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bancar, Jenu, Kerek, Merakurak, Rengel, dan Tambakboyo.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bancar dan Tambakboyo.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian: Jenu, Kerek, Merakurak, dan Rengel.
    TUBAN 201 - 300 mm Sebagian Besar: Grabagan, Jatirogo, Montong, Palang, Plumpang, Semanding, dan Widang.
    TUBAN 201 - 300 mm Seluruh: Bangilan, Kenduruan, Parengan, Senori, Singgahan, Soko, dan Tuban.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pager Wojo, Pakel, Rejotangan, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Ngantru, Ngunut, dan Sumbergempol.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Boyolangu, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Pucang Laban, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gondang, Kauman, Kedungwaru, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian: Boyolangu, Kalidawir, Karangrejo, Pucang Laban, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ngantru, Ngunut, Pager Wojo, Pakel, Rejotangan, dan Sumbergempol.
    TULUNGAGUNG 201 - 300 mm Seluruh: Bandung, Besuki, Campur Darat, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 301 - 400 mm Sebagian: Sendang.


  • (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Curah Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan jumlah curah hujan bulan OKTOBER 2020 - Update dari Analisis Bulan AGUSTUS 2020 daerah Jawa Timur berkisar antara 21 – 401 mm.


    ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN KLIMATOLOGI

    1. Curah Hujan (mm)
      Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
      Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
    2. Curah Hujan Kumulatif (mm)
      Merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
      Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM)
    3. Zona Musim (ZOM)
      Adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.
      Daerah-daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Hujan dan Musim Kemarau disebut Non ZOM.
      Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan.
      Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM
    4. Awal Musim Hujan
      Ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.
      Awal Musim Hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya.
    5. Dasarian Adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu:
      1. Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
      2. Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan tanggal 20
      3. Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan
    6. Sifat Hujan
      Merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981 – 2010).
      Sifat Hujan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
      1. Atas Normal (AN) : Jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya
      2. Normal (N) : Jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya
      3. Bawah Normal (BN) : Jika nilai curah hujan kurang dari 85 % terhadap rata-ratanya

    Normal Curah Hujan

    1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan
      Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.
    2. Provisional Normal Curah Hujan
      Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
    3. Normal Curah Hujan Bulanan
      Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
    4. Standar Normal Curah Hujan Bulanan
      Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930, 1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990, 1991 s/d 2020 dan seterusnya.

    Berdasarkan pantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan curah hujan pada bulan OKTOBER 2020 sebagai berikut





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Blega dan Sepulu.
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian: Kokop.
    BANGKALAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Tanjungbumi.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Arosbaya, Blega, Geger, Klampis, Kokop, dan Sepulu.
    BANGKALAN 101 - 150 mm Seluruh: Bangkalan, Burneh, Galis, Kamal, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Arosbaya, Klampis, dan Sepulu.
    BANGKALAN 151 - 200 mm Sebagian: Geger.
    BANYUWANGI 21 - 50 mm Sebagian Besar: Wongsorejo.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Genteng, Glenmore, dan Sempu.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian: Pesanggaran, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gambiran, Licin, Siliragung, Songgon, dan Srono.
    BANYUWANGI 51 - 100 mm Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Giri, Glagah, Kabat, Kalipuro, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, Singojuruh, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Licin, Siliragung, dan Srono.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian: Gambiran dan Songgon.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Genteng, Glenmore, Pesanggaran, Sempu, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI 101 - 150 mm Seluruh: Kalibaru.
    BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, dan Talun.
    BLITAR 51 - 100 mm Sebagian: Kademangan, Kanigoro, Sutojayan, Udanawu, dan Wonodadi.
    BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Besar: Srengat.
    BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Doko, Gandusari, Nglegok, dan Wlingi.
    BLITAR 101 - 150 mm Sebagian: Garum, Kesamben, Srengat, dan Talun.
    BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Sutojayan, Udanawu, dan Wonodadi.
    BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Bakung, Binangun, Wates, dan Wonotirto.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ponggok dan Selorejo.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian: Selopuro dan Talun.
    BLITAR 151 - 200 mm Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Garum, Kesamben, Nglegok, dan Wlingi.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Wlingi.
    BLITAR 201 - 300 mm Sebagian: Gandusari.
    BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Malo dan Tambakrejo.
    BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian: Purwosari.
    BOJONEGORO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balen, Baureno, Gayam, Kalitidu, Kanor, Ngambon, Sekar, dan Sumberejo.
    BOJONEGORO 51 - 100 mm Seluruh: Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gondang, Kapas, Kedungadem, Kepoh Baru, Ngasem, Sugihwaras, Sukosewu, Temayang, dan Trucuk.
    BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Balen, Baureno, Gayam, Kalitidu, Kanor, dan Sumberejo.
    BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian: Ngambon dan Sekar.
    BOJONEGORO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Malo, Purwosari, dan Tambakrejo.
    BOJONEGORO 101 - 150 mm Seluruh: Kasiman, Kedewan, Margomulyo, Ngraho, dan Padangan.
    BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, dan Sumber Wringin.
    BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian: Tenggarang dan Wonosari.
    BONDOWOSO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bondowoso, Botolinggo, Curah Dami, Sempol, dan Tapen.
    BONDOWOSO 51 - 100 mm Seluruh: Binakal, Cermee, Klabang, Pakem, Prajekan, Taman Krocok, Tegalampel, dan Wringin.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bondowoso, Botolinggo, dan Sempol.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian: Curah Dami dan Tapen.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Sumber Wringin, Tenggarang, dan Wonosari.
    BONDOWOSO 101 - 150 mm Seluruh: Pujer, Sukosari, Tamanan, dan Tlogosari.
    GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gresik.
    GRESIK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Balongpanggang, Bungah, Kebomas, Manyar, Menganti, dan Ujungpangkah.
    GRESIK 51 - 100 mm Seluruh: Benjeng, Cerme, Driyorejo, Duduksampeyan, Dukun, Kedamean, Panceng, Sidayu, dan Wringinanom.
    GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bungah, Manyar, Menganti, dan Ujungpangkah.
    GRESIK 101 - 150 mm Sebagian: Balongpanggang dan Kebomas.
    GRESIK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gresik.
    GRESIK 101 - 150 mm Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    JEMBER 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bangsalsari, Panti, dan Tanggul.
    JEMBER 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bangsalsari, Panti, Puger, dan Tanggul.
    JEMBER 101 - 150 mm Seluruh: Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Gumuk Mas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, Sumbersari, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER 151 - 200 mm Sebagian: Puger.
    JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Plandaan.
    JOMBANG 21 - 50 mm Sebagian: Kabuh.
    JOMBANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bareng, Jombang, Kabuh, Mojoagung, Ngoro, Plandaan, dan Wonosalam.
    JOMBANG 51 - 100 mm Seluruh: Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojowarno, Ngusikan, Perak, Peterongan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
    JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bareng dan Mojoagung.
    JOMBANG 101 - 150 mm Sebagian: Jombang, Ngoro, dan Wonosalam.
    KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Mojo, Papar, Plemahan, dan Semen.
    KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian: Grogol.
    KEDIRI 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kunjang, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kunjang, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian: Ngancar.
    KEDIRI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Grogol, Kepung, Mojo, Papar, Plemahan, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
    KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Badas, Banyakan, Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kandat, Kayen Kidul, Kras, Ngadiluwih, Ngasem, Pagu, Pare, Ringinrejo, dan Wates.
    KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Kepung dan Puncu.
    KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian: Plosoklaten.
    KEDIRI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Ngancar.
    KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian: Batu dan Bumiaji.
    KOTA BATU 51 - 100 mm Sebagian Besar: Junrejo.
    KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Junrejo.
    KOTA BATU 101 - 150 mm Sebagian Besar: Batu dan Bumiaji.
    KOTA BLITAR 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Sananwetan.
    KOTA BLITAR 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sananwetan.
    KOTA BLITAR 101 - 150 mm Seluruh: Kepanjenkidul dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI 101 - 150 mm Seluruh: Kota Kediri, Mojoroto, dan Pesantren.
    KOTA MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kartoharjo.
    KOTA MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Mangu Harjo dan Taman.
    KOTA MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo.
    KOTA MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Lowokwaru.
    KOTA MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
    KOTA PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Wonoasih.
    KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Wonoasih.
    KOTA PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, dan Mayangan.
    KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gayungan dan Wiyung.
    KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian: Karang Pilang, Lakarsantri, Pakal, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Sebagian Besar: Gubeng, Mulyorejo, dan Wonocolo.
    KOTA SURABAYA 51 - 100 mm Seluruh: Gunung Anyar, Rungkut, Sukolilo, dan Tenggilis Mejoyo.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian: Gubeng, Mulyorejo, dan Wonocolo.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gayungan, Karang Pilang, Lakarsantri, Pakal, Wiyung, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA 101 - 150 mm Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Genteng, Jambangan, Kenjeran, Krembangan, Pabean Cantian, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Tambaksari, Tandes, dan Tegalsari.
    LAMONGAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Babat, Kedungpring, Kembangbahu, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 51 - 100 mm Seluruh: Bluluk, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karang Geneng, Karangbinangun, Lamongan, Laren, Maduran, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Kedungpring, Kembangbahu, Mantup, dan Modo.
    LAMONGAN 101 - 150 mm Sebagian: Babat.
    LUMAJANG 51 - 100 mm Sebagian: Ranuyoso.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Senduro dan Sumbersuko.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian: Gucialit, Kunir, dan Padang.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Klakah, Lumajang, Ranuyoso, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 101 - 150 mm Seluruh: Jatiroto, Kedungjajang, Randuagung, Rowokangkung, dan Sukodono.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Klakah, Lumajang, Pasirian, Pasrujambe, Ranuyoso, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian: Padang dan Senduro.
    LUMAJANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Gucialit, Kunir, Sumbersuko, dan Tempeh.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Gucialit, Padang, Sumbersuko, Tempeh, dan Tempursari.
    LUMAJANG 201 - 300 mm
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian: Pronojiwo.
    LUMAJANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, dan Senduro.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Candipuro.
    LUMAJANG 301 - 400 mm Sebagian Besar: Pronojiwo dan Tempursari.
    MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Madiun dan Pilangkenceng.
    MADIUN 51 - 100 mm Sebagian: Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dagangan, Dolopo, Kare, Mejayan, dan Saradan.
    MADIUN 51 - 100 mm Seluruh: Geger, Gemarang, Jiwan, dan Kebonsari.
    MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dolopo, Mejayan, dan Saradan.
    MADIUN 101 - 150 mm Sebagian: Dagangan dan Kare.
    MADIUN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Balerejo, Madiun, Pilangkenceng, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Balerejo dan Pilangkenceng.
    MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kartoharjo.
    MAGETAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Barat, Karangrejo, Karas, Panekan, Plaosan, Poncol, dan Sidorejo.
    MAGETAN 51 - 100 mm Seluruh: Bendo, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, Parang, Sukomoro, dan Takeran.
    MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Barat, Karangrejo, Karas, Plaosan, dan Poncol.
    MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian: Panekan dan Sidorejo.
    MAGETAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Kartoharjo.
    MALANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Karangploso dan Singosari.
    MALANG 51 - 100 mm Sebagian: Dau dan Lawang.
    MALANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Gedangan dan Pagelaran.
    MALANG 101 - 150 mm Sebagian: Gondanglegi, Kepanjen, Turen, dan Wajak.
    MALANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bantur, Bululawang, Dau, Jabung, Karangploso, Lawang, Ngantang, Pagak, Pakis, Poncokusumo, Singosari, dan Wonosari.
    MALANG 101 - 150 mm Seluruh: Donomulyo, Kalipare, Kasembon, Kromengan, Ngajum, Pakisaji, Pujon, Sumber Pucung, Tajinan, Tumpang, dan Wagir.
    MALANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ampelgading, Bululawang, Jabung, Pagak, Singosari, dan Wonosari.
    MALANG 151 - 200 mm Sebagian: Bantur, Ngantang, Pakis, Poncokusumo, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo.
    MALANG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Dampit, Gedangan, Gondanglegi, Kepanjen, Pagelaran, Turen, dan Wajak.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Ngantang dan Poncokusumo.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian: Dampit dan Gedangan.
    MALANG 201 - 300 mm Sebagian Besar: Ampelgading, Sumbermanjing, dan Tirto Yudo.
    MALANG 301 - 400 mm Sebagian Kecil: Ampelgading.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Bangsal, Dlanggu, Gondang, Ngoro, Pacet, dan Trawas.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian: Kutorejo.
    MOJOKERTO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, Pacet, Trawas, dan Trowulan.
    MOJOKERTO 51 - 100 mm Seluruh: Gedek, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Puri, dan Sooko.
    MOJOKERTO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, Trawas, dan Trowulan.
    NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian: Ngronggot.
    NGANJUK 51 - 100 mm Sebagian Besar: Ngetos, Prambon, dan Sawahan.
    NGANJUK 51 - 100 mm Seluruh: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngluyu, Pace, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ngetos dan Sawahan.
    NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian: Prambon.
    NGANJUK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ngronggot.
    NGAWI 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kendal.
    NGAWI 51 - 100 mm Sebagian: Gerih.
    NGAWI 101 - 150 mm Sebagian: Karangjati dan Kasreman.
    NGAWI 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bringin, Gerih, Kedunggalar, Kendal, Ngawi, Padas, Paron, dan Pitu.
    NGAWI 101 - 150 mm Seluruh: Geneng, Jogorogo, Karanganyar, Kwadungan, Mantingan, Ngrambe, Pangkur, Sine, dan Widodaren.
    NGAWI 151 - 200 mm Sebagian: Bringin, Kedunggalar, Ngawi, Padas, Paron, dan Pitu.
    NGAWI 151 - 200 mm Sebagian Besar: Karangjati dan Kasreman.
    PACITAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN 101 - 150 mm Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Nawangan, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, dan Tulakan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Kadur, Larangan, dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian: Galis dan Waru.
    PAMEKASAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Pakong.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pamekasan dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian: Pakong dan Palengaan.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pegantenan, dan Waru.
    PAMEKASAN 101 - 150 mm Seluruh: Batu Marmar dan Pasean.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Pademawu dan Pegantenan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Sebagian Besar: Palengaan, Pamekasan, dan Tlanakan.
    PAMEKASAN 151 - 200 mm Seluruh: Proppo.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Kejayan dan Pasrepan.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian: Kraton.
    PASURUAN 21 - 50 mm Sebagian Besar: Gondang Wetan, Lumbang, Nguling, Pohjentrek, dan Winongan.
    PASURUAN 21 - 50 mm Seluruh: Grati, Lekok, dan Rejoso.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Nguling, Pohjentrek, Tutur, dan Winongan.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian: Lumbang, Prigen, Purwodadi, Purwosari, dan Tosari.
    PASURUAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Kejayan, Kraton, Pasrepan, Puspo, dan Sukorejo.
    PASURUAN 51 - 100 mm Seluruh: Bangil, Beji, Gempol, Pandaan, Rembang, dan Wonorejo.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Pasrepan dan Sukorejo.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian: Puspo.
    PASURUAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Prigen, Purwodadi, Purwosari, Tosari, dan Tutur.
    PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Jenangan, Kauman, Ngrayun, Pudak, dan Pulung.
    PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian: Babadan.
    PONOROGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Ngebel, Slahung, dan Sukorejo.
    PONOROGO 51 - 100 mm Seluruh: Sampung.
    PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Badegan, Jambon, dan Slahung.
    PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian: Balong, Bungkal, Ngebel, dan Sukorejo.
    PONOROGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Babadan, Jenangan, Kauman, Ngrayun, Pudak, Pulung, dan Sawoo.
    PONOROGO 101 - 150 mm Seluruh: Jetis, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Siman, dan Sooko.
    PONOROGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ngrayun dan Sawoo.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Gading, Pakuniran, Sumberasih, dan Tiris.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian: Bantaran, Leces, Maron, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Sebagian Besar: Banyuanyar, Besuk, Dringu, Kotaanyar, Krejengan, Paiton, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 21 - 50 mm Seluruh: Gending, Kraksaan, dan Pajarakan.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Dringu, Paiton, dan Sumber.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian: Banyuanyar, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, Sukapura, Tegalsiwalan, Tiris, dan Wonomerto.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Bantaran, Gading, Krucil, Kuripan, Leces, Maron, Pakuniran, Sumberasih, dan Tongas.
    PROBOLINGGO 51 - 100 mm Seluruh: Lumbang.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Krucil dan Kuripan.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian: Sukapura.
    PROBOLINGGO 101 - 150 mm Sebagian Besar: Sumber dan Tiris.
    PROBOLINGGO 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Sukapura dan Sumber.
    SAMPANG 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Sampang dan Torjun.
    SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Camplong, Omben, dan Sokobanah.
    SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian: Robatal.
    SAMPANG 51 - 100 mm Sebagian Besar: Jrengik, Kedungdung, Ketapang, Sampang, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG 51 - 100 mm Seluruh: Banyuates dan Pangarengan.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Jrengik dan Ketapang.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian: Kedungdung, Sreseh, dan Tambelangan.
    SAMPANG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Camplong, Karang Penang, Omben, Robatal, dan Sokobanah.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Karang Penang.
    SAMPANG 151 - 200 mm Sebagian: Camplong dan Omben.
    SIDOARJO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Prambon.
    SIDOARJO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Prambon, Taman, dan Waru.
    SIDOARJO 51 - 100 mm Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krembung, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, dan Wonoayu.
    SIDOARJO 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Taman dan Waru.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuglugur, Besuki, Jangkar, dan Jatibanteng.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Sebagian: Asembagus, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 21 - 50 mm Seluruh: Banyuputih.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, Banyuglugur, Besuki, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, dan Mangaran.
    SITUBONDO 51 - 100 mm Seluruh: Bungatan, Kendit, Mlandingan, Panarukan, Panji, Situbondo, Suboh, dan Sumbermalang.
    SUMENEP 21 - 50 mm Sebagian Kecil: Saronggi.
    SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Ambunten dan Rubaru.
    SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian: Pasongsongan.
    SUMENEP 51 - 100 mm Sebagian Besar: Dasuk, Ganding, Giligenteng, Guluk Guluk, Lenteng, Pragaan, dan Saronggi.
    SUMENEP 51 - 100 mm Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dungkek, Gapura, Gayam, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Nonggunong, Raas, Sapeken, dan Talango.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Ganding, Giligenteng, Guluk Guluk, dan Pragaan.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian: Dasuk dan Lenteng.
    SUMENEP 101 - 150 mm Sebagian Besar: Ambunten, Pasongsongan, dan Rubaru.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Ambunten.
    SUMENEP 151 - 200 mm Sebagian: Rubaru.
    TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Karangan, Panggul, Pogalan, Suruh, Trenggalek, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian: Bendungan, Durenan, Pule, dan Tugu.
    TRENGGALEK 101 - 150 mm Sebagian Besar: Gandusari.
    TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Munjungan.
    TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian: Gandusari, Trenggalek, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Durenan, Kampak, Karangan, Panggul, Pogalan, Pule, dan Suruh.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Kecil: Bendungan, Panggul, Pogalan, dan Tugu.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian: Dongko, Kampak, dan Karangan.
    TRENGGALEK 201 - 300 mm Sebagian Besar: Munjungan, Trenggalek, dan Watulimo.
    TRENGGALEK 301 - 400 mm Sebagian: Munjungan.
    TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Kecil: Montong dan Tuban.
    TUBAN 51 - 100 mm Sebagian: Parengan.
    TUBAN 51 - 100 mm Sebagian Besar: Grabagan, Palang, Plumpang, Semanding, dan Widang.
    TUBAN 51 - 100 mm Seluruh: Rengel dan Soko.
    TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Grabagan, Palang, dan Plumpang.
    TUBAN 101 - 150 mm Sebagian: Semanding dan Widang.
    TUBAN 101 - 150 mm Sebagian Besar: Montong, Parengan, dan Tuban.
    TUBAN 101 - 150 mm Seluruh: Bancar, Bangilan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Senori, Singgahan, dan Tambakboyo.
    TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Kecil: Bandung dan Besuki.
    TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian: Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Sebagian Besar: Campur Darat, Gondang, Pakel, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 101 - 150 mm Seluruh: Boyolangu, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Kecil: Campur Darat, Gondang, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian: Pakel.
    TULUNGAGUNG 151 - 200 mm Sebagian Besar: Bandung, Besuki, dan Pager Wojo.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Bawah Normal sebesar 0,6 %

    Normal sebesar 76,5 %

    Atas Normal sebesar 22,9 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan DESEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Socah.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arosbaya, Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Modung, Sepulu, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Socah.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Wongsorejo.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bangorejo dan Cluring.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Giri dan Siliragung.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gambiran, Glagah, Kabat, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Rogojampi, Srono, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Genteng, Glenmore, Kalibaru, Sempu, Singojuruh, dan Songgon.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Glagah, Kabat, Kalipuro, Licin, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gambiran, Pesanggaran, Rogojampi, Srono, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangorejo, Cluring, Giri, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Banyuwangi dan Muncar.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bangorejo, Licin, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Purwoharjo.
    BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Kademangan, Panggungrejo, Sanankulon, Selopuro, dan Selorejo.
    BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Kanigoro, Kesamben, Sutojayan, dan Talun.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Wonodadi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bakung, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Sutojayan, Talun, dan Udanawu.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Binangun, Doko, Gandusari, Garum, Nglegok, Ponggok, Srengat, Wates, Wlingi, dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bakung, Kademangan, dan Udanawu.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Wonodadi.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dander, Gondang, dan Temayang.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dander dan Temayang.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gondang.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Klabang.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Prajekan, Sempol, Taman Krocok, Tegalampel, dan Wringin.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Pakem, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin, Tamanan, Tapen, Tenggarang, Tlogosari, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Botolinggo, Tegalampel, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Cermee, Prajekan, Sempol, dan Taman Krocok.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Klabang.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Prajekan dan Sempol.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Cerme.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Wringinanom.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan, Kedamean, dan Menganti.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bungah, Driyorejo, Dukun, Gresik, Kebomas, Manyar, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balongpanggang, Duduksampeyan, Kedamean, dan Menganti.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Benjeng.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Cerme dan Wringinanom.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Balung, Jenggawah, Kencong, dan Umbulsari.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tempurejo.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ajung, Bangsalsari, Jombang, Mumbulsari, Rambipuji, Semboro, Silo, dan Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Panti, Patrang, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Sumbersari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bangsalsari, Semboro, dan Silo.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ajung, Jombang, Mumbulsari, dan Rambipuji.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Balung, Jenggawah, Kencong, Puger, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ambulu dan Gumuk Mas.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Puger dan Wuluhan.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bandar Kedung Mulyo, Plandaan, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo, Plandaan, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bareng, Diwek, Gudo, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Perak, Peterongan, Ploso, Sumobito, dan Tembelang.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gurah dan Kandat.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Gampengrejo, Kandangan, dan Ngadiluwih.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kepung, Mojo, Ngasem, Plosoklaten, Puncu, Ringinrejo, Tarokan, dan Wates.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Ngancar dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyakan, Grogol, Tarokan, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kepung, Mojo, Ngasem, Plosoklaten, Puncu, dan Ringinrejo.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gampengrejo, Gurah, Kandangan, Kandat, Ngadiluwih, dan Papar.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Badas, Kayen Kidul, Kras, Kunjang, Pagu, Pare, Plemahan, dan Purwoasri.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Papar.
    KOTA BATU Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Junrejo.
    KOTA BATU Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Batu dan Bumiaji.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Junrejo.
    KOTA BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Sananwetan.
    KOTA BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sananwetan.
    KOTA BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kepanjenkidul dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Pesantren.
    KOTA KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kota Kediri dan Mojoroto.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pesantren.
    KOTA MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Lowokwaru.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Blimbing dan Sukun.
    KOTA MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kedungkandang dan Klojen.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Blimbing dan Sukun.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Lowokwaru.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Pakal.
    KOTA SURABAYA Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pakal.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Lamongan, Ngimbang, dan Sambeng.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Paciran dan Solokuro.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bluluk, Brondong, Deket, Karang Geneng, Kedungpring, Kembangbahu, Laren, Maduran, Mantup, Sarirejo, Sugio, Sukodadi, Sukorame, Tikung, dan Turi.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Babat, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Modo, Pucuk, dan Sekaran.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Karang Geneng, Kedungpring, Kembangbahu, Laren, Maduran, Sarirejo, Sugio, Sukodadi, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bluluk, Brondong, Deket, Mantup, Sukorame, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Lamongan, Ngimbang, Paciran, Sambeng, dan Solokuro.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Tempursari.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Candipuro, Kedungjajang, Klakah, Pasirian, Pronojiwo, Ranuyoso, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gucialit, Jatiroto, Kunir, Lumajang, Padang, Pasrujambe, Randuagung, Rowokangkung, Senduro, Sukodono, Sumbersuko, Tekung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Candipuro, Kedungjajang, Pasirian, Pronojiwo, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Klakah dan Ranuyoso.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Tempursari.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Jiwan.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Kare, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jiwan.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bendo, Lembeyan, dan Maospati.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Barat, Karangrejo, Karas, Kartoharjo, Kawedanan, Magetan, Ngariboyo, Nguntoronadi, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, Sidorejo, Sukomoro, dan Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bendo.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Lembeyan dan Maospati.
    MALANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Poncokusumo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Karangploso.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading, Bantur, Dau, Gedangan, Jabung, Kasembon, Pakis, Poncokusumo, Singosari, dan Tirto Yudo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gondanglegi, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakisaji, Pujon, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dau, Gedangan, Jabung, Kasembon, Pakis, Singosari, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ampelgading dan Bantur.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Karangploso.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gondang dan Jatirejo.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Dawar Blandong dan Trawas.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Pacet.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Pacet.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, Mojosari, Pungging, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangsal, Dlanggu, Gedek, Jetis, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Ngoro, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Mojosari.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Prambon.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kertosono.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Baron, Jatikalen, Patianrowo, Rejoso, dan Tanjunganom.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bagor, Berbek, Gondang, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Ngluyu, Pace, Sawahan, Sukomoro, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Baron, Patianrowo, dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Jatikalen dan Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kertosono, Ngronggot, dan Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ngronggot.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Bandar.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Nawangan.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bandar dan Nawangan.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Punung, Sudimoro, Tegalombo, dan Tulakan.
    PAMEKASAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Batu Marmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Beji, Gempol, dan Purwosari.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bangil.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kejayan, Nguling, Pandaan, Prigen, Purwodadi, Rembang, Sukorejo, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Lumbang, Pasrepan, Pohjentrek, Puspo, Rejoso, Tosari, dan Winongan.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kejayan, Nguling, Pandaan, Prigen, Purwodadi, Sukorejo, Tutur, dan Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Rembang.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangil, Beji, Gempol, dan Purwosari.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sampung dan Sukorejo.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ngrayun, Ponorogo, Pudak, Pulung, Sambit, Sawoo, Siman, Slahung, dan Sooko.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Sampung dan Sukorejo.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Tiris.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Krucil.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bantaran dan Sumberasih.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Leces dan Tongas.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gending, Krucil, Kuripan, Lumbang, Sukapura, Sumber, Tegalsiwalan, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Banyuanyar, Besuk, Gading, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Maron, Paiton, Pajarakan, dan Pakuniran.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gending, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kuripan, Lumbang, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bantaran, Leces, Sumberasih, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Dringu dan Wonomerto.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Porong dan Tulangan.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Jabon, Krian, Sedati, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Buduran, Candi, Gedangan, Sidoarjo, Sukodono, Taman, dan Tanggulangin.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Jabon, Krian, Sedati, Waru, dan Wonoayu.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Porong dan Tulangan.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balong Bendo, Krembung, Prambon, dan Tarik.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kapongan, Mlandingan, dan Panji.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Arjasa, Banyuglugur, dan Jatibanteng.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Asembagus, Banyuputih, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuputih, Kapongan, dan Panarukan.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Asembagus, Besuki, Kendit, Panji, Situbondo, Suboh, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arjasa, Banyuglugur, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, dan Mlandingan.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Arjasa, Bungatan, Jangkar, Mlandingan, dan Panji.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Besuki, Kapongan, Kendit, Panarukan, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Mangaran.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dasuk dan Raas.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Sapeken.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ambunten, Batuputih, Manding, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjasa, Batang Batang, Batuan, Bluto, Dungkek, Ganding, Gapura, Giligenteng, Guluk Guluk, Kalianget, Kangayan, Kota Sumenep, Lenteng, Masalembu, Pasongsongan, Pragaan, dan Saronggi.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Batuputih, Manding, Rubaru, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ambunten.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dasuk, Raas, dan Sapeken.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gayam dan Nonggunong.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Karangan.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Munjungan dan Suruh.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, dan Tugu.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Panggul dan Pule.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dongko.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bendungan dan Tugu.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Karangan, Munjungan, dan Suruh.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Durenan, Gandusari, Kampak, Pogalan, Trenggalek, dan Watulimo.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Ngunut.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pager Wojo.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Rejotangan dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Karangrejo, Rejotangan, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kalidawir, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pager Wojo, Pucang Laban, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Pakel, Sumbergempol, dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kauman, Ngantru, Ngunut, Pucang Laban, Sendang, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kalidawir dan Kedungwaru.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Karangrejo.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Normal sebesar 11,1 %

    Atas Normal sebesar 88,9 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan NOVEMBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Arosbaya, Klampis, dan Sepulu.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kokop.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Tanjungbumi.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arosbaya, Klampis, Kokop, Modung, dan Sepulu.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangkalan, Blega, Burneh, Galis, Geger, Kamal, Konang, Kwanyar, Labang, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Modung.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Licin, Songgon, Tegalsari, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Genteng dan Sempu.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Glenmore dan Kalibaru.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kalipuro.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Glenmore, Kalibaru, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Genteng, Giri, Glagah, Licin, Pesanggaran, Purwoharjo, Sempu, Songgon, Tegaldlimo, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Kabat, Muncar, Rogojampi, Siliragung, Singojuruh, dan Srono.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Giri, Glagah, Licin, Pesanggaran, Purwoharjo, dan Tegaldlimo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kalipuro.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Ponggok, Selopuro, Selorejo, dan Talun.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Doko, Gandusari, Kesamben, dan Wlingi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Garum dan Nglegok.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Garum dan Nglegok.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Doko, Gandusari, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Ponggok, Selopuro, Selorejo, Sutojayan, Talun, dan Wlingi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bakung, Binangun, Kademangan, Sanankulon, Srengat, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Panggungrejo, Selopuro, dan Talun.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kanigoro dan Sutojayan.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bubulan, Kalitidu, Kapas, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dander.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dander.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bubulan, Kalitidu, Kapas, Kedungadem, dan Ngasem.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Bojonegoro, Gayam, Gondang, Kanor, Kasiman, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, Temayang, dan Trucuk.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Botolinggo, Cermee, dan Pujer.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tapen, Tlogosari, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sumber Wringin.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Sukosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sumber Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Botolinggo, Cermee, Maesan, Prajekan, Pujer, Sempol, Tamanan, Tapen, Tlogosari, Wonosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Binakal, Bondowoso, Curah Dami, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Pakem, Taman Krocok, Tegalampel, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Maesan, Prajekan, dan Wringin.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Sempol dan Tamanan.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Sangkapura dan Tambak.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Panceng.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Duduksampeyan, Dukun, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balongpanggang, Benjeng, Bungah, Cerme, Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Sidayu, dan Wringinanom.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Duduksampeyan, Dukun, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Panceng.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Ledokombo dan Silo.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Sumber Baru dan Tanggul.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Ajung, Balung, Rambipuji, Tempurejo, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Mumbulsari dan Puger.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ambulu, Bangsalsari, Gumuk Mas, Kaliwates, Ledokombo, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumber Baru, Sumbersari, Tanggul, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Arjasa, Jelbuk, Jombang, Kalisat, Kencong, Mayang, Pakusari, Panti, Patrang, Semboro, dan Sumberjambe.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bangsalsari, Kaliwates, Sukorambi, Sumbersari, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Ambulu, Gumuk Mas, Silo, dan Sukowono.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Ajung, Balung, Jenggawah, Mumbulsari, Puger, Rambipuji, Tempurejo, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jenggawah, Mumbulsari, Silo, dan Tempurejo.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Perak.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gudo, Megaluh, dan Plandaan.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bareng, Diwek, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Kesamben, Kudu, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Ngusikan, Peterongan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gudo dan Plandaan.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Megaluh.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Perak.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Bandar Kedung Mulyo.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Badas, Kandangan, Kepung, Mojo, Pare, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngancar.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kayen Kidul, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Banyakan, Grogol, dan Plemahan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Badas, Gurah, Kandangan, Kandat, Kepung, Kunjang, Mojo, Ngadiluwih, Ngancar, Pare, Plosoklaten, Puncu, Semen, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kras dan Ringinrejo.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kandat, Mojo, Pare, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gurah, Kunjang, Ngadiluwih, dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Grogol, Kayen Kidul, Plemahan, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Gampengrejo, Ngasem, Pagu, dan Papar.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Kota Kediri dan Mojoroto.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Magersari dan Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Asemrowo, Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karang Pilang, Kenjeran, Krembangan, Lakarsantri, Mulyorejo, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sambikerep, Sawahan, Semampir, Simokerto, Suko Manunggal, Sukolilo, Tambaksari, Tandes, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wiyung, Wonocolo, dan Wonokromo.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Deket, Kalitengah, Laren, Maduran, dan Solokuro.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Pucuk, Sarirejo, Sekaran, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Glagah, Karangbinangun, Kembangbahu, dan Sugio.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Babat, Bluluk, Kedungpring, Mantup, Modo, Ngimbang, Sambeng, dan Sukorame.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Sugio.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Glagah, Karangbinangun, dan Kembangbahu.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Deket, Kalitengah, Laren, Maduran, Paciran, Pucuk, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, dan Tikung.
    LAMONGAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Brondong, Karang Geneng, Lamongan, Sukodadi, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Laren dan Paciran.
    LAMONGAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Solokuro.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kedungjajang.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Gucialit, Padang, Randuagung, Ranuyoso, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Klakah, Senduro, dan Tempeh.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, Pronojiwo, dan Tempursari.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Senduro.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Klakah dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gucialit, Kedungjajang, Padang, Randuagung, Ranuyoso, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jatiroto, Kunir, Lumajang, Rowokangkung, Sukodono, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ranuyoso.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dagangan, Geger, dan Gemarang.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kare.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dagangan, Geger, Gemarang, Kare, dan Kebonsari.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balerejo, Dolopo, Jiwan, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Sawahan, Wonoasri, dan Wungu.
    MADIUN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kebonsari.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kawedanan dan Parang.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bendo, Karangrejo, Karas, Maospati, Ngariboyo, Nguntoronadi, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Barat, Kartoharjo, Magetan, Panekan, Plaosan, Poncol, Sidorejo, dan Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bendo, Karangrejo, dan Ngariboyo.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Karas, Maospati, Nguntoronadi, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kawedanan dan Parang.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Lembeyan.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jabung, Lawang, Ngantang, dan Poncokusumo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tirto Yudo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ampelgading.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Dampit, Jabung, Lawang, Ngantang, Poncokusumo, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bantur, Bululawang, Dau, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Pujon, Singosari, Sumber Pucung, Sumbermanjing, Tajinan, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dampit dan Tirto Yudo.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bangsal, Kutorejo, dan Pacet.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngoro dan Trawas.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangsal, Dlanggu, Gondang, Kutorejo, Ngoro, Pacet, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Dawar Blandong, Gedek, Jatirejo, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Dlanggu, Gondang, dan Pacet.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Sawahan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jatikalen, Lengkong, dan Pace.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bagor, Berbek, Loceret, dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ngetos, Ngluyu, Sawahan, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ngetos dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Ngluyu.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bagor, Berbek, Jatikalen, Lengkong, Loceret, Pace, dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Baron, Gondang, Kertosono, Nganjuk, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Sukomoro, dan Tanjunganom.
    NGAWI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bringin, Geneng, Gerih, Jogorogo, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Kendal, Kwadungan, Mantingan, Ngawi, Ngrambe, Padas, Pangkur, Paron, Pitu, Sine, dan Widodaren.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bandar dan Tegalombo.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Nawangan.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ngadirojo dan Tulakan.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Arjosari, Donorojo, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, Punung, dan Sudimoro.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Ngadirojo dan Tulakan.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bandar, Nawangan, dan Tegalombo.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Galis, Larangan, dan Proppo.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Batu Marmar, Kadur, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Tlanakan, dan Waru.
    PAMEKASAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Galis, Larangan, dan Proppo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Lekok, Nguling, Pasrepan, Prigen, Purwodadi, Rejoso, dan Wonorejo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Grati, Pandaan, Purwosari, Puspo, Rembang, dan Tosari.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bangil, Beji, Sukorejo, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Sukorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bangil, Beji, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pandaan, Pasrepan, Pohjentrek, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Puspo, Rejoso, Rembang, Tosari, dan Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Gempol, Kejayan, Lumbang, dan Winongan.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Gondang Wetan dan Kraton.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Pohjentrek dan Rejoso.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jenangan dan Ngrayun.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngebel dan Pulung.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sampung dan Sukorejo.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Babadan, Jenangan, Ngebel, Ngrayun, dan Pulung.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Pudak, Sambit, Sawoo, Siman, Slahung, dan Sooko.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Babadan.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Sampung dan Sukorejo.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Besuk, Gading, Pakuniran, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Krucil.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bantaran, Gending, dan Kraksaan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Krejengan, Kuripan, Leces, Tiris, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyuanyar, Besuk, Gading, Krucil, Lumbang, Maron, Pakuniran, Sukapura, Sumber, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyuanyar, Gading, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Besuk, Lumbang, Maron, Pakuniran, dan Tegalsiwalan.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bantaran, Gending, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Dringu, Kotaanyar, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, dan Wonomerto.
    SAMPANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Banyuates.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyuates dan Sreseh.
    SAMPANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Tambelangan, dan Torjun.
    SAMPANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Sreseh.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Jabon, Krembung, dan Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jabon, Krembung, dan Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Sukodono, Taman, Tanggulangin, Tarik, Tulangan, Waru, dan Wonoayu.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Asembagus, Banyuputih, Kapongan, dan Panji.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuputih, Bungatan, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, dan Panarukan.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Jangkar, Mlandingan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Arjasa, Asembagus, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Asembagus.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Arjasa dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Banyuputih, Bungatan, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Mlandingan, Panarukan, Panji, dan Situbondo.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Banyuglugur, Besuki, Mangaran, dan Suboh.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Manding, dan Saronggi.
    SUMENEP Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gapura, Kalianget, Kota Sumenep, dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gapura dan Kalianget.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kota Sumenep dan Talango.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Manding, dan Saronggi.
    SUMENEP Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Ambunten, Arjasa, Bluto, Dasuk, Dungkek, Ganding, Gayam, Giligenteng, Guluk Guluk, Kangayan, Lenteng, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Pragaan, Raas, Rubaru, dan Sapeken.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Munjungan dan Suruh.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pule.
    TRENGGALEK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Dongko dan Panggul.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Panggul.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Dongko.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Munjungan, Pule, dan Suruh.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bendungan, Durenan, Gandusari, Kampak, Karangan, Pogalan, Trenggalek, Tugu, dan Watulimo.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Palang dan Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Kerek, Merakurak, Montong, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, dan Tuban.
    TUBAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Palang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kalidawir, Ngunut, dan Pucang Laban.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bandung, Besuki, Boyolangu, Campur Darat, Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Pager Wojo, Pakel, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kalidawir, Ngunut, dan Pucang Laban.


  • (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur (Prakiraan - Bulanan) Sifat Hujan Bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Prakiraan sifat hujan bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur adalah :

    Bawah Normal sebesar 4,7 %

    Normal sebesar 26,0 %

    Atas Normal sebesar 69,3 %.


    Sifat Hujan

    Sifat Hujan adalah : Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan normal atau nilai rata-rata dari bulan tersebut di suatu tempat.

    Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

    1. Atas Normal (AN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %
    2. Normal (N)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % – 115 %
    3. Bawah Normal (BN)
      Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %

    Berdasarkan pemantauan, perhitungan serta analisis aktivitas dan dinamika atmosfer sampai dengan awal bulan September 2020 dapat diprakirakan Sifat Hujan pada bulan OKTOBER Tahun 2020 - Update dari Analisis Bulan Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut:





    Tabel

    KABUPATEN / KOTA KRITERIA KECAMATAN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    BANGKALAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Blega.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Modung.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Geger, Konang, dan Modung.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Blega.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Burneh dan Tanah Merah.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Arosbaya, Blega, Modung, dan Socah.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Galis, Geger, Klampis, dan Konang.
    BANGKALAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Seluruh: Kokop, Sepulu, dan Tanjungbumi.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Galis, Geger, dan Labang.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kamal, Klampis, dan Modung.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Arosbaya, Burneh, Kwanyar, Socah, Tanah Merah, dan Tragah.
    BANGKALAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bangkalan.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Socah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kwanyar dan Tragah.
    BANGKALAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Kamal dan Labang.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Kabat, Licin, Sempu, dan Singojuruh.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Songgon.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Pesanggaran, Sempu, Singojuruh, Songgon, dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Seluruh: Bangorejo, Banyuwangi, Cluring, Gambiran, Genteng, Giri, Glagah, Glenmore, Muncar, Purwoharjo, Rogojampi, Siliragung, Srono, Tegaldlimo, dan Tegalsari.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kalibaru, Kalipuro, dan Licin.
    BANYUWANGI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Pesanggaran dan Wongsorejo.
    BANYUWANGI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pesanggaran.
    BLITAR Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Gandusari.
    BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Binangun, Kesamben, Selopuro, dan Wates.
    BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Doko dan Talun.
    BLITAR Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Gandusari, Garum, Nglegok, dan Wlingi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bakung, Gandusari, dan Wlingi.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Doko, Garum, Kademangan, Nglegok, dan Ponggok.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Binangun, Kesamben, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Talun, Wates, dan Wonotirto.
    BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kanigoro, Panggungrejo, dan Sutojayan.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Doko, Gandusari, Selorejo, dan Wonotirto.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sanankulon dan Wlingi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bakung, Kademangan, Ponggok, Udanawu, dan Wonodadi.
    BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Srengat.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kademangan dan Udanawu.
    BLITAR Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Wonodadi.
    BOJONEGORO Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Margomulyo.
    BOJONEGORO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Bojonegoro, Bubulan, Gondang, Kapas, Kasiman, dan Ngasem.
    BOJONEGORO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Dander, Kedungadem, Ngambon, dan Sekar.
    BOJONEGORO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Margomulyo, Padangan, Purwosari, dan Tambakrejo.
    BOJONEGORO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Seluruh: Ngraho.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Padangan dan Tambakrejo.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Purwosari.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bojonegoro, Bubulan, Dander, Gondang, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Ngambon, Ngasem, Sekar, Sugihwaras, dan Temayang.
    BOJONEGORO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Balen, Baureno, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kedewan, Kepoh Baru, Malo, Sukosewu, Sumberejo, dan Trucuk.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gondang, Kedungadem, dan Sugihwaras.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Temayang.
    BOJONEGORO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Temayang.
    BONDOWOSO Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Prajekan.
    BONDOWOSO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tamanan, Tegalampel, dan Tlogosari.
    BONDOWOSO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Grujugan, Klabang, dan Wringin.
    BONDOWOSO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Cermee, Maesan, Prajekan, dan Sempol.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Cermee, Maesan, Prajekan, dan Sempol.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Binakal, Botolinggo, Curah Dami, Grujugan, Klabang, Pakem, Sumber Wringin, Taman Krocok, Tamanan, Tapen, Tegalampel, Tlogosari, Wonosari, dan Wringin.
    BONDOWOSO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bondowoso, Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sukosari, dan Tenggarang.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Klabang, Pakem, dan Wonosari.
    BONDOWOSO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Taman Krocok dan Tapen.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Benjeng dan Menganti.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Balongpanggang dan Duduksampeyan.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Cerme, Dukun, Manyar, dan Panceng.
    GRESIK Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bungah, Sangkapura, Sidayu, Tambak, dan Ujungpangkah.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Dukun, Panceng, dan Wringinanom.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Cerme, Kedamean, Manyar, dan Menganti.
    GRESIK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan, Gresik, dan Kebomas.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Cerme.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gresik dan Kebomas.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Kedamean, Menganti, dan Wringinanom.
    GRESIK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Driyorejo.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Semboro, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tempurejo.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Kaliwates dan Pakusari.
    JEMBER Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Patrang dan Sumbersari.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Patrang, Semboro, Sumbersari, dan Tempurejo.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Bangsalsari, Jenggawah, dan Rambipuji.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ajung, Arjasa, Jelbuk, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, Panti, Silo, Sukorambi, Sumber Baru, Sumberjambe, dan Tanggul.
    JEMBER Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kalisat dan Sukowono.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Jombang, Mumbulsari, Panti, Silo, dan Sumber Baru.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Ajung, Bangsalsari, Rambipuji, Semboro, Tanggul, dan Tempurejo.
    JEMBER Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Ambulu dan Jenggawah.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Ajung, Bangsalsari, Jenggawah, Kencong, Silo, Sumber Baru, Tanggul, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Ambulu, Balung, Puger, Rambipuji, Tempurejo, dan Umbulsari.
    JEMBER Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Jombang dan Semboro.
    JEMBER Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Ambulu, Bangsalsari, Jombang, Semboro, Silo, dan Tempurejo.
    JEMBER Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Balung, Kencong, Puger, Umbulsari, dan Wuluhan.
    JEMBER Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Gumuk Mas.
    JOMBANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Mojowarno dan Plandaan.
    JOMBANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Kabuh.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gudo, Megaluh, Perak, Peterongan, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Plandaan dan Ploso.
    JOMBANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bareng, Diwek, Jogo Roto, Jombang, Kabuh, Mojoagung, Mojowarno, dan Ngoro.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bandar Kedung Mulyo, Jogo Roto, Jombang, dan Kabuh.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Bareng, Diwek, Kesamben, Mojoagung, dan Ngoro.
    JOMBANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Gudo, Kudu, Megaluh, Ngusikan, Perak, Peterongan, Plandaan, Ploso, Sumobito, Tembelang, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kudu, Megaluh, Mojoagung, Plandaan, dan Wonosalam.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kesamben, Ngusikan, Perak, dan Sumobito.
    JOMBANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Bandar Kedung Mulyo.
    JOMBANG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Bandar Kedung Mulyo, Ngusikan, dan Sumobito.
    JOMBANG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Kesamben.
    KEDIRI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Kepung, Plosoklaten, dan Puncu.
    KEDIRI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Ngancar.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Grogol, Gurah, dan Wates.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Banyakan, Mojo, dan Pare.
    KEDIRI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Badas, Kandangan, Kepung, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Semen.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gampengrejo, Ngancar, Plosoklaten, Puncu, dan Purwoasri.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Badas, Grogol, Kandangan, Kayen Kidul, Kepung, Semen, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Banyakan, Gurah, Kras, Kunjang, Mojo, Ngasem, Pagu, Pare, Plemahan, Ringinrejo, dan Wates.
    KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kandat dan Ngadiluwih.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyakan, Kunjang, Mojo, dan Ringinrejo.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Kras, Ngasem, Pagu, dan Plemahan.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Gampengrejo, Grogol, Kayen Kidul, Purwoasri, dan Tarokan.
    KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Papar.
    KOTA BATU Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Batu.
    KOTA BATU Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Batu.
    KOTA BATU Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Bumiaji dan Junrejo.
    KOTA BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Sukorejo.
    KOTA BLITAR Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Kepanjenkidul dan Sananwetan.
    KOTA BLITAR Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sukorejo.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Mojoroto.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kota Kediri dan Pesantren.
    KOTA KEDIRI Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Mojoroto.
    KOTA MADIUN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Kartoharjo dan Taman.
    KOTA MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kartoharjo, Mangu Harjo, dan Taman.
    KOTA MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Mangu Harjo dan Taman.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Lowokwaru.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Blimbing, Klojen, dan Sukun.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kedungkandang.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Blimbing dan Klojen.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Sukun.
    KOTA MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Lowokwaru.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Magersari.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Magersari.
    KOTA MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Prajurit Kulon.
    KOTA PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Panggungrejo.
    KOTA PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bugulkidul, Gadingrejo, dan Purworejo.
    KOTA PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, dan Wonoasih.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Asemrowo, Bubutan, Kenjeran, dan Simokerto.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Pakal.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Krembangan, Pabean Cantian, dan Semampir.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Krembangan, Pabean Cantian, Semampir, dan Tandes.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Suko Manunggal.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Asemrowo, Bubutan, Dukuh Pakis, Gunung Anyar, Kenjeran, Lakarsantri, Pakal, Sambikerep, Sawahan, Simokerto, dan Wiyung.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Benowo, Bulak, Gayungan, Genteng, Gubeng, Jambangan, Karang Pilang, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tambaksari, Tegalsari, dan Tenggilis Mejoyo. Seluruh: Wonocolo dan Wonokromo.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Gunung Anyar, Lakarsantri, Sawahan, dan Wiyung.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Asemrowo, Dukuh Pakis, dan Sambikerep.
    KOTA SURABAYA Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Suko Manunggal dan Tandes.
    LAMONGAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Bluluk.
    LAMONGAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Sukorame.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Brondong, Karang Geneng, Mantup, Paciran, dan Solokuro.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kalitengah, Kembangbahu, Laren, Maduran, Sambeng, Sarirejo, dan Tikung.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bluluk, Kedungpring, Ngimbang, Pucuk, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, dan Turi.
    LAMONGAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Babat, Deket, Glagah, Karangbinangun, Lamongan, dan Modo.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kedungpring, Ngimbang, Pucuk, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Sukorame, dan Turi.
    LAMONGAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Brondong, Kalitengah, Karang Geneng, Kembangbahu, Laren, Maduran, Mantup, Paciran, Sambeng, Sarirejo, Solokuro, dan Tikung.
    LUMAJANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Candipuro, Gucialit, Pasrujambe, dan Senduro.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gucialit, Jatiroto, Kedungjajang, dan Ranuyoso.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Klakah, Lumajang, Randuagung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Candipuro, Padang, Pasirian, Pasrujambe, Senduro, Sukodono, dan Sumbersuko.
    LUMAJANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Pronojiwo dan Tempursari.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Padang, Pasirian, Rowokangkung, Senduro, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gucialit, Klakah, Ranuyoso, Sukodono, Sumbersuko, dan Tekung.
    LUMAJANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jatiroto, Kedungjajang, Kunir, Lumajang, Randuagung, dan Tempeh.
    LUMAJANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Kedungjajang, Klakah, Lumajang, dan Senduro.
    LUMAJANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gucialit, Jatiroto, Kunir, dan Ranuyoso.
    LUMAJANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Rowokangkung, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Gucialit, Jatiroto, Klakah, Tekung, dan Yosowilangun.
    LUMAJANG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Ranuyoso dan Rowokangkung.
    MADIUN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Pilangkenceng.
    MADIUN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Balerejo, Dagangan, Kare, Pilangkenceng, dan Wungu.
    MADIUN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Dolopo, Gemarang, Kebonsari, Madiun, Mejayan, dan Wonoasri.
    MADIUN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Balerejo dan Pilangkenceng.
    MADIUN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Dagangan, Geger, Kare, dan Wungu.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Dagangan, Geger, Kare, dan Wungu.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Jiwan dan Pilangkenceng.
    MADIUN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Balerejo, Dolopo, Gemarang, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Saradan, Sawahan, dan Wonoasri.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balerejo, Dolopo, Gemarang, Pilangkenceng, dan Sawahan.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kebonsari, Mejayan, Saradan, dan Wonoasri.
    MADIUN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Jiwan.
    MADIUN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Jiwan dan Saradan.
    MAGETAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Kartoharjo.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Karangrejo, Karas, Panekan, Plaosan, dan Sidorejo.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Barat dan Nguntoronadi.
    MAGETAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kartoharjo dan Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Takeran.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Barat, Bendo, Karangrejo, Karas, Maospati, Nguntoronadi, Panekan, Plaosan, dan Sidorejo.
    MAGETAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Ngariboyo, Parang, Poncol, dan Sukomoro.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bendo.
    MAGETAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Maospati.
    MALANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Ngantang.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bantur, Dampit, Jabung, Kasembon, Kromengan, Lawang, Pakis, Singosari, Sumbermanjing, dan Wonosari.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngantang, Pagak, dan Poncokusumo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ampelgading, Kalipare, dan Tirto Yudo.
    MALANG Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Donomulyo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Ampelgading, Dau, dan Kalipare.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Lawang, Poncokusumo, Pujon, Singosari, dan Tirto Yudo.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bantur, Dampit, Jabung, Kasembon, Kromengan, Ngantang, Pagak, Pakis, Sumbermanjing, Tumpang, Wagir, dan Wonosari.
    MALANG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bululawang, Gedangan, Gondanglegi, Kepanjen, Ngajum, Pagelaran, Pakisaji, Sumber Pucung, Tajinan, Turen, dan Wajak.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Poncokusumo.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Tumpang dan Wagir.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Dau, Lawang, Pujon, dan Singosari.
    MALANG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Karangploso.
    MOJOKERTO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Pungging.
    MOJOKERTO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Mojosari.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Bangsal, Dawar Blandong, Gondang, Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, dan Trawas.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Dlanggu dan Trowulan.
    MOJOKERTO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Mojosari dan Pungging.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gondang, Kemlagi, Mojosari, Pacet, dan Sooko.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Mojoanyar, Pungging, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Bangsal, Dawar Blandong, Dlanggu, Jatirejo, Kutorejo, Ngoro, Puri, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Bangsal, Kutorejo, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Dawar Blandong, Jatirejo, Kemlagi, Pacet, Puri, dan Sooko.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Gondang, Jetis, Mojoanyar, dan Trawas.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Gondang, Mojoanyar, Puri, dan Trowulan.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Jetis dan Kemlagi.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Pacet dan Sooko.
    MOJOKERTO Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Gedek.
    NGANJUK Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Sawahan.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Berbek, Lengkong, Loceret, Rejoso, dan Wilangan.
    NGANJUK Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ngetos dan Sawahan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bagor, Jatikalen, Lengkong, Pace, dan Sawahan.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Berbek, Loceret, Ngetos, Ngluyu, dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Baron, Loceret, Ngetos, dan Patianrowo.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Bagor, Berbek, Gondang, Lengkong, Rejoso, Tanjunganom, dan Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Jatikalen, Kertosono, Ngluyu, dan Pace.
    NGANJUK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Ngronggot dan Prambon.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Wilangan.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Berbek, Jatikalen, Kertosono, Loceret, Pace, dan Rejoso.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Bagor, Baron, Gondang, Lengkong, Patianrowo, dan Tanjunganom.
    NGANJUK Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Nganjuk dan Sukomoro.
    NGAWI Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Ngawi, Padas, Paron, Pitu, dan Widodaren.
    NGAWI Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Mantingan.
    NGAWI Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Geneng, Pangkur, dan Sine.
    NGAWI Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Kedunggalar dan Paron.
    NGAWI Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Bringin, Karanganyar, Karangjati, Kasreman, Mantingan, Ngawi, Padas, Pitu, dan Widodaren.
    NGAWI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Gerih, Jogorogo, Kasreman, Ngawi, dan Pitu.
    NGAWI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Bringin, Karanganyar, Karangjati, Kedunggalar, Padas, dan Widodaren.
    NGAWI Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Geneng, Kwadungan, Ngrambe, Pangkur, Paron, dan Sine.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Geneng, Kedunggalar, Kwadungan, dan Paron.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Ngrambe dan Sine.
    NGAWI Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Gerih, Jogorogo, dan Kendal.
    NGAWI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gerih.
    NGAWI Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Kendal.
    PACITAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Pacitan dan Tulakan.
    PACITAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Sudimoro.
    PACITAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Arjosari dan Punung.
    PACITAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Ngadirojo, Pacitan, Pringkuku, Sudimoro, dan Tulakan.
    PACITAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Seluruh: Kebonagung.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Sudimoro.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Bandar, Nawangan, Ngadirojo, Pringkuku, dan Tulakan.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Arjosari, Punung, dan Tegalombo.
    PACITAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Seluruh: Donorojo.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Tegalombo.
    PACITAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bandar dan Nawangan.
    PACITAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Tegalombo.
    PAMEKASAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Besar: Batu Marmar.
    PAMEKASAN Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Seluruh: Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, dan Waru.
    PAMEKASAN Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Batu Marmar.
    PASURUAN Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Tutur.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gondang Wetan, Nguling, Purwodadi, Rejoso, dan Sukorejo.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Kejayan, Lekok, Lumbang, Purwosari, dan Winongan.
    PASURUAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Grati, Pasrepan, Puspo, Tosari, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Nguling, Prigen, dan Tutur.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Grati, Pasrepan, Puspo, dan Tosari.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Beji, Gempol, Gondang Wetan, Kejayan, Lekok, Lumbang, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Rejoso, Sukorejo, dan Winongan.
    PASURUAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rembang, dan Wonorejo.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Beji, Gempol, Grati, Lekok, Pandaan, dan Purwosari.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Lumbang dan Purwodadi.
    PASURUAN Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Nguling dan Prigen.
    PASURUAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Lumbang.
    PASURUAN Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Nguling.
    PONOROGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Pulung.
    PONOROGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Ngebel dan Ngrayun.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Balong, Jambon, Mlarak, dan Slahung.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Badegan, Jenangan, dan Sambit.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Ngebel, Ngrayun, Pulung, dan Sawoo.
    PONOROGO Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Pudak dan Sooko.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Ngrayun, Ponorogo, Pulung, dan Sawoo.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Kauman, Mlarak, Sambit, Siman, Slahung, dan Sukorejo.
    PONOROGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Seluruh: Jetis dan Sampung.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Babadan, Bungkal, Jenangan, Kauman, dan Sukorejo.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Siman dan Slahung.
    PONOROGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Ponorogo.
    PROBOLINGGO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Krucil dan Tiris.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Gading dan Sumber.
    PROBOLINGGO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Krucil, Sukapura, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Gading, Lumbang, Pakuniran, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Krucil dan Sukapura.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pakuniran, Tiris, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Gading, Krucil, Lumbang, Sukapura, dan Sumber.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Krucil.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Sukapura, Sumber, dan Tiris.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Gading, Lumbang, Pakuniran, dan Tongas.
    PROBOLINGGO Atas Normal
    (> 200 %)
    Seluruh: Bantaran, Banyuanyar, Besuk, Dringu, Gending, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, Kuripan, Leces, Maron, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, Tegalsiwalan, dan Wonomerto.
    SAMPANG Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Kedungdung dan Robatal.
    SAMPANG Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Camplong, Sokobanah, dan Sreseh.
    SAMPANG Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Besar: Karang Penang dan Omben.
    SAMPANG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Ketapang, Pangarengan, dan Tambelangan.
    SAMPANG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Camplong, Jrengik, Karang Penang, dan Omben.
    SAMPANG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Kedungdung, Robatal, Sokobanah, dan Sreseh.
    SAMPANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Camplong, Omben, Sokobanah, dan Sreseh.
    SAMPANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Kedungdung dan Robatal.
    SAMPANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Jrengik, Ketapang, Pangarengan, dan Tambelangan.
    SAMPANG Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Seluruh: Banyuates, Sampang, dan Torjun.
    SIDOARJO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Balong Bendo, Krian, Porong, dan Tulangan.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Jabon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Krembung, Prambon, dan Tarik.
    SIDOARJO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Prambon.
    SIDOARJO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Krembung dan Tarik.
    SIDOARJO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Balong Bendo, Buduran, Candi, Gedangan, Jabon, Krian, Porong, Sedati, Sidoarjo, Tulangan, dan Waru.
    SIDOARJO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Seluruh: Sukodono, Taman, Tanggulangin, dan Wonoayu.
    SIDOARJO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Buduran, Candi, Gedangan, dan Tarik.
    SIDOARJO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Sedati, Sidoarjo, dan Waru.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, dan Situbondo.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Asembagus, Banyuputih, Besuki, Jangkar, Kendit, Panarukan, Panji, dan Suboh.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Besar: Kapongan dan Mangaran.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuglugur, Jatibanteng, Mangaran, Mlandingan, Suboh, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Asembagus, Banyuputih, Bungatan, Kapongan, Kendit, dan Panji.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Besuki, Jangkar, Panarukan, dan Situbondo.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur, Jangkar, Jatibanteng, Kapongan, Kendit, Panarukan, dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian: Asembagus, Banyuputih, Besuki, Panji, Situbondo, dan Suboh.
    SITUBONDO Bawah Normal
    (51 - 84 %)
    Sebagian Besar: Arjasa, Bungatan, dan Mlandingan.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Arjasa, Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Kapongan, Mlandingan, Panji, dan Suboh.
    SITUBONDO Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur dan Jatibanteng.
    SITUBONDO Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Banyuglugur dan Sumbermalang.
    SITUBONDO Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Jatibanteng.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Jatibanteng.
    SITUBONDO Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Besar: Banyuglugur.
    SUMENEP Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian: Ambunten, Dasuk, Gapura, Kalianget, Lenteng, Rubaru, Sapeken, dan Talango.
    SUMENEP Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Besar: Batang Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dungkek, Ganding, Gayam, Kota Sumenep, Manding, Masalembu, Nonggunong, Pasongsongan, Raas, dan Saronggi.
    SUMENEP Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Seluruh: Arjasa, Giligenteng, Guluk Guluk, Kangayan, dan Pragaan.
    SUMENEP Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Batuan, Bluto, Ganding, dan Saronggi.
    SUMENEP Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Dungkek, Gayam, Kota Sumenep, Manding, Nonggunong, Pasongsongan, dan Raas.
    SUMENEP Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Ambunten, Batang Batang, Batuputih, Dasuk, Gapura, Kalianget, Lenteng, Masalembu, Rubaru, Sapeken, dan Talango.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (0 - 30 %)
    Sebagian Kecil: Panggul.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Panggul.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Bendungan, Dongko, Gandusari, Karangan, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Kampak, Munjungan, Panggul, dan Trenggalek.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Durenan, Munjungan, dan Panggul.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Kampak dan Trenggalek.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Bendungan, Dongko, Gandusari, Karangan, Pogalan, Tugu, dan Watulimo.
    TRENGGALEK Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Seluruh: Pule dan Suruh.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Pogalan.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Gandusari.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Durenan.
    TRENGGALEK Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Durenan.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Kerek.
    TUBAN Normal
    (85 - 115 %)
    Seluruh: Bancar, Bangilan, Grabagan, Jatirogo, Jenu, Kenduruan, Merakurak, Montong, Palang, Parengan, Plumpang, Rengel, Semanding, Senori, Singgahan, Soko, Tambakboyo, Tuban, dan Widang.
    TUBAN Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Kerek.
    TULUNGAGUNG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Kecil: Bandung, Besuki, dan Pakel.
    TULUNGAGUNG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian: Campur Darat.
    TULUNGAGUNG Bawah Normal
    (31 - 50 %)
    Sebagian Besar: Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Kecil: Kalidawir dan Rejotangan.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian: Campur Darat dan Tanggung Gunung.
    TULUNGAGUNG Normal
    (85 - 115 %)
    Sebagian Besar: Bandung, Besuki, Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Kecil: Bandung, Karangrejo, Kauman, Ngantru, Sumbergempol, Tanggung Gunung, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian: Campur Darat, Gondang, Ngunut, Pager Wojo, Pakel, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (116 - 150 %)
    Sebagian Besar: Boyolangu, Kalidawir, Pucang Laban, dan Rejotangan.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Kecil: Pager Wojo, Rejotangan, dan Sendang.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian: Boyolangu, Kalidawir, dan Pucang Laban.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (151 - 200 %)
    Sebagian Besar: Gondang, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Sumbergempol, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian Kecil: Kauman, Ngantru, Sendang, dan Tulungagung.
    TULUNGAGUNG Atas Normal
    (> 200 %)
    Sebagian: Karangrejo dan Kedungwaru.


  • (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020

    (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020 (Prakiraan - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan di Provinsi Jawa Timur untuk Bulan AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020

    Prakiraan Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis Periode AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020 dengan kriteria Normal 89,8 %, Agak Basah 9,7 % dan Basah 0,5 %.


    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis dihitung menggunakan metode SPI.

    SPI adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst).

    Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma. Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

    a. Tingkat Kekeringan:

    1. Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00
    2. Kering : Jika nilai SPI -1,50 s/d -1,99
    3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49
    4. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99

    b. Tingkat Kebasahan:

    1. Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00
    2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99
    3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49

    Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya).

    Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.


    Prakiraan 3 (tiga) bulanan periode AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020 menggunakan data Indeks SPI untuk akumulasi curah hujan Bulan Agustus 2020 dan data prakiraan curah hujan bulan SEPTEMBER - OKTOBER 2020

    Berikut prakiraan indeks kekeringan dengan metode SPI bulan AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020 adalah sebagai berikut:







    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Normal Terjadi di sebagian kecil Situbondo.
    Normal Terjadi di sebagian Pasuruan dan Sumenep.
    Normal Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Tuban, dan Tulungagung.
    Normal Terjadi di seluruh Bangkalan, Batu, Pulau Bawean, Blitar, Bojonegoro, Pulau Kangean, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Surabaya, dan Trenggalek.


    Prakiraan indeks kebasahan dengan metode SPI bulan AGUSTUS - SEPTEMBER - OKTOBER Tahun 2020 Update dari Analisis Bulan Agustus Tahun 2020 adalah sebagai berikut:






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Agak Basah Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Sampang, Sidoarjo, Tuban, dan Tulungagung.
    Agak Basah Terjadi di sebagian Bondowoso, Pamekasan, dan Probolinggo.
    Agak Basah Terjadi di sebagian besar Pasuruan, Situbondo, dan Sumenep.
    Basah Terjadi di sebagian kecil Probolinggo dan Situbondo.


  • (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Tingkat Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis ketersediaan air tanah bulan Agustus 2020 terjadi di wilayah Jawa Timur dengan kriteria: Sangat Kurang 83,1 %, Kurang 9,7 %, Sedang 3,6 %, Cukup 3,0 % dan Sangat Cukup 0,6 %.


    Pengetahuan akan kondisi ketersediaan air di dalam tanah sangat diperlukan dalam pengelolaan pertanian, beberapa manfaat dari informasi tersebut antara lain adalah untuk mempertimbangkan kesesuaian lahan khususnya lahan tadah hujan bagi jenis tanaman yang akan diusahakan, merencanakan jadwal tanam dan panen, serta mengatur jadwal pemberian air irigasi/siraman baik jumlah maupun waktunya sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien.

    Kondisi ketersediaan air tanah dilakukan dengan menggunakan metode neraca air yang merupakan perimbangan antara masukan dan keluaran air di suatu tempat dan nilainya berubah dari waktu ke waktu.

    Neraca air dapat dihitung pada luasan dan periode waktu tertentu menurut keperluannya, serta batasan pratinjau tanah dengan kedalaman 1 (satu) meter.

    Asumsi kedalaman satu meter tersebut karena zona akar tanaman semusim tidak lebih dari satu meter, serta pada kedalaman tanah dianggap masih homogen.

    Berdasarkan tujuan penggunaannya, neraca air dapat dibedakan atas neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

    Untuk neraca air tanaman, evapotranspirasi yang digunakan adalah evapotranspirasi tanaman (ETc) yang menunjukkan jumlah penguapan air yang terjadi pada tanaman sesuai dengan umur dan jenis tanaman selama masa pertumbuhan.

    Sedangkan peta analisis ketersediaan air tanah yang disajikan stasiun Klimatologi Malang saat ini adalah berdasar neraca air lahan.

    Dari hasil perhitungan KAT dapat dicari nilai indek/kriteria kebutuhan air bagi tanaman dalam bentuk persen air tanah tersedia yang terbagi dalam 5 kelas yakni:






    Air Tanah Tersedia (ATS) % A T S
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang < 10 %
    Kurang 10 - 40 %
    Sedang 40 - 60 %
    Cukup 60 - 90 %
    Sangat Cukup > 90 %


    Tabel Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan Agustus Tahun 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Batu, Lumajang, dan Malang.
    Sangat Kurang Terjadi di sebagian besar Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Sangat Kurang Terjadi di seluruh Bangkalan, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Pulau Kangean, Lamongan, Magetan, Ngawi, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, dan Tuban.
    Kurang Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, dan Tulungagung.
    Kurang Terjadi di sebagian Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.
    Kurang Terjadi di sebagian besar Batu.
    Sedang Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.
    Cukup Terjadi di sebagian kecil Blitar, Bondowoso, Jember, Malang, dan Pasuruan.
    Cukup Terjadi di sebagian Banyuwangi dan Lumajang.
    Sangat Cukup Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, dan Lumajang.


  • (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur (Analisis - Bulanan) Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis 3 Bulanan Untuk Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur

    Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis Periode Juni - Juli - Agustus 2020 dengan kriteria Normal 99,4%, Agak Basah 0,6%.


    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis

    Indeks Kekeringan dan Kebasahan Meteorologis dihitung menggunakan metode SPI.

    SPI adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst).

    Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma.

    Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

    a. Tingkat Kekeringan:

    1. Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00
    2. Kering : Jika nilai SPI -1,50 s/d -1,99
    3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49
    4. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99

    b. Tingkat Kebasahan:

    1. Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00
    2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99
    3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49

    Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya).

    Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.


    Berdasarkan data yang kami terima dari 197 stasiun (pos hujan) sampai dengan awal bulan Agustus 2020, dapat diinformasikan Analisis Indeks Kekeringan dengan metode SPI bulan Juni - Juli - Agustus 2020 adalah sebagai berikut:







    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Normal Terjadi di sebagian besar Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jombang, Lumajang, Malang, Probolinggo, dan Sumenep.
    Normal Terjadi di seluruh Bangkalan, Batu, Pulau Bawean, Bojonegoro, Gresik, Jember, Pulau Kangean, Kediri, Lamongan, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Surabaya, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.


    Analisis Indeks Kebasahan dengan metode SPI bulan Juni - Juli - Agustus 2020






    KRITERIA KABUPATEN / BAGIAN DARI KABUPATEN
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Cari pada kolom di atas ini ⇧
    Lalu tekan Enter → di Keyboard
    Agak Basah Terjadi di sebagian kecil Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, dan Tulungagung. Terjadi di sebagian kecil Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jombang, Lumajang, Malang, Probolinggo, dan Sumenep.


  • (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020

    (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020 (Analisis - Bulanan) Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut Maksimum di Provinsi Jawa Timur Bulan Juni - Juli - Agustus Tahun 2020

    Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut dengan kriteria Menengah 3,9%, Panjang 38,9% , Sangat Panjang 53,4%dan Kekeringan Ekstrem 3,8%


    Deret hari tanpa hujan berturut-turut atau diistilahkan dengan dry spell adalah jumlah hari kering (hari tidak ada hujan) berurutan yang tidak diselingi oleh hari basah (hari hujan).

    Hari basah didefinisikan sebagai hari di mana terjadi hujan yang tinggi curah hujannya mencapai 1 mm atau lebih, definisi ini yang digunakan Albert dan Tank(2009).

    Berdasar hal tersebut di atas maka deret hari tanpa hujan berturut-turut didefinisikan sebagai hari yang tinggi hujannya di bawah 1 mm atau tidak terjadi hujan sama sekali.

    Data pengamatan yang digunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan di Jawa Timur meliputi sekitar 197 pos hujan dengan data curah hujan harian pada tiga bulan berturut-turut.

    Perhitungan deret ini dimulai pada tanggal updating/akhir periode dan dianalisis ke belakang hingga didapat hari hujan, hari tanpa hujan berturut-turut yang dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan maka dry spell dihitung sesuai dengan kriterianya sedangkan jika hari terakhir pengamatan/akhir periode ada hujan maka kondisi ini dikategorikan sebagai hari hujan (HH).

    Dalam kaitannya dengan kepentingan dampak kekeringan terutama lahan pertanian di wilayah Jawa Timur, selanjutnya peta analisis hari tanpa hujan berturut-turut yang disampaikan adalah deret hari tanpa hujan maksimum pada masing-masing pos hujan.

    Analisis hari tanpa hujan berturut-turut ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana suatu wilayah mempunyai tingkat hari kering baik pada tingkat sangat pendek, pendek, menengah, panjang, sangat panjang atau bahkan kekeringan ekstrim yang terjadi pada tiga bulan berturut-turut, ke depannya informasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui awal, panjang musim kemarau/hujan maupun prakiraan peringatan dini tingkat kekeringan suatu wilayah untuk antisipasi dan mitigasi bencana kekeringan, puso, kekeringan sumber mata air dan sebagainya.


    Kriteria yang digunakan dalam analisis deret hari tanpa hujan berturut-turut memuat 7 kriteria, yaitu sebagai berikut: